Selasa, 30 September 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN, KELUARGA ANACONDA



Sahabat Poker - Bima anak berumur 18 tahun. Sebentar lagi dia lulus SMA. Dia tinggal bersama bapak dan kakeknya. Untuk ukuran anak umur 18 tahun, badan Bima cukup besar dan kekar. Itu karena setiap pulang sekolah Bima membantu bapak dan kakeknya mengurusi sawah. Apa saja dia kerjakan.

Bapak Bima, Pak Trisno adalah duda yang ditinggal minggat oleh istrinya. Dia mengurusi Bima seorang diri semenjak Bima berumur lima tahun. Selain mengurusi sawah, tidak ada hal lain yang dilakukan oleh Pak Trisno. Dia suka mendengarkan lagu-lagu keroncong di tape tua yang ada di rumah dan minum kopi sambil bercerita dengan kakek Bima, Mbah Sinyo.

Semenjak nenek Bima meninggal, Pak Trisno mengajak Mbah Sinyo untuk tinggal bersama mereka. Jadilah ketiga laki-laki ini tinggal serumah.

Pak Trisno sendiri sebenarnya lumayan ganteng. Untuk ukuran bapak-bapak desa, badannya kuat dan sehat. Warna kulitnya cokelat tua dan ototnya menonjol kemana-mana. Dia memiliki otot dada yang besar, perut kotak-kotak dan paha yang besar.

Sebuah hasil yang didapatkan dari kerja di sawah seharian. Selain itu Pak Trisno juga suka tertawa. Itu sebabnya ibu-ibu dan para janda suka menggodai Pak Trisno. Berharap Pak Trisno memperistrinya. Tapi menurut kabar yang beredar Pak Trisno sudah terlanjur jatuh cinta dengan istrinya sehingga patah hatinya belum bisa diobati.

Mbah Sinyo sendiri juga sama kekarnya dengan Pak Trisno. Hanya saja badannya lebih kurus. Tapi masih kekar dan berotot. Dan memang kulitnya memang sudah agak berkeriput. Rambutnya juga sudah beruban. Tapi hal tersebut justru menambah keseksiannya. BandarQ 

Yang membuat dilema adalah Bima menyadari bahwa sepertinya dia menyukai laki-laki. Meskipun dia sangat tampan, dengan kulit sawo matang, rambut gondrong yang membuatnya macho dan bewok yang membuatnya garang, tapi dia sama sekali tidak tertarik dengan perempuan.

Entah kenapa bayangan perempuan telanjang justru membuatnya ingin muntah. Namun justru ketika dia melihat laki-laki, apalagi yang berotot, dia jadi ngaceng dan bergairah.

Akhir-akhir ini Bima birahinya semakin meninggi. Entah kenapa setiap kali melihat bapaknya atau bahkan kakeknya sendiri tidak memakai baju, dia ingin sekali berhubungan badan dengan mereka.

Dan Bima sadar bahwa ini salah. Ini semua salah. Menyukai sesama laki-laki sangat tabu. Apalagi nafsu dengan orang tua sendiri. Sangat terlarang.

Tapi Bima tidak bisa menahannya. Itu sebabnya dia selalu sembunyi-sembunyi menahan hawa nafsunya. Dia tidak pernah coli kalau memang sedang ingin. Dia menahan agar dia tidak bergerak terlalu jauh.

Karena hanya ada lelaki di dalam rumah, sudah sering kali Bima melihat bapak dan kakeknya telanjang. Dan dia merasa ingin memegang kontol mereka. Apalagi kontol Pak Trisno, bapaknya sendiri, yang sangat tebal dan besar. Panjangnya mungkin 22 senti. Tapi tebalnya benar-benar luar biasa.

Itu sebabnya teman-teman ronda Pak Trisno memanggil bapak Bima dengan sebutan “anaconda”. Itu karena memang kontol Pak Trisno sangat besar.

Bima bahkan sempat pergi ke pesantren selama sebulan atas kemauan sendiri ketika liburan sekolah untuk menyadarkan dirinya. Tapi di pesantren justru keinginannya menjilati kontol semakin menjadi-jadi. Karena dia terpaksa tidur seruangan dengan laki-laki. Dan banyak disana yang setipe dengan selera Bima.

