Minggu, 31 Agustus 2025

KISAH NYATA - MELAMAR SANTRIWATI


Sahabat Poker - Novel Melamar Santriwati – Jodoh itu rahasia Tuhan. Tak ada yang tahu dengan siapa dan kapan jodoh akan datang. Begitu pula dengan Ifah, seorang mbak ndalem yang harus menjalani skenario Allah yang berliku dalam urusan jodohnya.

“Semoga ustaz belum masuk!”

Langkah gadis kelas dua aliyah itu semakin cepat. Rok model sepan yang dia kenakan mau tidak mau membuat jangkauannya tidak begitu lebar.

Dengan napas ngos-ngosan, juga bulir keringat yang menghiasi kening, dia nyengir karena usahanya sia sia. Seorang lelaki berpeci hitam dengan kemeja polos kuning langsat dan bersarung coklat sudah duduk menghadap absen kelas.

Ngocoks Jari mengetuk pintu dan mengucapkan salam, santriwati yang merangkul kitab itu melangkah masuk. Wajahnya merunduk mendekati meja sang ustaz. Kembali dia mengucap salam lalu mengungkapkan alasan kenapa datang terlambat.

“Mohon maaf, Ustaz. Saya datang terlambat karena baru selesai membantu bu nyai membuat kue,” ujar gadis berjilbab putih itu seraya menunduk.

Lelaki yang disebut ustaz itu tanpa menoleh, berujar, “Bu Nyai itu orang yang disiplin dan pengertian. Beliau tahu kapan waktunya meminta tolong dan kapan santri harus masuk madin. Jadi alasanmu tidak bisa saya terima.”

Mulut gadis itu cemberut. Dia sudah tahu kalau alasan macam apa pun tak akan diterima oleh orang yang duduk di depannya. Ustaz yang dikenal sangat disiplin ketika mengajar. Walau belum genap satu tahun mengajar di kelasnya.

“Nama?”

“Ghina Ulya Syarifah.”

“Baik, salin pelajaran hari ini dua kali dan kumpulkan nanti malam maksimal pukul sembilan di kantor! Sekarang, duduklah! Kamu sudah membuang beberapa menit hak temanmu untuk belajar.”

Ifah, panggilan gadis itu nyengir karena ucapan sang ustaz. Juga tentang takzir yang harus dia kerjakan. Bukannya apa, ba’da salat Isya’, bu nyai menyuruhnya ke ndalem lagi. Maka tak akan ada waktu untuk mengerjakan takzir yang diberikan. Jadi … ifah berniat untuk menawar deadline pengumpulan takzir.

Karena Ifah masih bergeming, membuat sang ustaz berdehem.

“Masih kurang takzirnya?”

Terkejut, dia pun menjawab cepat, “Eh, cukup, Ustaz! Hanya sa-ja ….”

“Mau menawar?” potong sang lelaki itu cepat.

“Emm ….”

Belum sempat gadis itu mengungkapkan keinginan untuk mengundur deadline, ultimatum tak terbantahkan dia peroleh.

“Tidak ada tawar menawar untuk tugas saya. Sepertinya hal itu sudah pernah saya sampaikan di awal pembelajaran. Kamu belum terlalu tua untuk mengingatnya, bukan?”

“Injih, Ustaz.”

Dalam hati, Ifah ngedumel ingin protes, tapi percuma. Toh, dia tetap harus menerima apa yang disampaikan ustaznya. Peraturan tidak boleh datang terlambat memang sudah disetujui sejak awal. Tidak hanya dirinya yang mendapatkan takzir karena telat masuk kelas. Namun, beberapa teman sekelasnya juga pernah mengalami.

Bagi Ifah, ustaz satu itu terlalu kaku dalam menegakkan aturan. Seharusnya bisa lebih santai apabila alasan yang diberikan masuk akal. Susah payah dia merangkai alasan, tapi nihil hasilnya.

“Kenapa kamu telat, sih? Aku ‘kan sudah bangunkan tadi sebelum berangkat,” tanya Ilmi–sahabat Ifah–saat usai kelas madin.

“Habis bantuin bu nyai, disuruh makan di ndalem. Perut kenyang, badan capek, rebahan sebentar sudah lenyap. Saat kamu bangunin, aku langsung ke kamar mandi. Namun ternyata penuh. Ya sudah telat jadinya,” papar Ifah tak bersemangat.

“Rejekimu, Fah. Telat saat jadwalnya Ustaz Harun. Ustaz paling dingin plus killer.”

Ifah mengangguk lesu, berjalan dengan lunglai menuju kamarnya. Matahari semakin meredup. Awan pun mulai mengumpul. Burung-burung kecil bergerombol menuju peraduan. Suara qiraat dari toa masjid menjelang Magrib mulai menggema.

***

“Fah, kamu sudah selesai kerjakan takzir dari Ustaz Harun?”

Kedua sahabat itu kini berada di dapur ndalem untuk membantu membuat kue kering sejak ba’da Magrib.

“Belum nih. Sudah jam delapan. Duh, aku izin bu nyai saja, ya. Khawatir gak nutut kalau nunggu adonan habis.”

Obrolan kedua santriwati itu tak sengaja terdengar oleh sang empunya rumah. Bu nyai yang baru kembali dari menemui tamu, mengerti kegelisahan Ifah. Beliau seketika berujar, “Kamu kena takzir, Fah?”

“Eh, ngapunten, Bu Nyai. Sa-ya ….” Ifah terkejut dengan kemunculan tiba-tiba wanita berwajah mirip orang Arab itu.

“Siapa yang mentakzir kamu?”

“Emm … Us-taz … Ha-run.” Dia menjawab terbata karena malu.

“Oalaaahh … kok tumben. Yawes kamu berhenti saja! Segera kerjakan tugasnya. Tolong panggilkan mbak besar yang lain buat bantu di sini, ya.” Bu Nyai Zumaroh malah tertawa mendengar pengakuan Ifah. Dia merasa lucu sekaligus heran karena baru kali ini mendengar Ifah, santriwati yang rajin itu mendapat takzir dari ustaz yang super disiplin.

Tanpa babibu, gadis bersarung batik mega mendung itu segera pamit, meninggalkan adonan kue yang belum selesai dicetak. Setelah meminta seorang mbak besar untuk menggantikan tugasnya, Ifah segera mengerjakan apa yang diminta Ustaz Harun.

Beberapa bait di nadhom Alfiyah Ibnu Malik yang diajarkan di kelas tadi dia salin. Kebetulan atau entah kenapa makna lain dari baitnya membahas jodoh. Ifah mengingat kembali keterangan sang ustaz saat di kelas.

Dalam bait tersebut tersirat bahwa jodoh umumnya dari sama-sama kenal dan akrab. Namun banyak pula yang bertemu jodohnya tanpa diduga dan tanpa perkenalan mendalam sebelumnya. Adakalanya saling jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu langsung melaju pada jalan pernikahan. Ada pula yang baru jatuh cinta setelah akad nikah.

Tanpa disadari, bibir gadis itu tertarik ke atas mengingat keterangan tersebut. Pikirannya menggembara. Seperti apakah jodohnya nanti? Apakah mereka akan kenal dan akrab terlebih dahulu? Atau kenal sekilas langsung menikah?

Atau bahkan dia tak akan mengenal jodonya sebelum mereka halal. Ah … Ifah lupa. Semua kakaknya menikah karena dijodohkan oleh orang tua. Jadi perjodohan sudah seperti tradisi di keluarga. Tak mungkin punya kesempatan untuk memilih jodohnya sendiri.

Membayangkan tentang jodoh, membuat waktu berjalan seolah semakin cepat. Sadar dari lamunannya, Ifah segera melanjutkan tugas agar tidak melampaui batas waktu yang ditentukan.

Setelah selesai, Ifah segera berjalan tergopoh menuju kantor asatid di ujung kompleks bangunan antara pondok putra dan putri. Sambil berharap tak mau kena takzir lagi. Ini harus menjadi yang pertama dan terakhir baginya. Dia tak mau orang tua mendapat laporan kalau anaknya di pesantren langganan kena takzir.

Melewati lorong yang becek karena hujan baru reda, langkah Ifah harus tetap cepat. Saat ekor matanya bisa menangkap sosok sang ustaz yang sedang mengunci pintu kantor, tiba-tiba sandal jepit yang dikenakan putus dan membuatnya terpeleset.

Suara tubuh yang jatuh, menarik perhatian Harun dan temannya. Sedangkan Ifah tak menghiraukan keadaan dirinya. Dia meringis melihat kertas tugasnya berceceran di lantai yang becek. Tugas yang dia salin dengan segala upaya sekarang telah lecek.

Harun dan temannya menghampiri untuk memastikan keadaan santriwati itu.

“Mbak gak papa?” tanya teman Harun khawatir.

Ifah tak kuasa mendongak. Berusaha menyembunyikan wajah agar tidak dikenali, dia menggeleng tanpa suara.

Mengerti akan jawaban yang diberikan, Harun menyahuti, “Kok bisa terjatuh, sih, Mbak? Perempuan itu jalannya pelan-pelan. Lagian ini sudah jam sembilan. Kok mau keluyuran!”

Ifah medumel dalam hati. ‘Orang jatuh bukannya dikasihani, malah diomeli. Ketusnya gak ilang-ilang!’

“Afwan Ustaz,” jawab Ifah lirih sambil berdiri dan masih tetap merunduk. Biar bagaimanapun dia harus bisa menjaga sikap. BandarQ

“Mbak bukan santri baru yang mau kabur dari pondok ‘kan?” Harun menelisik karena heran melihat santriwati sendirian dan masih berada di luar kamar jam sembilan malam.

“Bu-bukan Ustaz. Sa-ya hanya mau ….” Ifah mengurungkan niatnya untuk memberitahu orang yang berdiri di depannya tersebut. Dia tidak siap jika ditertawakan karena kejadian memalukan itu.

“Hemm?”

“Afwan, saya hanya mau melancarkan hafalan nadhom di luar kamar. Tak tahunya terpeleset.” Alasan paling tepat saat ini yang bisa diberikan Ifah.

Harun memperhatikan kepala gadis yang masih menunduk itu. Sebagian sarungnya kotor. Tak ada tas ataupun dompet yang dia bawa. Hanya kertas bertuliskan huruf hijaiah yang berserakan di depannya. Dia berpikir bahwa alasan gadis itu masuk akal.

Harun menyayangkan, di saat dia sedang menunggu salah satu santri yang lalai mengumpulkan takzir, ada santriwati lain yang berjuang menghafal nadhom hingga terpeleset.

“Ya sudah, segera balik ke kamar karena gerbang pondok putri akan kami kunci sekarang!” pungkas Harun lalu melangkah menjauh bersama temannya.

Ifah tak tahu seperti apa warna wajahnya sekarang. Malu, kesal, sedih menjadi satu. Sebenarnya dia ingin mengatakan kalau mau mengumpulkan tugas yang diberikan. Namun, insiden itu membuatnya mengurungkan niat.

Ifah tak yakin kalau Harun mau menerima tugasnya yang sudah lecek dan basah. Jatuh di depan laki-laki membuatnya merasa sangat malu. Beruntung lampu tidak terlalu terang, sehingga dia yakin kedua lelaki itu tidak mengenalinya. Apalagi ustaz satu itu tak pernah memandang santriwati kalau bicara.

“Sampean kalau sama mbak-mbak, kok ketus ya, Kang,” ujar teman Harun saat mereka berjalan menuju pondok putra.

“Ketus piye?”

“Banyak yang bilang sampean cuek dan kalau ngajar killer.”

Bukannya marah, Harun justru tertawa.

“Kenapa kok tertawa?” protes lelaki bertubuh ceking tersebut.