Hari itu hari Minggu. Biasanya hari Minggu memang giliran Bima memasak. Pak Trisno dan Mbah Sinyo sedang ada di sawah. Jadi petani memang tidak ada hari libur. Mereka harus selalu mengurusi apa yang ada di sawah.

Setelah selesai memasak, Bima memasukkan hasil masakannya ke rantang. Dia membawa cangkul dan rantang dan siap membawanya ke sawah.

Di tengah jalan banyak gadis-gadis muda yang belajar motor dengan genit menyapa Bima. Bima tersenyum ramah. Yang jadi perhatian dia justru pemuda-pemuda kampung yang mandi tanpa busana di pancuran terbuka dekat kali. Mereka menyapa Bima dan mengajaknya main bola.

“Yo, engko tak susul (ya, nanti aku nyusul),” kata Bima.

Bima kemudian terus berjalan ke arah sawah.

Bima kemudian sampai di pondok. Pondok milik Pak Trisno ada di tengah sawah dan dikelilingi oleh pohon singkong. Jadi lumayan sejuk dan enak buat tidur siang. Karena tidak terganggu oleh banyak orang.

Ketika Bima sampai dekat pondok, dia justru mendengar suara-suara aneh.

Dia mendengar suara desahan Pak Trisno.

Bima berjalan dengan pelan, berusaha tidak membuat suara.

Kemudian dia mengintip dari sela-sela pohon singkong. Dan dia kaget sekali dengan apa yang dia lihat.

Pak Trisno bersandar di sandaran, tidak memakai baju dan celana pendek warna biru tuanya yang sudah pudar (Pak Trisno tidak pernah memakai celana dalam) sudah sampai dengkul.

Kakinya dilebarkan. Dan di ujung pahanya, ada kontol hitam tebal besar yang berurat sedang keluar masuk mulut Mbah Sinyo.

Bima menutup mulutnya shock. Dia langsung sadar dengan suara di sekitarnya. Dia menaruh rantang dan cangkulnya di tanah dan mendekat. Mengintip.

Pak Trisno merokok Dji Sam Soe sambil sesekali memegang kepala Mbah Sinyo yang menjilati kontol Pak Trisno dengan penuh bernafsu.

“Oh yo, Pak. Ojo lali ngko ngeterke gabah nang juragan Bambang (oh iya, Pak, jangan lupa nanti mengantarkan gabah ke juragan Bambang),” kata Pak Trisno disela-sela ngerokoknya.

Mbah Sinyo melepas kontol Pak Bambang dari mulutnya. Bima bisa melihat kontol hitam tersebut berkilauan terkena sinar matahari. Penuh dengan ludah. Mbah Sinyo memandang Pak Trisno dengan serius.

“Yo ngko gampang. Bima ae sing budal (Ya nanti gampang. Bima saja nanti yang berangkat),” kata Mbah Sinyo kemudian dia langsung menyantap lagi kontol Pak Trisno.

“Slurrrp… slurrp…” suara Mbah Trisno menyedot kontol Pak Trisno membuat Bima makin shock.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Bima bingung tapi dia tahu yang pasti kontolnya ngaceng luar biasa.

“Asu tenan sedotanmu, Pak (Anjing banget sedotanmu, Pak),” kata Pak Trisno.

“Yokpo? Joskan? (Gimana? Enak kan?),” kata Mbak Sinyo sambil menjilati lubang kontol Pak Trisno.

“Doyan men karo kontol (doyan amat sama kontol),” sahut Pak Trisno.

Kakinya dilebarkan. Dan di ujung pahanya, ada kontol hitam tebal besar yang berurat sedang keluar masuk mulut Mbah Sinyo.

Bima menutup mulutnya shock. Dia langsung sadar dengan suara di sekitarnya. Dia menaruh rantang dan cangkulnya di tanah dan mendekat. Mengintip.

Pak Trisno merokok Dji Sam Soe sambil sesekali memegang kepala Mbah Sinyo yang menjilati kontol Pak Trisno dengan penuh bernafsu.

“Oh yo, Pak. Ojo lali ngko ngeterke gabah nang juragan Bambang (oh iya, Pak, jangan lupa nanti mengantarkan gabah ke juragan Bambang),” kata Pak Trisno disela-sela ngerokoknya.

Mbah Sinyo melepas kontol Pak Bambang dari mulutnya. Bima bisa melihat kontol hitam tersebut berkilauan terkena sinar matahari. Penuh dengan ludah. Mbah Sinyo memandang Pak Trisno dengan serius.