“Sampean itu laki-laki kok ikut ngosip. Gini lho Kang, mbak-mbak itu kalau dikasih kendor saat ngajar, bisa-bisa aku yang kalah. Apalagi kelas aliyah sudah pinter ngojloki para ustaz yang masih muda.

Nah, aku gak mau jadi bahan ledekan mereka. Malu jenderal! Karena itu, jurus jitu menghadapi mereka ya macak kereng (bersikap killer) biar disegani.” Penuturan panjang lebar itu hanya ditanggapi bibir monyong oleh temannya.

“Ya gak papa macak kereng. Tapi awas nanti kalau gak laku. Hahahaa ….”

“Enak aja. Gini-gini banyak mbak-mbak yang kepincut. Wew.”

Ledekan demi ledekan mereka lontarkan sampai di dalam kamar pondok. Karena tidak ada alat komunikasi, kecuali para ustaz dan abdi ndalem yang diperbolehkan membawa ponsel, membuat interaksi sesama santri cukup akrab. Ponsel yang dimiliki Harun hanya dipakai saat ada acara keluar.

Kembali ke kamar setelah memungut kertas lembaran yang berserakan, Ifah segera tengkurap di ranjangnya. Ilmi yang baru pulang dari ndalem, bertanya-tanya melihat sahabatnya seperti itu.

“Kenapa, Fah?”

“Huwaaa … Ilmi ….”

“Kamu nih, ditanya malah nangis. Cerita, kenapa?”

Ifah duduk dan menceritakan kejadian yang barusan dialami. Bukannya simpati, Ilmi justru ngakak mendengarnya. Mendapat respons tak diharapkan, Ifah semakin bad mood.

“Lha kamu lucu. Kenapa pakai acara jatuh segala? Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga.” Ilmi masih saja cekikikan mendengar cerita sahabatnya itu.

“Orang jatuh bukan kemauanku. Wew! Kenapa sial banget, sih hari ini?”

“Astagfirullah, Fah. Kok ngomongnya gitu! Ambil hikmahnya saja.”

“Hikmah apa?”

“Hikmahnya kamu bakal dikenal Ustaz Harun sebagai santriwati yang jatuh di depannya. Bukan yang jatuh cinta, lho ya. Hahaha ….”

Ifah semakin cemberut mendengar ledekan Ilmi.

***

Azan Subuh kembali menyapa. Para santri dan santriwati diwajibkan bangun sebelum subuh. Kegiatan rutin di pesantren salah satunya adalah qiyamullail. Salat tahajud, salat witir, semaan al quran menjadi agenda mengawali hari. Begitu juga dengan Ifah dan teman-temannya.

Kali ini, rasa ngantuk masih menghinggapi gadis bermata bulat tersebut. Pasalnya, semalam dia lembur menyalin tugas yang telah basah dan lecek.

Pagi ini sebelum berangkat sekolah formal, Ifah berniat menyerahkan tugas tersebut kepada ustaznya agar tidak dinilai lepas tanggungjawab. Bersama Ilmi, dia mendatangi kantor asatid. Hanya ada satu ustaz di kantor tersebut, tapi bukan Harun. Terpaksa dia menitipkan tugasnya kepada ustaz tersebut.

“Semoga ustaz baru itu berbelas kasih mau menerima tugasku yang telat,” ujar Ifah lirih.

“Ifah ….” Suara teriakan salah satu temannya membuat gadis berseragam sekolah itu menoleh.

“Kenapa?”

“Bu Nyai pesan, sepulang sekolah kamu disuruh ke ndalem. Gus Amar sudah datang.”


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Sabtu, 30 Agustus 2025

KISAH NYATA KEHIDUPAN - ANAK SMP NAKAL - Part 2

Sahabat Poker - Sudah! Jangan putar-putar melulu! Kepala kakak pusing tahu!! Kamu maunya apa sih?! bentakku tidak sabaran.

Kak, Rendy penasaran deh ungkap Rendy.

Apanya?!

Kakak itu cewek kan?

Lalu kenapa? Bukannya sudah jelas kan?! jawabku kesal.

Kalau begitu, kakak punya memek juga doong balas Rendy dengan nada mengejek.

Rendy penasaran nih Memek kakak mirip nggak ya, dengan memek cewek-cewek yang sering kulihat di film-film porno? sambungnya dengan santai.

Oh, astaga! Bagai tersambar petir, aku benar-benar marah mendengar ucapan Rendy itu. Moral anak ini benar-benar sudah hancur sama sekali!! Bagaimana bisa dia menanyakan hal seperti itu didepan seorang gadis dengan santainya? Anak ini benar-benar sudah kelewat batas!

PLAAK Tanpa sadar kutampar pipi kiri Rendy hingga anak itu terjatuh ke lantai. Rendy pun merintih kesakitan.

Aduh, sakiit rintihnya pelan.

Ya ampun! Apa yang telah kulakukan? Sesaat aku sontak tersadar, namun sudah terlambat. Tamparanku sudah keburu mendarat di pipi Rendy. Melihat Rendy yang terjatuh, aku pun merasa semakin panik. Segera kuhampiri Rendy yang masih merintih di lantai.

Rendy, Rendy! Kamu nggak apa-apa kan?! Maaf ya, kakak tak sengaja. Maaf tanyaku cemas.

Aku berusaha menggenggam tangan Rendy, namun ia segera menepis tanganku.

Pergi sana! Rendy akan laporkan kakak ke Mami!! Biar nanti kakak dituntut ke polisi!! teriaknya.

Rendy Kakak minta maaf ya? Kakak benar-benar tak sengaja aku benar-benar panik mendengar ancaman Rendy, yang sangat mungkin menjadi kenyataan mengingat keluarganya yang cukup terpandang.

Nggak mau! Pergi sana!! Tunggu saja sampai Mami pulang, Kakak pasti kulaporkan! ancam Rendy sekali lagi.

Rendy segera beranjak, hendak keluar dari kamarnya. Aku benar-benar putus asa dan kebingungan. Masalah yang datang menghampiriku silih berganti. Bagaimana ini? Sebelumnya, ancaman pemecatanku sudah diambang mata dan sekarang malah aku terancam dituntut oleh keluarga kaya ini. Pikiranku pun mulai buntu dan tanpa pikir panjang lagi, kutarik tangan Rendy untuk mencegahnya keluar kamar.

Tunggu Rendy!! Kakak akan menuruti permintaan Rendy! Apapun! Tapi tolong jangan laporkan kakak ke bu Diana! bujukku pada Rendy.

Langkah kaki Rendy terhenti sebentar. Rendy lalu melirik melihatku.

Benar nih? Kakak nggak bohong kan? tanyanya tidak percaya.

Iya, iya! Kakak janji! Tapi cuma sekali ini saja ya! jawabku putus asa.

Oke deh kalau begitu. Rendy mau lihat memek kakak sekarang. Perintahnya padaku.

Tapi cuma lihat saja ya! Jangan macam-macam!

Iya, deeh jawab Rendy puas. BandarQ 

Aku lalu berdiri didepan Rendy, perlahan-lahan kunaikkan rok putihku yang selutut dihadapan anak itu. hingga akhirnya rokku mencapai pinggul, menampakkan pahaku dan celana dalam pink berendaku dengan jelas. Rendy tampak takjub saat melihat celana dalamku yang masih menutupi selangkanganku.

Tunggu Kak! Jangan bergerak dulu! perintah Rendy mendadak.

Aku pun tak punya pilihan lain selain memamerkan celana dalamku dihadapan Rendy.

Perasaanku campur aduk saat melihat mata Rendy yang tampak berbinar-binar takjub melihat celana dalamku. Aku pun bisa mendengarnya menelan ludah. Pasti ini pengalaman pertamanya melihat celana dalam seorang gadis yang asli. Kurasa selama ini dia hanya melihat celana dalam wanita lewat film pornonya saja.

Ia tampak gugup sekaligus senang melihat celana dalamku. Sementara jantungku berdegup kencang sekali saat mengingat seorang anak kecil sedang mengamati celana dalamku dengan seksama. Wajahku sekarang pasti sudah lebih merah dari buah tomat yang matang karena malu.

Rendy menoleh sejenak ke belakang sambil menghela nafas. Kurasa ia juga amat gugup karena dari tadi mengamati celana dalamku tepat didepan wajahnya. Tapi, ia segera kembali menoleh melihat celana dalamku dan kali ini kulihat sorot matanya yang secara khusus mengamati bayangan vaginaku dibalik celana dalamku.

Semakin lama, kepalanya semakin maju hingga memasuki rokku dan tampaknya ia benar-benar menikmati saat mengamati celana dalamku. Aku dapat merasakan dengan sangat jelas detak jantungku yang berdegup semakin kencang. Aku merasa bingung mengapa jantungku bisa berdetak sekencang itu hanya karena Rendy sedang mengamati celana dalamku?

Rendy, sudah ya Kakak sudah capek nih bujukku pada Rendy.

Belum kak. Kakak masih belum menepati janji kakak! protesnya padaku.

Apa lagi, sih, Rendy?!

Aku mau melihat memek kakak! Bukannya tadi kakak berjanji untuk menuruti keinginanku? Ayo, buka celana dalamnya dong kak! pintanya padaku.

Tapi tapi aku berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan Rendy, namun pikiranku buntu sama sekali.

Memang benar tadi Rendy sempat berkata bahwa ia ingin melihat kewanitaanku. Tapi bagaimanapun, aku merasa amat keberatan kalau seorang anak kecil melihat vaginaku yang selalu kujaga baik-baik untuk suamiku di masa depan.

Ayo, kak! Kalau tidak aku akan melaporkan kakak ke Mami lho!! ancamnya sekali lagi.

Aku sadar, aku tidak mungkin meloloskan diri dari permintaan Rendy.

Iya deh! Tapi cuma sebentar saja ya! gerutuku.

Saat mendengar kata melapor ke Mami’, aku sudah kalah telak tanpa bisa membantah atau menolak permintaan anak ini.

Oke deh!! serunya dengan riang setelah mendapat izin dariku.

Tanpa menunggu lama, ia segera melorotkan kedua sisi celana dalamku dan menurunkan celana dalamku hingga celana dalamku tergulung di pahaku. Sekarang, tanpa pelindung apapun, kewanitaanku terpampang jelas dihadapan Rendy yang kini mengalihkan perhatiannya ke vaginaku.

Pikiran dalam hatiku berkecamuk. Apa yang sebenarnya kulakukan? Bukankah bu Diana membayarku untuk mengajar les privat anaknya? Namun kenyataannya sekarang, celana dalamku sudah ditarik turun oleh muridku sendiri yang kini sedang sibuk mengamati kewanitaanku. Kalau bu Diana mengetahui hal ini, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya padaku.

Waah, beda sekali dengan memek cewek-cewek di film porno. Memek kakak bersih ya! Nggak ada rambut-rambutnya! puji Rendy padaku.

Tentu saja! Aku paling menjaga dan merawat daerah kewanitaanku sebaik mungkin. Aku selalu teratur membersihkan vaginaku dan mencukur rambut kemaluanku. Mana mungkin vaginaku disamakan dengan vagina para perempuan di video porno yang pasti tidak dirawat dengan teratur! Pikirku kesal.

Hei, Rendy. Sudah cukup ya? pintaku pada Rendy.

Sebentar lagi, ya. Kak!

Ampuun! Aku benar-benar terjebak! Memamerkan kewanitaanku didepan anak SMP sudah lebih dari cukup untuk membuatku malu seumur hidup! Aku tak berani membayangkan kalau ada orang yang melihat hal ini. Badanku terasa panas dan keringatku mulai mengucur deras hanya karena kewanitaanku diamati oleh Rendy.

Waah kok memek kakak makin lama makin basah sih?! tanya Rendy tiba-tiba.

Ah Eh?! mendadak aku tersadar dari lamunanku, saat itulah aku baru menyadari kalau jari telunjuk Rendy sudah menyentuh bibir vaginaku.

Ujung jari Rendy sudah mulai masuk sedikit kedalam liang vaginaku dan mulai menggosok-gosok bibir vaginaku yang sudah basah karena luapan cairan cintaku tanpa sadar.

AAH!!! Hei!! Hentikan, Rendy!!! aku benar-benar panik melihat jari Rendy di vaginaku itu.

Aku takut kalau keperawananku malah terenggut oleh jari-jari Rendy. Namun Rendy tidak berhenti.

Rendy! Sudah cukup, hei!! Bukannya kamu berjanji hanya melihat saja?! protesku pada Rendy.

Aargh! Berisik! Diam saja! Kalau tidak, kutusukkan jariku kedalam memek kakak dalam-dalam, mengerti?! bentak Rendy padaku.

Aku benar-benar takut. Rendy memang memegang kendali saat ini, apalagi dengan jarinya yang masih sibuk memainkan bibir vaginaku, mudah saja baginya untuk memperawaniku dengan jarinya. Aku berpikir daripada aku diperawani jari-jari Rendy, mungkin lebih baik kalau aku menuruti kemauannya. Aku kembali menangis terisak, namun Rendy tidak menghiraukan tangisanku, ia malah menggosok-gosokkan jarinya di sela vaginaku dengan pelan.

Ah ohh aakh tanpa sadar, aku mendesah nikmat karena gosokan jari Rendy.

Ada apa, Kak?! tanya Rendy padaku.

Aahh hentikan Rendy jangan auuch Suaraku sudah mulai bercampur dengan lenguhanku.

Lho, kok kakak mau berhenti? Bukannya rasanya enak Kak? balasnya setengah mengejek.

Eegh itu itu tanpa sadar, aku pun melepaskan rokku yang dari tadi kupegang, tapi Rendy segera menyibakkan rokku kembali.

Rendy terus mengamati wajahku untuk melihat reaksiku, aku berusaha tidak menatap wajahnya, walaupun sesekali dapat kulihat ia tersenyum dengan reaksiku. Badanku terasa limbung ke belakang, tempat meja belajar Rendy berada. Aku pun menyandarkan diri di meja belajar itu dan kedua tanganku memegang bibir meja itu agar aku tidak jatuh.

Nah, kita mulai sekarang ya, Kak? ujarnya padaku dan ia mulai mempercepat gosokannya di bibir dan celah-celah vaginaku.

Aku pun tidak lagi menolak. Lagipula, aku tidak ingin Rendy menghentikan aktivitasnya saat ini, aku sudah terlanjur dikuasai kenikmatan yang melanda tubuhku

Ouchhh aahh aahhh desahku menahan kenikmatan di vaginaku, akal sehatku sudah lenyap dan aku sepenuhnya dikuasai oleh kenikmatan di kewanitaanku.

Entah mengapa, fakta bahwa yang mengocok vaginaku adalah muridku sendiri yang masih SMP malah membuatku semakin bernafsu. Ngocoks.com

Aduuh aw aw aww rintihan-rintihan kenikmatan keluar dari mulutku setelah 3 menit berlalu sejak bibir kewanitaanku dilayani oleh jari-jari Rendy.

Aku pun sudah tidak tahan lagi, aku merasa akan segera mencapai orgasmeku untuk pertama kalinya.

Namun, tiba-tiba terdengar suara decitan mobil di halaman rumah. Bu Diana telah pulang! Aku dan Rendy segera menghentikan aktifitas kami, dan aku segera merapikan celana dalam dan rokku kembali.

Kami lalu bergegas kembali ke meja belajar untuk melanjutkan les. Walaupun aku merasa agak kecewa karena nyaris saja mencapai orgasme, namun aku tetap melanjutkan mengajari Rendy walaupun suasana hatiku amat galau saat itu.

Akhirnya aku pun selesai mengajar Rendy hari itu. tapi harus kuakui, Rendy tampak lebih bersemangat menyimak penjelasanku sehabis kejadian itu. Hanya saja aku tampak kacau karena banyak hal yang terjadi hari itu. Tapi bagaimanapun aku juga masih bersyukur karena selaput daraku tidak sampai robek akibat ulah Rendy tadi.

Sebelum pulang, Rendy sempat meminjam Handphoneku. Alasannya, ia mau mengirimkan lagu-lagu baru untukku, aku pun hanya mengiyakan saja permintaan Rendy itu.

Setelah Rendy mengembalikan Handphoneku, aku pun segera pamit kepada bu Diana dan kemudian pulang ke tempat kosku. Aku berharap semua kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk semata.


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Jumat, 29 Agustus 2025

KISAH NYATA KEHIDUPAN - ANAK SMP NAKAL

Sahabat Poker - Cerita Sex Anak SMP Nakal – Hai, perkenalkan namaku Erina. Usiaku sekarang 18 tahun. Teman-temanku sering memuji wajahku yang bulat dan manis dengan rambutku yang hitam sebahu yang menurut mereka amat serasi dengan bentuk wajahku. Tubuhku yang mungil dengan tinggi 152 cm, memberi kesan imut yang sering menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-temanku. Sehari-harinya aku bekerja sebagai guru les privat yang mengajar anak-anak sekolah yang pada umumnya adalah anak-anak SMP atau SD.

Aku melakukan ini untuk membiayai uang kuliah dan segala keperluanku. Maklumlah, sebagai pendatang baru di kota besar seperti Jakarta, aku harus bisa membiayai segala keperluanku sendiri.

Apalagi keluargaku yang berasal dari daerah juga bukan tergolong keluarga yang cukup mampu untuk membiayaiku, maka aku memutuskan untuk mandiri sendiri di perantauanku.

Ngocoks Suatu hari, aku mendapat panggilan dari sebuah keluarga yang ingin agar aku mengajar les anak tunggal mereka. Mereka menawarkan gaji yang bagiku amat tinggi dan kurasa cukup untuk membiayai kehidupanku di Jakarta.

Tanpa pikir panjang lagi, segera kuterima tawaran keluarga itu, dan kami setuju bahwa aku akan mulai mengajar anak mereka besok sore harinya sepulang kuliah.

Esok harinya, aku pun datang untuk mulai mengajar murid baruku itu. Sesampainya di rumah itu, aku tertegun melihat arsitektur rumah itu yang seperti sebuah istana yang dilengkapi taman hijau dan dikelilingi pagar terali yang tinggi.

Dibandingkan dengan rumahku di daerah yang hanya ¼ luas rumah itu, apalagi tempat kosku yang kecil dan sumpek, tentu saja memiliki rumah seperti ini sudah menjadi impianku sejak kecil.

Siapa? terdengar suara wanita di Interkom yang terletak di samping bel pintu itu.

Saya Erina, guru les privat anak anda yang baru! jawabku

Oh, Erina! Ayo, silakan masuk!

Tiba-tiba, gerbang terali rumah itu terbuka. Aku pun segera masuk kedalam. Pintu garasi itu terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya, usianya sekitar 40-an tahun. Dari penampilannya yang necis seperti seorang business-woman, sudah jelas bahwa ia adalah pemilik rumah ini. Wanita itu segera menyambut kedatanganku.

Halo, Erina! Bagaimana kabarnya?

Baik-baik saja bu. Anda Bu Diana? Ibu Rendy? tanyaku dengan sopan.

Ya, betul! Ayo masuk, kita bicara didalam! ujarnya mempersilahkanku masuk.

Sambil menuju ke ruang tamu, kami berbincang-bincang sejenak. Dari situ aku tahu bahwa bu Diana adalah pemilik Bridal Studio ternama di Jakarta sekaligus seorang desainer gaun pengantin yang sering pergi ke luar negeri untuk melihat pameran-pameran di luar negeri. Bahkan, di rumahnya banyak terpajang piala penghargaan bagi desainer di pameran luar negeri.

Aku pun dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu sementara bu Diana mengambilkan minuman untukku. Aku hanya terpaku melihat hiasan-hiasan indah di rumah itu. Rasa-rasanya, harga salah satu hiasan patung ataupun lukisan itu cukup untuk membiayai uang kuliahku untuk satu semester.

Hayo, kok malah melamun? aku dikagetkan oleh suara bu Diana yang segera menyajikan segelas es sirop untukku. BandarQ 

Eh tidak maaf, Bu! aku tergagap salah tingkah, namun bu Diana hanya tersenyum melihatku.

Bu Diana segera duduk di sofa ruang tamu didepanku.

Nah, Erina. Kamu akan mengajar Rendy mulai hari ini. Ibu harap kamu bisa memperbaiki nilai-nilainya di sekolah.

Baik bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin.

Saya senang melihat semangatmu. Tapi apa kamu tahan menghadapi anak-anak nakal?

Memangnya ada apa, bu? tanyaku penasaran

Rendy sekarang duduk di kelas 2 SMP, usianya tahun ini 14 tahun. Kamu tahu, itu masa yang rawan bagi anak remaja. Nilai Rendy terus menurun, ia lebih sering menghabiskan waktunya buat bermain atau menonton di kamarnya. Bu Diana tampak menghela napas.

Tenang saja, bu. Saya akan berusaha untuk membuatnya belajar. Saya yakin, nilai Rendy pasti akan segera membaik.

Bagus. Kinerjamu akan dinilai lewat nilai-nilai ujian semester mereka Juni ini. Berarti, 5 bulan dari sekarang?

Benar. Tunggu sebentar ya, Erina? Ibu akan memanggil Rendy dulu.

Aku mengangguk menyetujui. Bu Diana lalu beranjak pergi ke lantai atas. Tak lama kemudian, Bu Diana turun beserta seorang anak laki-laki. Wajah anak itu cukup tampan, menurutku.

Tubuhnya juga tampak besar untuk anak seusianya, bahkan lebih tinggi dariku. Tapi mukanya tampak masam saat melihatku yang duduk dihadapannya.

Ayo, beri salam ke Kak Erina! Mulai hari ini dia yang akan menjadi guru privatmu!

Rendy. Anak itu tampak acuh dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.

Erina, salam kenal! Aku berusaha tersenyum sambil membalas uluran tangannya.

Baiklah, ayo antar kak Erina ke kamarmu dan mulai belajar! perintah bu Diana, yang hanya dijawab oleh gerutuan dari Rendy. Aku tersenyum dan mengikuti Rendy ke kamarnya.

Sejak hari itu, aku mulai mengajari Rendy sebagai guru privatnya. Hari demi hari berlalu. Tidak terasa, sudah 3 bulan berlalu sejak hari itu. Tiap hari Senin hingga Jumat sore, aku terus mengajari Rendy sebagai guru privatnya secara rutin.

Lama-lama aku pun semakin mengenal Rendy. Rendy sering bergaul dengan teman-temannya, namun sayangnya Rendy salah memilih pergaulan.

Ia bergaul dengan anak-anak nakal di sekolahnya. Aku pernah melihat teman-temannya yang nakal itu, mereka selalu saja mengajak Rendy untuk membolos saat aku mengajar, yang seringkali dituruti olehnya, belum lagi sikap mereka yang menurutku tidak sopan maupun cara mereka bergaul yang lebih condong ke arah pergaulan bebas.

Aku selalu bersabar mengajari Rendy, tapi anak itu benar-benar bandel. Setiap kali aku mengajarinya, ia hanya mengacuhkanku ataupun bengong melamun.

Semua tugas yang kuminta untuk dikerjakan tidak pernah disentuhnya sama sekali. Parahnya lagi, tidak jarang kulihat kepingan DVD porno yang disembunyikannya di bawah kasurnya.

Aku tidak pernah menghiraukan hal itu, karena tugasku di sini adalah untuk mengajarinya bahan pelajaran, bukan untuk menceramahinya. Mungkin karena pengaruh DVD itu dan pergaulannya, dia juga sering menggodaku untuk menjadi pacarnya.