“Yo ngko gampang. Bima ae sing budal (Ya nanti gampang. Bima saja nanti yang berangkat),” kata Mbah Sinyo kemudian dia langsung menyantap lagi kontol Pak Trisno.

“Slurrrp… slurrp…” suara Mbah Trisno menyedot kontol Pak Trisno membuat Bima makin shock.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Bima bingung tapi dia tahu yang pasti kontolnya ngaceng luar biasa.

“Asu tenan sedotanmu, Pak (Anjing banget sedotanmu, Pak),” kata Pak Trisno.

“Yokpo? Joskan? (Gimana? Enak kan?),” kata Mbak Sinyo sambil menjilati lubang kontol Pak Trisno.

“Doyan men karo kontol (doyan amat sama kontol),” sahut Pak Trisno.

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Senin, 29 September 2025

KISAH NYATA YANG LAGI VIRAL , MENODAI ADIK IPAR

Sahabat Poker - Dul adalah seorang lelaki berumur 34 tahun, dengan posisi di pekerjaan yang menjamin dia dan keluarganya berkehidupan sangat layak.

Dul mempunyai seorang istri yang lebih dari cukup untuk memenuhi standart ibu yang baik untuk anak2nya dan bagai pelacur yang memuaskannya di tempat tidur.

Semua ia miliki untuk usianya,namun tak seorangpun yang menyadari bahwa Dul selalu terobsesi dengan Maya adik iparnya sendiri yang tinggal di depan rumahnya bersama suami dan anaknya.

Maya adalah wanita berkulit putih bersih berusia setahun lebih muda dari istrinya. Perasaan itu tidak pernah ada sewaktu dul pacaran dgn istrinya, tapi akhir2 ini bayangan adik iparnya itu terus menari2 dalam benaknya.

Beberapa kali sewaktu berhubungan seks dengan istrinya ia selalu membayangkan sedang menggauli adik iparnya itu, hal itu sedikit menghibur dirinya, bagaimanapun kakak tidak jauh2 berbeda dengan adik begitu pikirnya.

Hari sabtu pagi ini Dul berencana bangun sesiang-siangnya,pekerjaan seminggu lalu sungguh menyita pikirannya, bangun siang dan bermalasan satu hari penuh..

Tiba-tiba istrinya membangunkannya dan mengingatkan bila mereka harus menghadiri pernikahan kerabat di kota lain yg jaraknya 150an kilo dari pagar rumahnya.. hal itu benar-benar menjengkelkannya.

“ayo dong pah…kan kita sudah janji nih…” rengek istrinya “aduh pusing banget nih ..takut ga bisa nyetir jauh” kata dul sambil mengernyitkan wajahnya

‘aah alesan .. selalu gitu deh’ kata istrinya bersungut-sungut, tepat ketika Dul hendak membuka mulutnya untuk membela diri, telpon rumahnya berdering keras sekali.

“sudah ..pokoknya aku gak mau tau, selesai aku angkat telepon , papa harus siap ke kamar mandi” sembur istrinya dengan suara melengking .

“aaarrggh” erang Dul.. “Tuhan tidak adil, aku hanya meminta satu hari khusus untuk diriku, satu hari tidur sepanjang siang, Tuhan maha adil? Beuh !” gumamnya dalam hati..

“Pah..pah” panggil istrinya dari ruang tamu..”iya..iya ..ini juga udah mandi” teriaknya dari kamar mandi sambil mengguyur tubuhnya dengan air sedingin es, matanya terbelalak ketika mendengar istrinya berkata .

“Pah..ga usah mandi, lanjutin deh tidurnya, aku dan anak-anak akan ikut ibuku, beliau sudah charter bus

” Tuhan hari ini membuktikan ketidak adilannya dua kali , dirinya sudah terguyur air sedingin es dan diminta kembali ke ranjangnya….

”peduli setan “ desisnya , dengan cepat disambarnya handuk dan secepat angin ia memakai baju tidurnya dan masuk ke dalam selimut hangatnya kembali.