Aku memang masih single, tapi pacaran dengan anak dibawah umur? Tak pernah sama sekali terlintas di benakku untuk melakukan hal itu, apalagi Rendy adalah muridku.

Sering aku nyaris kehilangan kesabaran karena ulah Rendy, namun aku selalu teringat akan janjiku pada bu Diana untuk memperbaiki nilai Rendy dan mengingat biaya yang dikeluarkan bu Diana untuk membayarku, sudah cukup untuk membuatku selalu tegar menghadapi kebandelan Rendy. Namun seberapapun aku berusaha menahan kesabaranku, rupanya kesabaran bu Diana mulai habis.

Erina, saya pikir kamu sudah tahu kalau nilai Rendy selama ini sama sekali tidak membaik. Ujarnya agak keras

Maaf, bu. Saya sudah berusaha, tapi Rendy

Saya tidak mau mendengar alasan, Erina. Kamu tahu berapa gajimu setiap bulan bukan? Saya berharap pengeluaran itu setimpal dengan hasil yang kamu berikan. Tapi kalau begini hasilnya, saya benar-benar kecewa ujarnya dengan nada agak ketus

Tapi

Begini saja. Saya akan tetap berpegang pada janji saya untuk menilaimu lewat hasil Rendy pada semester ini. Kalau nilainya masih juga belum membaik, saya terpaksa mencari pembimbing yang lebih mampu.

Tapi bu aku berusaha memberi argumen dengan Bu Diana.

Sudahlah Erina, saya harus pergi ke studio sekarang! Saya harap, kamu bisa memperbaiki nilai Rendy secepat mungkin! tegas bu Diana sambil berlalu pergi keluar dari rumahnya.

Kata-kata bu Diana benar-benar membuatku mulai patah arang. Bagaimana cara menggerakkan anak sebandel itu untuk belajar? Yang kutahu ia hanya tertarik dengan game PlayStation dan koleksi film miliknya, baginya memegang buku pelajaran pasti lebih susah daripada berenang melintasi samudra!

Rasa putus asa menyelimutiku saat aku membayangkan bagaimana membiayai kuliahku apabila bu Diana meberhentikanku.

Apa yang lucu?! ketusku dengan muka masam.

Mau dipecat ya, Kak? Kasihaan deeeh! ejeknya sambil tertawa.

Mendengar ejekan Rendy sudah lebih dari cukup untuk membuat amarahku yang sudah lama terpendam, meledak seketika.

Kamu maunya apa sih?! Kakak sudah memberimu penjelasan dan latihan-latihan, tapi sama sekali tak digubris!! Bagaimana nilaimu bisa bagus kalau kamu tidak pernah belajar!! Setiap hari yang kamu tahu cuma main game atau bengong saja!! bentakku pada Rendy.

Aku benar-benar merasa marah dan dipermainkan oleh anak itu. Tapi Rendy hanya tersenyum mendengar bentakanku itu.

Oke deh, kalau Kakak maunya begitu. Rendy akan minta Mami untuk mencari guru baru. Kakak cari saja murid yang mau menurut!! Ujarnya dengan sombong.

Seketika itu juga aku ambruk ke lantai, air mataku menetes karena putus asa. Aku sudah harus membayar biaya kuliahku bulan depan yang rencananya akan kubayar dengan gajiku bulan ini.

Apabila aku diberhentikan sekarang, bagaimana caraku untuk membayar uang itu? Tidak mungkin meminta kiriman uang dari keluargaku, aku tidak memiliki kerabat di Jakarta dan lagipula mana mungkin teman-temanku mau meminjamkan uang untuk mahasiswi miskin sepertiku ini?

Pikiran bahwa aku harus berhenti kuliah membuatku galau dan putus asa. Aku pun menangis terisak di hadapan Rendy.

Waah, malah nangis Dasar cengeng! ejek Rendy saat melihatku menangis, namun itu tidak menghentikan isak tangisku.

Oke, oke. Aku mau belajar, tapi kakak harus menuruti permintaanku, Oke?! Rendy mulai membujukku.

Aapa yang kamu mau?! jawabku sambil terisak.

Pertama, kakak berdiri dulu ya? Rendy memegang tanganku dan membantuku berdiri.

Aku pun segera beranjak bangun. Kulihat mata Rendy tampak menggerayangi lekuk tubuhku. Ia lalu berjalan berputar-putar mengelilingiku. Aku pun mulai risau melihat gelagat anak itu.

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Kamis, 28 Agustus 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN PEREMPUAN POLOS BERJILBAB - Part 2

Sahabat Poker - Yanti : aduuh pak jangan diremas donk,

Pak rusdi : maaf dek gk sengaja bapak remasnya

Wajah mereka begitu dekat, wajah pak rusdi semakin mendekat membuat yanti bingung harus melakukan apa, bibir mereka semakin dekat

(kring kring kring tiba-tiba suara telpon mengagetkan mereka) .. yanti segera bangkit dan pergi untuk mengangkat telepon itu… meninggalkan pak rusdi yang sudah diselimuti nafsu karna kejadian tadi.

Beberapa hari sejak kejadian digudang itu Pak Rusdi semakin bernafsu untuk mendapatkan tubuh gadis berjilbab yang sexy itu. Dia bahkan beberapa kali menunjukan perhatian lebih dengan cara membelikan makanan maupun barang kesukaan yanti seperti boneka dan cokelat.

Yanti pun menyadari bahwa tingkah pak Rusdi kepadanya berbeda dengan kepada karyawan lain, itu membuatnya sedikit tak nyaman. Namun dia tidak berani untuk menceritakan hal tersebut ke pacarnya karena dia takut Rozak akan marah dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.

Suatu hari Yanti harus kerja lembur sampai malam hanya bersama Pak Rusdi karena temanya sedang sakit dan harus pulang kerumah. Semakin malam cuaca semakin dingin ditambah dengan hujan yang sedari sore tidak berhenti membuat pengunjung klinik dan apotek menjadi sepi. Pak Rusdi pun mendekati Yanti dan membuka obrolan ringan.

Pak Rusdi : Dek Yanti kenapa kok sekarang lebih pendiam dari biasanya?

Yanti : Tidak apa-apa pak.

Pak Rusdi : cerita aja dek kalau ada masalah,, atau karna kejadian digudang minggu kemarin?

Deg dalam hati Yanti kaget, ternyata pak Rusdi juga masih mengingat kejadian itu.

Yanti : ii iya pak, saya gak mau bapak berbuat seperti itu lagi.

Pak Rusdi : Maaf dek kan waktu itu bapak gak sengaja, lagian dek yanti yang jalan kurang hati-hati jadi jatuh

Yanti : iya pak itu juga salah saya, saya mohon jangan diingat-ingat lagi pak.

DAAAAARRRR ( tiba-tiba suara petir terdengar kencang dan tiba-tiba lampu mati, ternyata listrik padam dan semua menjadi gelap )

Hari yang sudah malam dan listrik padam serta hujan yang masih deras membuat suasana gelap dan semakin dingin,, saat yanti mencari senter dan HPnya tiba-tiba dia merasakan ada yang memeluknya dari belakang. dan benar saja itu Pak Rusdi yang sudah bernafsu kepadanya.

Yanti : ahhh pak jangan paak, saya gak mau pakk, jangan peluk saya begini,.

Pak Rusdi : sudah nikmati saja dek ,, udara yang dingin begini lebih enak kalau pelukan biar hangat.

Yanti : jangan pak , ini salah pak, nanti kalau istri bapak tau gimana?

Pak Rusdi : dek yanti belum tau ya kalau bapak ini sudah menduda selama 3 tahun, makanya bapak tinggal di mess klinik. BandarQ

Yanti pun berusaha berontak dari pelukan pak Rusdi, dia berusaha melepaskan tangan pak rusdi tapi tenaga pak Rusdi lebih besar darinya, pak Rusdi menarik tubuh yanti kedalam kamar periksa yang ada di klinik tersebut dan merebahkan tubuhnya.. Pak Rusdi yang sudah bernafsu kemudian menindih tubuh yanti .

Yanti : ahh pak jangan begini pak saya gak mau pak.

Pak Rusdi : gakpapa dek yanti, kalau kamu hamil bapak akan bertanggung jawab dan menikahi kamu..

Mendengar ucapan pak Rusdi itu yanti menangis dan kembali berontak, dia tak mau melepaskan mahkotanya untuk bandot tua seperti pak Rusdi, dia bahkan belum pernah disentuh oleh pacarnya.

Yanti : saya gk mau pak,, saya masih perawan ,,, apa kata orang tua saya nanti..

Pak Rusdi : saya gak mau tau hal itu dek yanti,, pokoknya malam ini kamu harus melayaniku..

Pak rusdi kemudian meremas kedua toket yanti yang berukuran 34D itu dari luar kemejanya,, pak Rusdi pun menciumi pipi yanti dan berusaha mencari bibirnya, namun yanti yang berontak membuat pak Rusdi kesulitan mencium bibirnya.. tangan pak rusdi yang sudah puas meremas toket yanti dari luar kemeja kemudian melepaskan kancing baju yanti satu persatu.

Setelah kemejanya terbuka kemudian tangan pak rusdi mencari kaitan bra yanti untuk melepaskanya, kini yanti sudah topless, namun karna gelap pak rusdi tidak dapat melihat bentuk gunung kembar montok milik yanti, walau begitu pak rusdi bisa menjilati pentil yanti yang sudah mulai mengeras selain karna dingin tubuhnya sudah mulai terangsang oleh permainan pak rusdi.

Pak rusdi pun melepaskan semua pakaianya. Yanti yang masih menangis dan berdo’a agar mahkotanya tidak terenggut hanya bisa sedikit berontak karna kalah tenaga, pak rusdi kemudian memegang tangan yanti dan diarahkan ke kontolnya yang sudah mengeras.

Pak Rusdi : ayo dikocok sayang,, tangan kamu halus sekali..

Yanti : saya gak bisa pak, saya gak pernah begini,,,,

Kemudian pak rusdi menuntun tangan yanti maju mundur mengocok kontolnya yang cukup panjang , mungkin sekitar 14 cm .. Ngocoks.com

Setelah 10 menit kontolnya dikocok oleh yanti pak Rusdi semakin bernafsu,, dia berusaha melepaskan celana dan CD yang dikenakan yanti,, akhirnya pak Rusdi berhasil melepaskan pakaian yanti dan hanya tersisa jilbabnya,,, yanti pun berusaha lari setelah pak Rusdi melepaskan celanaya, namun saat hendak berlari tangan pak Rusdi dengan sigap menangkapnya, sehingga usaha yanti untuk kabur menjadi sia-sia..

Pak Rusdi kembali merebahkan yanti diatas ranjang pasien,, yanti berusaha menutup kedua kakinya agar pak Rusdi tidak bisa memasukkan kontolnya kedalam memeknya yang masih perawan.. namun tenaga pak rusdi yang besar membuatnya kuwalahan, 10 menit kemudian pak rusdi berhasil membuka kakinya dan menempelkan kepala kontolnya didepan bibir memek yanti yang mulus dan ditumbuhi bulu-bulu tipis disekitarnya..

Yanti : jangan paak,, saya gak mauu, saya mohon pak (sambil menangis yanti memohon kepada pak rusdi untuk membatalkan aksinya)

Pak Rusdi : tenang aja sayang,, sakitnya cuma sebentar kok,, nanti kamu pasti ketagihan…

Pak Rusdi menggesekkan kepala kontolnya kebibir memek yanti dan yantipun merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan,, dia tak bisa memungkiri rasa nikmat itu, namun dia juga sadar kalau hal itu salah.. dia menangis dan sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kepadanya..