Entah berapa lama ia tertidur sampai akhirnya ia terbangun ketika suara bel rumahnya berdentang2, dengan sumpah serapah ia melangkah ke pintu dan membuka, ternyata Anto suami adik iparnya berdiri sambil menggendong anak semata wayangnya, mau apa anak beranak monster ini kemari pikirnya sambil mencoba tersenyum,

“Hey Bang, sorry , gini , aku mau nitip kunci, aku dan rio kerumah neneknya, Karena Maya belum pulang dari lari2 paginya jadi biar nanti dia menyusul dengan taxi saja, ini kunci rumah titip ya, makasih baaaanng ” kata Anto sambil menyerahkan kunci dan berlalu tanpa menunggu jawaban Dul yang sedang ternganga.

“Tuhan tiga kali hari ini Kau menghancurkan sabtu pagiku yang berharga” desisnya..

Dul benar-benar tidak bias tidur sejak itu, dengan gontai dinyalakan TVnya hanya ada layar biru berpendar2 dan tulisan hubungi Costumer Service TV Kabel anda untuk menyelesaikan pembayaran bulan ini

“Mengapaaaaa????” lengkingnya menyedihkan.. Dengan gontai dibukanya pintu rumahnya tujuannya hanya satu , bermalas-malasan dirumah adik iparnya,sekaligus membalas dendam dengan menghabiskan persediaan bir Anto di kulkas.

“Aah ide yang sangat bagus”

Tak lama kemudian Dul telah berada diruang tengah keluarga adik iparnya itu, dipandang sekitar selama beberap detik sebelum menyerbu ke pintu kulkas untuk meneguk bir dingin disana “Hmm tidak terlalu jelek ” pikirnya sambil merebahkan pantatnya ke sofa empuk di depan tv.

Matanya memutari keadaan dirumah itu sebelum berhenti di foto keluarga Maya yang tergantung di dinding, pengaruh sedikit alcohol membuatnya sedikit terangsang ketika ia memandangi foto Maya ,”

Dengan kulit yang putih bersih, badan yang padat dan payudara yang membusung dan bibirnya yang, Ah… aku terangsang sekali, seharusnya aku bisa menikmati tubuh itu juga…”

Ditepisnya bayangan itu, lalu ia beranjak dari ruang tengah ia memasuki ruang tidur, direbahkan tubuhnya ke ranjang empuk disana

“hmmm disini Maya tidur dan bercinta” dielusnya sprei halus sambil membayangkan Maya tanpa pakaian sehelaipun ditubuhnya terayun-ayun disetubuhi oleh suaminya, Dul semakin ereksi , dibongkarnya lemari pakaian dan ia mendapati beberapa celana dalam halus milik Maya, dan sepertinya salah satunya tidak tercuci, dihirupnya kain ditangannya.

aroma tubuh Maya menyeruak memasuki hidung dan menetap dikepalanya, “sungguh bau dari genital wanita” gumamnya parau , di jilatnya celana dalam itu tepat ditengah yang diperkirakan Dul adalah tempat kain itu bersentuhan langsung dengan Vagina Maya. BandarQ 

Penisnya semakin keras, kemudian ia membuka celana pendeknya dan mengeluskan celana dalam itu ke kepala penisnya ,sungguh fantasi yang sangat menyenangkan Dul, semua cairan bening di oleskannnya ke celana dalam itu..

“Aah ..aku bisa gila kalau begini, ” bayangan dirinya sedang bermasturbasi dengan celana dalam itu sangat menggelikan , lalu ia memutuskan untuk membatalkan niatnya menumpahkan spermanya disana. .

Dul kembali ke ruang tengah tepat ketika pagar depan terbuka , “Maya datang..!!” penisnya mengecil kembali ke ukuran biasa sewaktu ia menyapa Maya.

“hai May, sorry aku masuk kedalam, dirumah tadi ,Anto nitip kunci dan aku mau numpang nonton TV disini”

“Ow Bang , ga papa, sekalian temenin bentar ya , aku mo beres-beres bentar lalu mandi dulu dan nyusul Anto ke rumah ibunya” kata Maya riang.

Dul menatap mata Maya yang indah, mata yang ia kagumi semenjak ia berkenalan dengan kakaknya Maya, wajah yang merona terkena matahari, dan keringat pada kaos putih olahraga itu,

Membuat kaos melekat ditubuhnya dengan sempurna, dengan tinggi 164 /49 dan ukuran buah dada 34D maya lebih menyerupai dewi sex untuk Dul saat itu,

Ketika Maya melewati Dul , dul menarik nafas mencoba menghirup aroma badan Maya yang sedang berkeringat segar, “Aduh baunya alami sekali…ya Tuhan ” Dul lalu mengikuti Maya kebelakang rumah,sambil menyambar beberapa kaleng bir.

“Hm , hari ini ..bagaimana caranya aku harus berhasil menyentuh tubuhnya…bantu aku setaan” pikir Dul,

Sambil mengawasi Maya yang sedang melakukan beberapa kegiatan beres2, Dul mencari-cari cara terbaik.

Maya tampaknya kesulitan ketika akan menjangkau peralatan diatas lemari , Dul tersenyum licik..”gotcha” Maya melirik memelas kepadanya “Bang, Ambilin kursi dong” Ngocoks.com

“May, ga usah pakai kursi sini deh…. ” lalu Dul melingkarkan tangannya dipantat Maya dan mengangkat tubuh Maya keatas, dengan posisi seperti itu, wajah Dul berhadapan langsung dengan perut Maya sementara tangannya menopang pantatnya “EEEeeh kok digendong sih” seru Maya panik.

“Udah cepetan ambil..berat nih” kata Dul jujur, ketika tangan Maya mencoba meraih barang2 diatas.

Dibawah Dul sedang mensyukuri apa yang terjadi pagi ini, wajahnya menempel ketat di perut Maya, dahinya bersentuhan dengan bagian bawah payudara adik iparnya, lalu dengan pelan di geserkan mulutnya kesamping kiri dan kanan ,

“aww jangan gerak2 kepalanya Bang, geli tau” teriak maya, “udah , cepetaaan ” kata Dul sambil membathin “jangan cepat2 pleaseee…ini hanya awal” posisi sekarang ini membuat penis dul mengeras kembali ,dengan payudara dikepala dan perut diwajah ia merasa sedang menyetubuhi adik iparnya.

Tepat waktu Maya mengangkat kedua belah tangannya , kaos putih itu ikut tertarik dan kulit putih bersih itu bersentuhan dengan bibir Dul, “Ooh Tuhan kutarik , keluhanku hari ini” desis Dul dalam hati,

Dijilatnya sedikit perut itu seakan itu tidak sengaja, Dul merasa penisnya sudah sangat mengeras, ia terhanyut oleh khayalannya sendiri, otaknya tak sanggup menalar norma,nafasnya kian memburu, lalu dilepaskan pegangan tangannya , dan seketika tubuh Maya meluncur kebawah,

“Aaw , gimana sih bang, kok dilepas” seru Maya kaget, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Dul,

“May dengar, aku mau bicara , beri aku 5 menit untuk bicara jujur.. bila kamu ga suka, kamu hanya perlu bilang dan aku pulang, ok?” kata Dul dengan terbata2.

Maya mengangguk bingung dan Dul langsung menyambung “ aku sangat suka ke kamu sejak kamu remaja, sejak aku kenal kamu , aku suka kamu sekarang dan kapanpun, aku mencintaimu,aku ingin hatimu.. terserah kamu mau bilang apa… yang jelas aku bisa mengatakan ini langsung ke kamu sudah cukup bagiku,…

Aku ga mau kamu berubah sikap ke aku setelah ini… tapi aku hanya ingin kalau kamu tau ,kalau aku cinta kamu” Dul mengatakan dengan sungguh2 , bahkan ia heran dengan dirinya bisa mengatakan hal jujur ini ke adik iparnya,

“Boleh aku lanjutkan may?” kata Dul sambil menyentuh wajah adik iparnya,

Maya memundurkan wajahnya sedikit, mencoba mencerna omongan Dul tadi, tak pernah terpikirkan hal seperti ini akan terjadi.

“Boleh aku lanjutkan May” ulang Dul, kemudian Maya mengangguk pelan ,

“Dari semua yang ingin kulakukan , tidak ada yang bisa melebihi ini..

” Dul kemudian memeluk Maya pelan, Maya berundur kebelakang sedikit namun tertahan tembok, Lalu Dul mengendurkan pelukannya dan ia mengecup pipi adik iparnya itu, Maya menutup matanya ketika Dul melakukan itu, sedikit kecemasan mulai menyelimutinya,


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Minggu, 28 September 2025

KISAH NYATA BAYI PEREMPUANKU

Sahabat Poker - Sasuke Uchiha seorang pengusaha kaya yang mulai menaruh hati pada adik iparnya sendiri karena kurangnya waktu yang diberikan sang istri.

Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta Sasuke selanjutnya? yuk simak novel dewasa romantis dibawah ini hanya di situs Sahabatpoker tempatnya cerita cerita populer tahun ini.

Nii-san, sarapanmu sudah siap” ucap Sakura menghidangkan semangkuk sup di hadapan Sasuke setelah 15 menit memasak

“Kenapa kau tidak makan?” tanya Sasuke

“Kau tahu kalau aku tidak menyukai makanan seperti itu Nii-san. Aku akan membuat nasi goreng untukku sendiri nanti” balas Sakura duduk di depan Sasuke menatap pria itu yang mulai melahap sup buatannya

“Kau pulang jam berapa malam ini?” tanya Sakura lagi ditengah acara makan Sasuke

“9” jawabnya singkat membuat Sakura ber’oh’ria

“Kalau begitu aku tak perlu menyiapkan makan malam untukmu”

“Ohayou…” seru seseorang dari pintu utama yang memang tak dikunci. Sasuke dan Sakura menoleh bersamaan

“Baa-san…” seru Sakura bersemangat dan menghampiri wanita patuh baya itu

“Apa kabar Sakura?”

Apa yang kau bawa Baa-san? Kenapa banyak sekali” ujar Sakura mengambil alih beberapa kantong yang ada di tangan wanita itu

“Ah, aku membawa sedikit bahan makanan. Karena kupikir kalian tidak akan punya waktu untuk belanja”

Wahh… Arigatou Baa-san” balas Sakura dibalas dengan senyuman oleh wanita itu

“Sasuke, kau sudah sarapan ternyata. Padahal aku membawa sarapan juga untuk kalian”

“Berikan saja padanya” ucap Sasuke menunjuk Sakura yang sedang berjalan ke dapur

“Tapi dimana Karin. Aku tidak melihatnya” tanya Mikoto namun Sasuke tak menjawab dan lanjut menyeruput supnya. Melihat reaksi putranya, Mikoto menghela nafas sejenak

“Apa dia sudah pergi lagi? Atau belum pulang?”

“Kalau begitu, apakah Sakura yang menyiapkan sarapanmu?”

“Hn”

“Karin benar benar keterlaluan. Seharusnya Sakura saja yang kunikahkan denganmu. Hanya karena saat itu dia masih sekolah, kita tak berpikir untuk melamarnya” ucap Mikoto dengan nada kesal seraya memandang Sakura yang sibuk di dapur mengeluarkan isi belanjaan yang dibawa Mikoto

Hari ini, Sasuke pulang lebih awal dari biasanya. Namun dia tak mendapati siapapun dirumah.

Kalau Karin memang sudah tidak akan dipertanyakan lagi jika tidak ada disini. Namun sosok Sakura juga tak didapatinya disana.

Sasuke lalu mengambil ponselnya dari dalam saku dan mulai menelpon adik iparnya itu

Moshi moshi

“Dimana kau?” tanya Sasuke sesaat setelah Sakura menjawab panggilannya

Apa kau sudah dirumah Nii-san? Gomen, aku tidak bisa pulang lebih awal untuk menyiapkan makan malam. Hujan di daerah kampusku sangat deras. Aku belum bisa pulang

“Dimana posisimu?”

Aku sedang berteduh di halte dekat kampus nii-san. Aku akan pulang secepatnya

Tutttt

Sasuke langsung mengakhiri panggilannya dan kembali berjalan keluar rumah. Dia memasuki mobil dan mulai melaju secepat angin.

Sejak tadi pagi, hujan memang terus turun. Hanya saja sekarang hujannya benar benar deras disertai angin dan petir yang sesekali bergemuruh

Tak butuh waktu lama, Sasuke tiba di tempat yang dimaksudkan Sakura. Dan benar saja, dapat dilihatnya gadis bersurai pink itu duduk sendirian di halte dengan keadaan tubuh yang sudah basah kuyup

Sasuke lalu memarkirkan mobilnya tepat di depan Sakura lalu ia menurunkan kaca mobilnya

“Nii-san?” gumam Sakura

“Masuklah”

Sakura pun langsung masuk ke dalam mobil.

“Bagaimana kau bisa ada disini Nii-san?”