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Rabu, 27 Agustus 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN PEREMPUAN POLOS BERJILBAB

Sahabat Poker - Cerita ini bermula ketika Rozak yang sudah menjomblo selama 1 tahun iseng-iseng membuka FB dan Dia melihat postingan foto dari cewek jilbab yang lumayan semok dengan wajah putih yang menggoda batinnya. Dia mencoba berkenalan dan meminta kontak cewek tersebut.

Singkat cerita setelah berkenalan mereka akhirnya deket dan sudah mulai tumbuh benih-benih cinta diantara mereka. Setelah mereka bertemu saat Rozak cuti kerja mereka semakin yakin satu sama lain. Akhirnya setelah 1 tahun kerja Rozak memutuskan untuk berhenti bekerja dan mulai Kuliah di Kota J***a.

Yanti yang sudah lulus SMK pun akhirnya memutuskan untuk bekerja di Sebuah Klinik Apotek di kota asalnya, mereka menjalani hubungan LDR dengan baik-baik saja sampai ada beberapa kejadian yang menguji cinta mereka. Karena klinik tempat Yanti bekerja mengharuskan untuk tinggal di mess yang ada dibelakang klinik. Sementara Rozak yang baru masuk kuliah masih sibuk dengan acara ospelmab sehingga selama seminggu tidak menghubungi yanti.

Yanti yang memiliki postur tubuh menggoda ternyata menarik perhatian dari Pak Rusdi, Apoteker yang bekerja di klinik tersebut, Pak Rusdi yang berusia 45 tahun memiliki perut buncit dan badan besar. Pak Rusdi merupakan Apoteker yang dipercaya memegang kunci Klinik dan Apotek. Pak Rusdi juga tinggal di mess tersebut dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Yanti.

Suatu pagi yanti baru selesai mandi dan mencuci baju, dia menjemur baju dihalaman belakang .

Pak Rusdi : Dek Yanti sedang apa?

(Yanti kaget karna tiba-tiba Pak Ruslan sudah ada dibelakangnya.)

Yanti : Eh pak rusdi bikin kaget aja.., Ini pak lagi jemur pakaian.

Pak Rusdi : rajin banget dek yanti ini pagi-pagi gini

Yanti : iya pak kan jam 7 klinik sudah buka.

Pak Rusdi : bapak jadi suka sama dek yanti kalau gini

(yanti sedikit kaget dan heran dengan pernyataan pak ruslan, tapi dia berusaha bersikap biasa)

Yanti : ah bapak bisa aja, biasa aja kok pak.

Pak Rusdi : yaudah dek yanti kita sarapan dulu

(saat pak rusdi berpaling tanganya sedikit meremas bokong yanti yang semok sehingga membuat yanti sedikit kaget) BandarQ  

Setelah kejadian pagi itu yanti merasa pak ruslan sedikit aneh, apalagi pak ruslan sering memberikan perhatian lebih kepadanya dibanding karyawan lain.

Sampai akhirnya dihari minggu adalah hari libur klinik, semua karyawan memutuskan pulang kerumah tetapi yanti mendapat tugas khusus dari pak rusdi untuk mengecek stok obat, sehingga dia tidak bias pulang kerumah hari itu.

Akhirnya yanti dan pak rusdi ke gudang untuk mengecek stok obat yang ada, disini pak rusdi mulai berfikiran kotor karna hanya berdua dengan gadis jilbab yang semok di gudang klinik, bebapa kali pak rusdi mengambil kesempatan untuk menyenggol dan meremas bokong yanti yang semok,, hal ini membuat yanti sedikit tidak nyaman.

Yanti : aduh pak jangan nyenggol-nyenggol donk .

Pak Rusdi : Maaf dek habisnya sempit ruanganya.

(suara gemuruh tiba-tiba terdengar menandakan diluar sedang hujan)

Yanti : yah hujan jemuranku basah donk. saya angkat jemuran dulu pak .

Saat yanti ingin keluar tiba-tiba dia tersandung dan jatuh dipelukan pak ruslan. posisi yanti berada diatas tubuh pak ruslan, tiba-tiba yanti merasakan tangan pak ruslan sudah meremas toket kirinya yang sekel dan besar itu,


Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Selasa, 26 Agustus 2025

KISAH NYATA KEHIDUPAN - JILATAN PENGKID

Sahabat Poker - Nama aku Jojo.(bukan nama sebenar) Aku agak terkenal dengan sikapku yang peramah dan suka berjenaka. Barang siapa saja yang lepak dengan aku pasti tak akan kering gusi dengan lawak jenaka aku yang merapuuuu.

Aku ada berkenalan dengan seorang “datin” yang tak payahlah aku sebut namanya.Orangnya manis. Walaupun sudah mempunyai anak empat tapi body dia “bergetah” beb. Aku berkenalan dengannya sewaktu aku bermain bowling diSunway Piramid. Dari perkenalan yang pertama aku diajak untuk menemaninya untuk makan malam disebuah hotel terkemuka. Dari situ aku dapat tahu yang dia selalu bersendirian dan sudah pun bercerai dengan suaminya. Apa lagi aku pun tunjuklah macho aku macam jantan. Dan aku tahu yang dia jugak syok dengan aku. So makan malam tu tak disitu saja. Dia terus mengajak aku bersiar-siar dengan keretanya.

Apa lagi dalam kereta aku cuba mainkan peranan aku. Tangan aku mula menjalar kepahanya yang begitu terserlah. Datin hanya mendiamkan diri lalu bertanya padaku… “dah lama tak buat kerja nie??” Aku hanya diam dan terus mencium pipinya. Nampaknya Datin nie pun dah “gersang” terus dia ajak aku bermalam dirumahnya. Aku terima sahaja. Sampai saja dirumah mewahnya, sebaik sahaja Datin menutup pintu dia terus mengucup bibirku dan kami berkucupan buat seketika.

Untuk pengetahuan kalian semua Datin bukan lah perempuan yang pertama aku tiduri malah Datin hanyalah “spere” saja. Sebenarnya aku dah ada awek tapi saja nak rasa pantat lain pula.Berbalik kita pada cerita aku. Oleh kerana Datin orangnya kecil molek aku terus mendukung dia dan aku bertanya dimana biliknya. Sampai saja dibiliknya aku merebahkan Datin diatas katilnya. Apa lagi aku terus mengomol Datin dengan romantiknya. Aku bertanya pada Datin pernahkah dia tidur dengan “peng kid”?? Datin menjawab “first time” katanya dia dah lama dah tak dapat… BandarQ 



Aku pun terus dengan tugasku. Bibirnya ku kucup dan aku terus menjilat lehernya nampaknya Datin nie tak tahan bila aku menjilat bibirnya. Apa lagi Datin terus mengambil tangan aku dan meletakanya de buah dadanya. Aku pun menyuruh Datin membuka pakaian nya satu per satu. Tanpa membuang masa Datin pun bangun dihadapanku dan meleraikan satu demi satu sehingga dirinya tidak berpakaian lagi.Wow body dia macam anak dara walaupun “janda beranak empat”. Aku menyoyot buah dadanya yang pejal dan terus menjilat badannya kalau nak tahu “peng kid” macam aku nie raja jilat. Maklumlah tak ada konek.

Sampai saja dekat pantat dia aku apa lagi terus menjilat-jilat dengan penuh nafsu, rupanya pantatnya dah basah beb. Lagi menyenangkan kerja jilatan aku. Datin sudah tak tahan sambil menekan kepala aku untuk terus menjilat. Aku menghisap biji kelentit Datin dan rasanya Datin dah pun klimaks. Datin menyuruh aku baring dan habis seluruh muka aku dijilatnya. Aku belum puas dan menyuruh Datin baring semula lalu aku masukkan jari aku ke lubang pantatnya. Datin hampir menjerit menahan kesedapan jemariku. Lubang Datin masih ketat rasanya betul le dia nie dah lama tak dapat.

Aku terus menyosong tarik jariku yang ada dalam pantat Datin. Lebih kurang lima minit juga aku bertarung dan Datin klimaks untuk kali kedua. Aku puas dengan cara tersendiri. Datin beritahu aku yang akulah “peng kid” pertama yang membuatkan dirinya hanyut dalam alam yang baru. Untuk pengetahuan korang aku bukan jenis “lesbian” yang aku juga harus dijilat dan di jolok tapi cukup sekadar bercumbuan, menjilat dan menggunakan jari aku sebagai pengganti konek. Sampai kehari ini aku masih lagi merasa pantat Datin yang begitu sayang dengan aku.

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Senin, 25 Agustus 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN - 5 ROUND SATU MALAM - Part 2

Sahabat Poker - Michele kembali dari dapur. Di jarinya, dia mengepit sebatang rokok…Merokok lagi minah ni…Lalu duduk di sebalah aku..Diam..lalu mencapai remote untuk menghidupkan TV…Dia bangun, menekan suis DVD playernya. Lantas memasukkan DVD yang aku pun tak tahu apa tajuknya…Duduk kembali di sebelah aku..Gambar di paparan TV 29¨ nya pun keluar…

Aku terkejut beruk bila melihat TV! Michele pasang DVD Blue..jelas giler gambarnya…Dengan peralatan Home Theater, bergegar juga telinga aku..Daring giler minah ni..

“Michele, are you out of your mind? You bukak cerita apa ni?¨Michele meletakkan jarinya ke mulutku, tanda suruh diam!

Aku memang tak senang duduk. Minah ni selamba badak dia je pasang DVD Blue! Dah la seluar aku ni kecik, adik aku yang mencanak ni macam dah rasa sempit…Seluar perempuan memang takde ruangan untuk adik aku…

“You tengok ajelah…I baru pinjam dari kawan I…ada jalan cerita…Bukan setakat demo aje..¨ Michele tiba-tiba bersuara…

“You ni…main tibai je tengok depan I..I ni collegue you…Nanti jadi scandal lak kat office…baru you tahu…¨

“Kalau you tak bagitau, takde sape yang akan tahu…¨ Eh..pandai lak minah ni kenakan aku…

Paparan di TV makin rancak..aku memang tak senang duduk. Seluar Michele ni sempit..Adik aku dah mencanak..Aku membetulkan parking adik aku…Michele nampak, dia tersengih…Aku malu…

“Kalau you nak betulkan parking, betulkan ajelah…nak malu apa dengan I…¨ Michele tambah galak tersengih, seakan mengejek aku aje…

Aku seluk seluar kecik tu dan membawa kepala adikku ke atas…Tiba-tiba Michele menyeluk seluar jerutnya dengan tangan.. Apa lak minah ni buat..Steam ke? Aku ni memang schema la..Kalau orang lain dah tentu ajak main…Aku ni peluang depan mata pun nak tahan-tahan…Yelah…mesti lah aku tahan, aku nak pertahankan virginity aku ni…hehehehe…Tapi patut ke? Michele ni dah le lawa, rambut mengurai, body solid…buah dada pun agaknya boleh tahan (aku tak tengok lagi), punggung berisi la jugak (tak macam standard amoi…leper)…Aku mula merasa geleman…Minah ni memang outgoing person! Sosial Giler! Aku pun segan nak seluk-seluk seluar depan orang lain! Aku rasa tercabar…Dia buat tak peduli aje apa yang aku rasa..Aku mula nakal…

“You boleh betulkan parking I¨ tetiba aku bersuara…Aku pun terkejut, kenapalah aku boleh seberani itu untuk bersuara…

“Kalau you rasa sempit, you bukak ajelah seluar tu…Senang cite…¨ Ewah, minah ni…Aku bukak kang!

“You ni macam challenge I je..I bukak karang, you jangan terkejut!¨ balasku… “Bukaklah…kalau you berani!¨ eh, tersirap darah aku ni!

Dengan selambanya, aku bangun dan berdiri di depan dia..Dia ingat aku kecil anak? Aku Firdaus lahh…Aku tarik tangan Michele dengan lembut, lantas ku suakan pada butang dan zip seluar kecik tu…Dia terpinga…

“You nak I bukakan ke? Nanti you segan…¨ sapa Michele… “I memang nak suruh you bukak..You cabar-cabar I tadi..Sekarang bukaklah…¨ Michele mula membuka butang seluar kecik berwarna merah jambu itu..Agak perlahan dan terketar juga tangan dia…Aku tersengih…Setelah butang terbuka, dia mula menarik zip…

“Hahahahahaha! You pakai G-String ke Firdaus?¨ “Abis, you ingat you aje yang pandai pakai?¨ “Firdaus, I tak pakai G-string lah…I pakai Thongs!¨ “Ye ke?Boleh I tengok thongs you tu?¨ reaksiku…Aku mula nakal…Michele dah bagi chance, aku sambar ajelah…

“Nanti dulu, bagi I tengok you punya dick dulu…¨.

Michele menarik G-string yang aku pakai…Sebaik saja di tarik, maka terkeluarlah adik aku dengan bebasnya…Hah, terkejut Michele melihat…Agaknya, tu sebab dia kata Melalyu punya hebat..Aku rasa tak lah hebat mana..Omputih punya lagi hebat…Aku punya Cuma 7¨ je dan ada aku dengar orang melayu paling kecik ialah 3.5¨…Aku rasa cina punya kecik lagi kot..kalau tak kecik mestilah lembik…

“Besar juga you punya ni, Firdaus…Keras semacam je? Dah steam ke?¨Ewah amoi ni, kalau nak cakap ajelah…

Michele lantas memegang kote aku…lantas disuakan hujung lidahnya ke kepada kote ku…Aku rasa lain macam..Buat pertama kali dalam sejarah hidup aku, Michele la orang yang pertama berbuat begitu..Takde rasa apa-apapun…Michele tambah ligat dengan menjilat-jilat sekitar kepala koteku..Aku geli..tak lama selepas tu, dimasukkannya kepala kote aku dalam mulutnya…Kali ni barulah aku terasa geli…Tadi ok je..Dan tak lama lepas tu, disorong-tariknya separuh kote aku dalam mulutnya..Yang membuatkan aku geli ialah, dia bukan sekadar sorong tarik, malahan menggisap-hisap koteku..Rasa geli yang amat sangat…mana amoi ni belajar…Ada la dalam 5 minit dia buat macam tu…Aku malam tadi melancap, so, air aku belum lagi terasa nak keluar…Tapi memang aku akui, memang geli…

Michele bangun, lantas membuka bajunya…satu-satu butang baju kemeja nipis berwarna putih itu dibukanya..Terserlah dua bukit yang boleh tahan besarnya sambil dititupi dengan bra berbunga-bunga berwarna coklat pekat…Lantas, kemudiannya, seluar cerut pendek berwarna putihnya pula yang ditanggalkan…Aku hanya mampu memerharikannya…Tinggal bra dan thongs aje… Aku bangun, lantas memeluk Michele…Aku tibai ajelah..Apa yang aku tengok dalam CD Blue tu aku harus praktiskan…Aku rangkul bawah ketiaknya dan mula mencium tengkuknya…Mungkin mata Michele separuh terbuka sekarang…Aku cium tengkuknya berkali-kali sampaikan sebelah kaki nya terangkat dan mahu melingkari pehaku…Aku sebenarnya tak puas hati bilamana aku sorang je yang bogel..Minah ni masih lagi dengan under garmentnya…Koteku tersentuh-sentuh cipap amoi ni…Dadaku bertemu dengan bukitnya, tertindih-tindih keduanya…Aku naik sheikh…Nafsu aku mula membuak-buak…

Aku beralih kepada mulutnya, aku cium bibirnya serakus yang boleh..Aku tak peduli…Aku taknak kalah dengan Michele! Tiba-tiba, lidah Michele mula masuk kedalam mulutku…Isy, apa ni? Tak geli ke? Aku tak dapat mengelak keraa Michele pantas..Aku pun mula menghisap-hisap lidahnya dengan rakus…Ooo..Inilah yang dikatakan sup lidah…Sesak juga nafas aku dibuatnya…Aku masukkan lidah aku pula kedalam mulutnya..Michele menghisap lidahku dengan rakus…Digigitnya lidah aku..Kekadang, aku sakit juga..Air liur kami bercampur baur..Aku dah tak kisah…pengalaman ini adalah pengalaman baru yang menyeronokkan! BandarQ 

Kemudian Michele melepaskan french kiss kami buat seketika…Aku mengambil peluang ini untuk bernafas..Sesak aku dibuatnya! Dia mencangkung seketika…Mengambil koteku lantas dimasukkannya ke dalam mulut, kali ni mata aku pula yang terpejam menahan sedap! Sedap! Dia bukan setakat menjilat dan mengulum, bahkan menghisap-hisap kote aku sampai satu macam geli sampai ke otak aku rasakan. Sementara dia “blow job” aku, aku ambil peluang untuk bukak tali bra nya..

Dengan sekali bukak, semua cangkuk bra pun tercabut. Michele tak membantah, dia masih mem”blowjob” aku. Aku tarik bra dia ke depan dan terserlahlah dua gungung yang selama ini aku hanya lihat dalam CD Blue..Aku ramas-ramas sedikit. Best jugak perah tetek amoi ni..Puting dia tak usah cakaplah…dah tegang abis! Aku pimpin dia supaya berdiri. Kali ni aku lak yang bongkok..Aku suakan mulut aku pada tetek amoi ni..Aku hisap semahunya…Michele mula mendesah kecil…Puting minah ni dah tegang semacam…Lagi aku hisap, lagi dia mengerang…Ahhhh…

Aku turun sikit, aku mencangkung, lalu aku pandang ke atas, ke muka Michele..Aku angkat kening..Michele hanya senyum..Aku suakan hidung aku pada permukaan cipapnya yang masih diselimuti thongs…

“Michele, jom masuk bilik you?¨ “Ok…jom…¨ balas Michele…

Sampai di bilik, Michele melompat ke atas katil saiz Queen nya. Bergoyang-goyang katil spring tu..Aku pun turut serta..Aku dan Michele tak lagi bersuara…Kali ni, hanya tangan yang bertindak…Aku letakkan tangan aku ke atas teteknya..Michele senyum. Aku mula memikirkan macamanalah nak tarik thongs dia ni…Lalu, dengan tanpa segan, aku terus tarik aje thongs dia tu..Dia diam, tak bantah..Malahan tersenyum lagi..Aku terkejut! Cipapnya memang dicukur abis…Licin! Takde bulu langsung! Nampak macam kaler coklat…Aku turunkan muka aku…orang kata cipap perempuan ada bau..Tapi yang ni takde bau pun! Agaknya, Michele ni pembersih orangnya…

Aku kangkangkan kakinya..Michele tetap senyap tapi tersenyum..Seakan menunggu tindakan aku selanjutnya..Aku mula menjalarkan lidah aku buat kali yang pertama kepada cipap Michele..Sedap jugak merentasi alur-alur dan bibir-bibir cipapnya…Macam rupa pedal pun ada sebab dia ni tak sunat..Lembik semacam je cipap dia ni…

Aku tiru abis CD Blue yang aku pernah tengok..Aku bukak rekahan alur cipapnya..Kering…Mana air ni…Aku jilat cipapnya dari bawah ke atas…dua tiga kali aku jilat…Michele pejam mata…aku nampak kerana sesekali aku memandangnya..Michele telah hanyut…Aku ingat dia ok je…rupanya geli jugak dia ye…

Kakinya kadang-kadang mengepit kepala aku. Tapi aku dah khayal menjilat cipap Michele…Aku rasa sedap..Sesekali aku masukkan lidah aku ke dalam lubang cipap Michele..Lagi mengerang dia…¨Ahhhh…¨ Aku seronok, dia pun seronok…Aku nak jilat lama-lama sikit…Sebab sedap..Air Michele dah mula terbit..Aku rasa sikit, masin…Aku jilat lagi…Michele mula mengerang kuat…

“Firdaus, harder! Harder!¨

Air mazi Michele terbit lagi…Kali ni lebih sikit..Aku jilat..Sedap jugak air mazi ni ye…Masin sikit..Aku main peranan guna jari pulak..Aku ambil jari tengah, aku masukkan kedalam cipap Michele…¨Ohhhh….¨Michele mengerang…Aku sorong tarik jari aku…Makin kuatlah dia mengerang! Punggungnya di ayak ke atas ke bawah…Aku masukkan dua jari, aku sorong tarik..Kesian Michele..

“Firdaus, I nak your Dick sekarang jugak! I dah tak tahan…¨ “Nanti jap..I belum jilat your anus lagi…¨ aku makin nakal…Nak jilat lubang punggungnya pulak..Aku dah tak kira bersih ke tak bersih…Sebenarnya, aku dah lama mengidam nak buat semua ni kecuali masuk ikut lubang belakang…

“Cepatlah, Firdaus…I nak fuck dengan you cepat-cepat..¨

Aku letakkan bantal di bawah punggung Michele..Aku tarik kedua pehanya ke arah aku…Cipapnya terbuka agak luas…Aku benamkan muka aku ke lubang belakangnya…Aku jilat abis…Aku main pusing-pusing hujung lidah aku ke lubangnya..¨Ahhhhhhhhh………¨…Michele mengerang tambah kuat! Aku jilat dari lubang belakang ke atas hingga ke lubang cipapnya…Aku tengok masa, dah 25 min aku warm up dengan Michele..

Aku nak buat ke taknak…? Aku nak buat ke taknak? Tiba-tiba, Michele bangun dan menarik aku kepadanya…Kami berkulum-kulum lidah buat seketika…Akhirnya aku decide nak fuck Michele jugak..

Waktu dah menunjukkan pukul 8:15 malam…Aku masih diranjang bersama Michele…Aku bangun kembali..Michele tersenyum, seakan merayu aku agar dimasukkan saja kote aku ke dalam cipapnya dengan segera…Kote aku dah terlalu tegang…Aku tilik lubang cipap Michele, dah berair dah terkemut-kemut macam ombak…Dah berapa kali keluar air la amoi ni tah…

Aku halakan kepada koteku ke bibir cipap Michele…Lantas aku melancarkan serangan ke dalam lubang nikmat itu sehingga habis keseluruhan 7inci¨! Aku biarkan buat seketika…Aku tarik kote ku dan menyorongnya ke dalam semula…Michele bagaikan hilang akal…

“Ahhh…Ahhh….Ahhh…Agrhhhh…Firdausssss, sedappppnyaaaaa…..¨

Aku pun turut mengerang…Maklumlah pengalaman pertama…Sedap tak usah nak katalah…macam kote aku penuh dalam lubang cipap Michele…Macam ditarik-tarik pun ada…Pulak tu, cipap Michele terus mengemut-ngemut…Ahhh…Aku rasa macam dicengkam dek kemutan yang sedap itu…

Michele menggeliat! Dia menahan sorongan aku..Tak tahan katanya…Besar sangat ke kote aku ni? Tapi memang muat pun dalam lubang cipapnya…Rupanya dia bagi insyarat yang dia nak “kudakan” aku pulak…”Horse Riding” la ni…Dia memanjat tubuh aku…Air-air cipapnya melekat-lekat di sekitar perutku…Aku ambil sedikit lalu menjilat air tersebut…Michele senyum..Lalu dia pulak yang mendayung aku…Ganas amoi ni…Macam nak terangkat lak punggung aku…Sedapnyaaaaaaaaa……

Laju betul dia menghempap aku…Bila berhenti, dia membuat aksi lumat kote sehingga rasa nak terpancut je air mani aku….Lama betul dia ni! Michele terus sorong tarik…Kote aku dah macam nak kecut dek kemutan dia tu…Seluruh badan ku terasa pijar…Macam nak demam pun ada sebab aku dah mula letih…Peluh kami bercampur baur….Erangan Michele memenuhi bilik itu…

“Firdaus…I nak cum….¨ “I pun…jom…sama-sama….¨

Nak berbicara pun tak sempat..Michele menjerit….

“Firrrrdaaaauuuusssss….I,m commmmmingggggg¨…… Ahhhh..melimpah air Michele walaupun sedikit…Aku tahan nafas…tahan air mani ku daripada terpancut dalam lubang cipap Michele…Aku dah tak tahan…Aku cabut kote ku daripada lubang cipap Michele..Terjerit kecil dia tatkala aku mencabutnya…Aku cepat-cepat bangun dan menghalakan kepala kote aku ke arah muka Michele..Macam dalam CD Blue pulak si amoi ni bila dia mengangakan mulutnya…

“Pancut dalam mulut I, Firdaus…¨

Lantas, membuak-buak air mani ku terpancut ke dalam mulut Michele… Adalah dalam 6-7 das…sebahagian air mani aku terpancut di pipinya dan sebahagian lagi di dalam mulutnya…Sebahagian di pipi habis di seka oleh Michele dan dimasukkannya ke dalam mulut…

“Ahhhh…Ahhhh…Ahhhh¨ aku mengerang sehabis erang!

Michele senyum…”You’re great, Firdaus…¨

Aku membalas senyum…(Rahsia tahan lama aku ialah aku melancap semalam)…Aku mencium mulutnya yang penuh air mani aku…Oh…macam ni rasa air mani… Malam itu aku tidur telanjang bulat bersama-sama dengan Michele..Esoknya, kami dua-dua MC sebab terlampau penat…Amoi ni kerahkan aku sampai lima round malam tadi…habis teruna aku..

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Minggu, 24 Agustus 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN - 5 ROUND SATU MALAM

Sahabat Poker - Kisah ini adalah satu kisah benar yang tak mungkin aku lupakan sepanjang hayatku. Pada waktu itu, buat pertama kali dalam hidupku, aku mula mengenali permainan orang dewasa. Sebelum itu, aku hanya mampu menonton di VCD kisah pertembungan hubungan erat di antara lelaki dan wanita paling. Aku tak tahu pun bagaimana mahu memulakannya ketika itu.

Kisah itu terjadi sewaktu aku baru dua bulan bekerja di salah sebuah Firma Guaman terkenal di Metropolitan Kuala Lumpur. Aku bekerja sebagai penolong pengurus akaun di firma tersebut. Dalam usia yang baru 25 tahun, aku telah diterima masuk oleh firma tersebut. Segalanya agak formal dan terlalu profesional buatku. Rata-rata Legal Assistant menerima aku dengan pandangan yang sinis. Mungkin mereka menyangkakan bahawa aku ini berkelulusan rendah. Rata-rata peguam disitu agak sombong, membosankan dan terlalu serius. Mungkin Partners firma tersebut lebih mengenaliku daripada mereka. Ah…pedulikan…Yang nyata, aku adalah pemegang Ijazah Sarjana Muda Perakaunan dari salah sebuah universiti terkemuka di Malaysia.

Dalam ramai-ramai Legal Assistant tersebut, ada seorang daripada mereka yang agak baik denganku. Aku pun tak tahulah apa nama amoi ni..tapi penampilannya memang berbeza dengan statusnya sebagai seorang Legal Assistant muda. Pernah sekali aku terserempak dengannya di lif, aku menegurnya dan dia hanya mampu memberikan senyuman. Walaupun amoi ni agak cute, tapi dia juga tak terlepas daripada perangai sebenar peguam, iaitu serius! Dalam lif, aku bertanya padanya..

“You just came?¨ “Yeah…a bit late..Always like this…¨

Setelah kuselidik dari senarai peguam-peguam di firma tersebut, barulah aku tahu yang nama amoi cute ni Michele..Kenapa aku kata dia cute? Sebabnya dia tak terlalu tinggi tapi kurus..Tingginya mungkin takat bahu aku aje…Kurusnya mengalahkan batang galah..mungkin pehanya sebesar lengan aku ni aje…Sebab selalunya dia ni memakai skirt pendek separuh peha..So, dapatlah aku agak besar mana pehanya…lagi satu yang buat dia ni cute ialah,rambutnya yang panjang memang sengaja dilepaskan hingga menutupi belakangnya.. Macam Avril Lavigne lak gayanya..Bibirnya pula memang dipalitkan dengan gincu berwarna gelap seperti kaler coklat…macam Ning Baizura pun ada..Aku taknak mengelamun lebih-lebih…

Satu petang, aku seperti biasa sedang bersiap-siap mahu pulang ke rumah..Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5:45 petang..Waktu pulang ialah pukul 5:30 petang..Pejabat agak sunyi kerana kerani-kerani semuanya sudah pulang, on time..Cuma mereka yang ada bilik akan terus melepak di pejabat, mungkin menghabiskan kerja-kerja yang perlu disiapkan..Semua executive dan peguam termasuk aku mempunyai sebuah bilik sendiri… Kerani takde bilik..so, diorang awal-awal lagi dah cabut..

Aku bercadang nak merayap di MID Valley, kebetulan pejabat firma guaman tempat aku bekerja terletak betul-betul di belakang Mid Valley..Kebetulan aku nak cari pakaian sikit..Tambah-tambah apa yang patut..maklumlah, aku dah hampir meluat tengok Legal Assistant yang sombong-sombong tu..Aku mana boleh kalah…

“Firdaus, come here…¨Aik…sape lak panggil..Macam kenal je suara..

Aku menoleh kebelakang, takde! Aku pandang kiri, aik..Si Michele ni panggil aku ke?

“Did you called me?¨ “Yes, I ‘ve got something to ask…¨ balasnya. “But, I,m in hurry…¨ kataku pula.. “Ok…it,s ok…Maybe later…¨ balas Michele.

Timbul pula rasa kesian aku pada amoi ni..Sudahnya, aku mengalah juga…Aku berjalan menuju ke biliknya..

“Yes, what can I do for you?¨ tanyaku pada Michele.. “Could you please speak Malay, you are Malay, right?¨ aik…terkena hidung aku! “I,m sure that you are fluent in English…Why must we talk in Malay?¨aku kenakan dia balik… “Firdaus, you belum kenal I lagi…I,m from Melaka…you know Baba-Nyonya?¨.

“Yes Michele, of course I know…You nak cakap Melayu ke nak cakap omputih ni…?¨ tanyaku pada Michele..

“Hehehe…I ada satu nak cakap dengan you…¨balas Michele. “And I think, you kena tolong I jugak…¨ “I boleh tolong you Michele, tapi pasal apa?¨ “I ada masalah peribadi…Well, with my boyfreind!¨ “Why are you trusting me? You tak minta tolong orang lain ke?¨balasku…

“Kat sini, yang profesional worker, melayu…lelaki…Cuma you sorang je…So, I rasa youlah orang yang paling tepat untuk I tanya…¨ Michele bersuara sambil memebtulkan skirtnya yang hampir terdedah…

“Ok…as long as you tak perkosa I, I boleh tolong..¨Aku cuba bergurau… “Hey, please la…I bukan macam tu…¨ kata Michele,tergelak.

Suasana hening seketika…Ku lihat Michele tiba-tiba menyusun fail-fail kesnya yang sedang berselerak..Tiba-tiba dia menyeluk tas tangan dan mengeluarkan sekotak rokok Salem Light…Wah, smoker juga amoi ni…

“Nak?¨ Michele menghulurkan kotak rokok berwarna hijau itu… “No,thanks…¨ aku tak merokok la Michele…Apalah minah ni…Setahu aku,kalau lelaki merokok takpe, perempuan kalau merokok, dah le buruk…membahayakan kandungan lak tu kalau mengandung! Tapi takpelah, dia ni belum kahwin dan belum lagi mengandung…

“Apa pendapat you kalau you nampak kekasih you sedang berasmara dalam rumah you dengan seorang lelaki lain…?¨ Michele bukak cerita…Wah! Cerita berat dan panas ni!

“I lelaki, I mana ada boyfriend!…¨ gurauku, untuk hilangkan stressnya… “I cakap kalau you jadi perempuanlah…¨Michele tetap serius… “I rasa you kena tanya dia, apasal dia buat you macam tu…¨ cadangku…

“Firdaus, you ingat I ni gadis tahun 50-an ke…kalau I dibuat macam ni, I pun boleh buat dia perkara yang sama tau…¨Michele bersuara lantang..

“Then, make it!¨ balasku, senang cerita…Aku mulai resah, jam sudah menunjukkan pukul 6 petang..Alamat balik rumah terus lah aku hari ni…Tak jadi pergi Mid Valley! Minah ni lak ajak aku kongsi masalah dia..

“I kekadang nak balas dendam, I nampak boyfriend I bergomol dengan perempuan mat salleh semalam, I terus halau kedua-duanya sekali dari rumah I…¨ sambung Michele…

“You tinggal dengan boyfriend you ke? Mana dia dapat kunci?¨ “Memang I tinggal dengan dia, tu sebab dia ada kunci..¨Balasnya lagi…

Wow! Aku pun terkejut dengar pengakuan dia. Tapi mungkin itu perkara biasa bagi bangsa Cina..Kalau melayu macam aku buat macam tu, dah tentu kena serbu dengan penguatkuasa…

“Eh, you nak balik ke?¨ tanya Michele kepada aku… “I memang nak balik..¨balasku… “You drive ke? Kalau tak, I boleh hantarkan you balik…¨ “Eh, takpelah..I tak drive hari ni…kereta tinggal kat rumah…¨ balasku.. “Eh, takpelah…I serius ni…Lagipun kat luar tu hujan lebat…¨balas Michele… “Hujan ke?¨aku ingin kepastian…

Maka, aku pun menaiki kereta Toyota Altis nya petang itu. Lama juga kami berbual dalam kereta. Hujan diluar lebat menggila, membuatkan jalanraya dengan mudahnya menjadi sesak. Perbualan di dalam kerata membuatkan aku lebih mengenali Michele..Dia tinggal di Bangsar, anak orang kaya, bapanya bekas magistret dan kini menjadi seorang ahli perniagaan yang berjaya, berumur 27 tahun, iaitu lebih tua daripada aku, dan berkelulusan undang-undang dari Harvard..

Dia mengakui bahawa dia amat senang borak dengan aku walaupun selama lebih dua bulan aku bekerja, aku selalu macam orang sombong katanya…Mana tidak, aku yang tengok amoi ni macam sombong, aku tak layanlah… BandarQ

“I sejuklah dalam kerta you ni, Michele…¨ kataku memecahkan kesunyian yang menerpa. “Then, let us singgah at my apartment…Minum teh¨ “Isk.., I takutlah Michele…Kena serbu karang…¨ aku bersuara bimbang…

“Ala, you no need to worry lah..area I tu mana ada serbu-serbu ni..Kalau you nak tau, disitulah anak-anak sugar daddy tinggal..Jiran I seorang Tan Sri, tapi yang tinggal bukan Puan Sri! Yang stay sana cuma seorang girl yang lawa dan tinggi macam model…ala, daddy dia suaplah tu…¨ cerita Michele…

“OIC…¨ aku mencerun..Risau pun ada…karang diapa-apakannya aku karang…

Akhirnya aku sampai juga di kaki apartment Michele di Bangsar..Pak guard India yang jaga gate tu buat tak tahu je Michele bawak aku. Indah juga tempat ni…Kalau rumah aku macam ni, baguih la jugak!

Setelah keluar dari lif dan sampai ke aras 16, Michele memimpin aku (tapi tak pegang aku) ke apartmentnya…Aku bertambah kecut…Dalam hati, aku menyumpah-nyumpah si Michele ni yang memanggil aku dalam pejabat tadi…kalau tak, aku dah boleh balik dan tidur!

Michele mempelawa aku duduk, sementara dia masuk ke bilik untuk menukar pakaian…Bebepara lama kemudian, dia keluar sambil membawa sehelai short pendek..Ni mesti seluar dia ni…Aku tengok amoi ni bukan main daring lagi pakaiannya, jarang giler!! Tapi nasib baiklah pakai underwear atas dan bawah..Memang aku boleh see through pun…Dah semuanya putih, apa lagi, nampaklah…

“You pakai seluar ni…You punya slack tu kan dah basah..¨ arah si amoi ni kepada aku… “Ni seluar sape ni, pendeknya….¨balasku, aku ingat, kalau aku pakai seluar pendek ni, dah tentu, pangkal punggung aku pun boleh nampak…

“You ni takut sangatlah, Firdaus…You pakai ajelah…That is my short…dah basuh pun, janganlah you risau…¨ tambah Michele…

Michele meminta aku menukar pakaian di dalam bilik tetamu sementara dia pergi ke dapur.. Mungkin buat air panas, kopi atau teh…Aku mula risau…Baik benar si Michele ni, bawak lelaki asing ke rumah dia…Ah…pedulikanlah…Yang penting, bila baju dan seluar aku kering, aku boleh mohon diri, cabut! Aku kembali ke sofa di ruang tamu..Rumah dia ni pun satu lagi sejuk! Mana suis air-cond ni…Aku hanya berseluar pendek tanpa baju kerana Michele tak bagi baju..Mungkin bajunya semuanya ketat-ketat dan tak sesuai dengan struktur tubuh aku yang boleh tahan sasa ni..

“Sorry, I,m late…You tak pakai baju ke?¨ Michele terkedek-kedek membawa dua mug kopi… “Abis, you tak bagi I baju…¨ balasku… “Ala sorry Firdaus, semua baju I kecik…mana muat dengan you yang tough ni¨…kan aku dah kata…

“Ok…I Cuma sejuk..you tolonglah slowkan air cond..I tak jumpa remote pun…¨ pintaku.. “Ok..Ok… I slowkan…You sejuk ke?¨Ewah minah ni…lagi mau tanya ka?

Michele menekan punat remote yang tersorok di atas peti TV 29¡¨..Lalu, dia membawa kembali dua mug tersebut dan memberikan salah satu daripada nya kepada aku…Aku menerimanya. Michele duduk di sebelah aku…Lalu dengan selambanya dia duduk besila di atas sofa..Aku dalam takut tu sempat lagi berfikir nakal…Lantas aku dengan beraninya bertanya…

“Eh, you ni memang pakaian rasmi you dalam rumah macam ni ke?¨ “Why? Is it wrong…Ala, kat rumah, sape nak tengok…¨ balasnya… “For your information Miss Michele Yap, I sedang berada di dalam rumah you…You tak takut ke dengan I¨

“For you information Mr Firdaus, sebelum ni, my ex-boyfriend pernah tinggal disini sebelum I halau dia malam tadi..I dah biasa¨…Balas Michele. Aik, ex-boyfriend? Dah clash dah…kejapnya minah ni jatuhkan hukum!

“Ok..I faham…So, you tak takutlah dengan I?¨ sebenarnya, aku yang takut…Takut hilang teruna! “I belum ada pengalaman dengan lelaki Melayu…I dengar, lelaki Melayu memang hebat…¨ Aik, apa dia cakap ni?

“Maksud you? Hebat dari segi apa?¨ tanyaku… “Takde apa-apalah…¨ Michele merengus, tarik muka… “You ni Firdaus, buat-buat tak faham!¨ sambungnya lagi… “I memang tak faham lah Michele…¨ balasku.. “Tak faham takpelah…¨ bentaknya…

Aku yang agak schema ni manalah faham dengan apa yang dia ni cakap…Nak adik aku ke? Isy…Takkanlah…Dia tak cakap pun…Mungkin dia cakap pasal lelaki Melayu hebat dalam bab ambil berat pasal perempuan kot…Takkanlah dia nak perkudakan aku…Aku masih mentah..Umur baru 25 tahun..Aku pun tak tahu cara nak main…Tengok VCD blue tu taulah aku..

Michele bangun membawa mugnya yang sudah kosong…Aku hanya mampu memerhatikan punggungnya yang terhayun ke kiri dan ke kanan..Aik, minah ni merajuk ke? Apa yang dirajuknya?

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Sabtu, 23 Agustus 2025

KISAH NYATA JANDA TUKANG KEBUN - Part 2

Sahabat Poker - Hmmmm Hangat sungguh.Aku terus meminta E memakai coli dan seluar dalam Merah dan menyuruhnya memakai kasut tumit tinggi Merah yang seksi”Amboiii…Romantik dan Ganas jugak abang ni yerr”Sahut E dalam Kegelapan.Aku terus ikut E ke Bilik tidur dan berbaring sambil E menanggalkan baju T dan kain batik yang dipakainya.Sambil itu batang konek aku dah mencanak.Selepas pakai dia berbaring dan aku pun memulakan adegan menjilat bibir pantatnya sambil menyelak undies yang dipakainya. Urghhhhhh. Hmmmmm… Sedapnya Baaaaaaang!!!! E mula mengerang,aku tak puas hati lalu menghisap dengan rakus teteknya sehingga menjadi keras dan kenyal,aku juga jilat lubang bontot E sebab aku akan juga menjoloknya kemudian.

Kini tiba giliran E menjilat dan menghisap dengan berahi,aku tak pernah dihisap oleh biniku dan perbuatan ini merangsang nafsu ku ke makam yang paling tinggi,bila nak terpancut aku menolak E dan membaringkannya sambil menyendal Kedua pehanya ke bahuku, aku naik berahi melihat kasut tumit tinggi yang tergawang-gawang dibahuku, lampu kalimantan yang terang dibilik tidur lagi menaikkan nafsuku melihat semua bahagian tubuh E. BandarQ

Aku mula memasukkan batang ku yang bersaiz XL kedalam pantatnya ,E mengerang lembut merasakan kefanaan batang ku dan aku santakkan ke hujung rahim,E mula mengepitkan pantatnya dan mengemut sekuat hati sampai aku rasa macam nak putus batang XL aku ini.

Adegan batang masuk kelubang pantat berjalan lancar dan aku pump E sampai 100 X sebelum menonggengkan E secara doggie.Semasa cara doggie aku santakkan kuat sampai bergegar katil dibuat nya,sambil tu aku ramas segeram aku keteteknya.Sempat juga aku guna jari untuk menjolok lubang juburnya,selepas puas aku nak masukkan batang aku ke lubang bontot dan ini mengejutkan E sambil berkata”Jangan lah Cikgu…tak pernah buat camni..E tak mahulah”

Aku kata”Jgn lah gitu takper,sekejap aje sakit lepas tu sedaplah,lagipun cikgu tambah Rm 20 lagi o.k” E pun bersetuju dan aku dengan perlahan-lahan memasukan batang ku ke lubang Jubur E “Awwww!!!! sakitlah Cikgu”Aku tak peduli langsung santak masuk dalam lubang E dan mula menghunggis berkali-kali sampai terasa kemutan bontot E semakin galak.Adalah lebih kurang sejam kami bermain sehingga tiba masa E terkulai lesu dan nampak air putih keluar dari celah bibir pantatnya,aku tahu e dah klimaks. Aku pun dah nak keluar juga kerana dah seminggu tak dapat sebab biniku Red-Light lalu membaringkan E dan menghentakkan batang ku ke lubang pantatnya yang sedia menjalang itu.Aku hunggis lagi keluar masuk sambil memerhatikan keluar masuk batang dan lubang dengan asyiknya.

Akhirnya aku tak tahan”Abang nak pancut ni””Jgn Bang nanti mengandung”Pohon E dalam keadaaan letih dan memohon belas,aku tak peduli dan terus memancutkan air mani ku sedalam yang mungkin ke Rahim E,Pekat dan Putih sampai 7 kali pancutan padu dan pasti melekat disekitar dinding Rahim E,aku tak kisah..diakan ader laki..

Dalam keletihan aku dan E memeluk sesama sendiri sambil berkulum dengan rakusnya.Aku Puas….E bangun dan menanggalkan coli dan undies serta kasut tumit tinggi dan memasukan dalam beg plastik…”bagilah E Bang””Ishhh jgn..nanti laki kau nampak haru nanti”jawabku..sebenarnya itulah bekalan pakaian aku nak bagi pada betina lain bila nak main nanti…Sebenarnya aku nak bagi tahu kau orang aku dah seludup masuk Video-Camera dalam bilik tidur E dan segala permainan Zina kami telah dirakamkan.

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

KISAH NYATA JANDA TUKANG KEBUN

Sahabat Poker - Ini adalah cerita sebenar yang berlaku pada diri ku.Aku seorang Guru Sekolah Menengah di sekitar Melaka dan mempunyai seorang isteri dan 4 anak.Isteri ku bekerja dan masih solid lagi namun begitu naluti jantanku yang sentiasa mencari idea untuk memuaskan nafsu sering memaksa aku mencari jalan untuk menyetubuhi perempuan lain,tak kiralah samada pelacur,janda atau minah bohsia. BandarQ

Namun aku belum pernah bersetubuh lagi dengan isteri orang kerana aku rasa berdosa berbuat begitu tetapi godaan dari seorang perempuan bernama Rozaimah ,isteri seorang tukang kebun sekolah aku telah mengubah pendirian ku selama ini.Kisah bermula apabila Rozaimah berjumpa aku ditepi Quarters Kakitangan sekolah semasa aku menjalankan Pendidikan Jasmani bersama murid-murid ku yang kebetulan ditepi Padang Sekolah.Imah atau E memang masih seksi lagi,dengan tubuh 36C-28-36 memang mampu membuat mana-mana lelaki ingin merasa pantatnya yang menundun itu.

Zali suaminya memang sorang lelaki yang suka membuang masa memancing dan mengabaikan tanggungjawabnya.Walaupun anak dah 3 tetapi masih tak mahu memikul tanggung jawab sebagai Ketua keluarga.E berjumpa aku untuk mengadu hal kerana aku memang faham dengan situasi mereka anak-beranak.E meminta aku meminjamkan RM 30 kerana nak beli barang keperluan dapur,aku tanpa banyak bertanya memberikan wang tersebut sambil bergurau tentang bila nak membayar semula.

E pun berkata yang kalau tak dapat bayar,kira bayar dengan body pun boleh sambil tersenyum melirik,Aiiii!!! ini peluang baik ni dan aku pura-pura terkejut”Betul ke ni E ?””Kalau nak malam ni datang lah sebab Zali nak bawa budak balik kampung sebab ada kenduri,E malas nak pergi dan memberi alasan tak sihat,Zali memang selama ini tak kisah sangat maklumlah dah puas dipulun E setiap hari.”O.K malam ni aku datang E pukul 8.30 malam,kau buka pintu belakang dan aku bawa motosikal ok””Set”jawab E.

Malam itu aku bagi alasan pada bini ku nak pergi sekolah sebab ader tuisyen dan dengan senyapnya aku memasukkan Coli dan seluar Dalam Merah Terang isteriku serta Tumit Tinggi 6 inci yang selalu dipakai biniku semasa kami bersetubuh.Aku beredar dari rumah dan apabila sampai dekat rumah E aku matikan motosikalku dan sorokan didalam semak berdekatan.Pintu belakang rumah E terbuka dan aku terus masuk,E menanti dalam kegelapan dan terus aku memeluk dan memberi ciuman dibibir..

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

KISAH NYATA , JIRAN AMOI

SAHABATPOKER  -  Sehari lepas kepulangan Maniam ke rumahnya, aku tak dengar apa-apa cerita tentang Devi lagi. Kebetulan pulak, keesokkan har...