“Aku baru saja bertemu dengan klien di daerah sini” jawab Sasuke berbohong

“Syukurlah. Jika kau tidak datang, entah sampai kapan aku akan duduk disana”

“Kenapa kau tidak membawa mobilmu?”

“Aku lupa dimana menaruh kuncinya” jawab Sakura tersenyum bodoh

Sasuke hanya mendengus mendengar jawaban gadis itu dan kemudian mengambil sebuah handuk dari bangku belakang

“Keringkan tubuhmu” ucapnya memberikan handuk itu kepada Sakura dan langsung mulai menyetir

Sakura pun mulai mengeringkan rambutnya. Dan entah kenapa Sasuke menjadi tidak fokus dengan gadis itu yang duduk disebelahnya.

Pasalnya, saat itu tubuh Sakura benar benar basah kuyup sehingga pakaian yang dikenakannya menempel ke kulit membuat lekuk tubuh gadis itu terbentuk sempurna. Ditambah lagi karena dia mengenakan kemeja putih yang membuat bra hitamnya tercetak dan dapat dilihat oleh onyx Sasuke

Sasuke langsung menggelengkan kepalanya mencoba untuk kembali fokus pada jalanan di depan

Dan 10 menit kemudian mereka sampai di rumah

“Arigatou nii-san untuk tumpangannya. Aku akan membersihkan tubuhku dulu” ucap Sakura tersenyum dan langsung pergi ke kamarnya

Waktu berlalu begitu saja. Malam berganti pagi. Seperti biasa, Sakura yang pertama bangun dirumah ini. Dia langsung keluar dari kamarnya berniat untuk mengambil air minum ke dapur dan tanpa sengaja sesuatu dari salah satu kamar tamu menghentikan langkahnya

“Mhhh… Suigetsu-kun, kau benar benar nakal”

Sakura berdiri diam di depan pintu kamar tamu itu

“Bukankah itu suara Karin-nee” batinnya   BandarQ 

“Ayolah… Aku masih ingin melanjutkannya” terdengar suara pria yang juga berasal dari dalam sana

Penasaran dengan apa yang terjadi disana, Sakura membuka pelan pintu kamar itu dan mengintip dari celah kecil yang diciptakannya.

Seketika emeraldnya membelalak melihat apa yang didapatinya disana.

Kakaknya sedang bermesraan bersama seorang pria yang bukan Sasuke. Dan itu dilakukan di rumah ini

Terlihat Karin yang mengenakan lingerie merah transparan berjalan mendekat ke arah pria itu dan duduk dipangkuannya.

“Ini sudah pagi sayang… Sasuke dan Sakura akan segera bangun. Bahaya jika mereka melihat kita disini” ucap Karin mengusap surai pria itu

“Tapi aku benar benar tidak tahan” balas pria itu melingkarkan tangannya dengan mesra di pinggag Karin

“Ayolah sayang” lanjut pria itu mulai mulai mencium leher Karin

“Bagaimana jika kita menginap saja. Dengan begitu kau bisa mendapatkan semua yang kau inginkan dariku” ucap Karin dengan nada menggoda yang sontak membuat Sakura menutup mulutnya dengan tangan

“Apa kau tidak takut jika suamimu marah?” balas pria itu lagi mulai menenggelamkan wajahnya di leher Karin

“Dia sangat sibuk. Dia tidak akan peduli jika aku tidak pulang berapa lama pun” Ngocoks.com

“Benarkah? Aku penasaran kenapa wanita beruntung sepertimu berselingkuh denganku sementara kau sudah memiliki pria yang terkenal dengan kesempurnaanya” balas pria itu lagi mulai mengelus paha Karin dan memasukkan tangannya dari lingerie wanita itu

“Kau tahu, dia sangat membosankan. Aku tidak suka pria sepertinya” balas Karin mulai meraih wajah lelaki itu dengan kedua tangannya dan melumat mulai bibirnya dengan ganas.

Sakura yang tak tahan melihat adegan itu langsung mundur dan berjalan cepat untuk pergi dari sana.

Dia masuk ke kamarnya dan duduk diam dengan pandangan kosong di tempat tidur

“Bagaimana bisa Nee-san melakukan hal seperti itu dibelakang Sasuke-nii” gumam Sakura masih tak percaya


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Sabtu, 27 September 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN, SEBUAH RAHASIA

Sahabat Poker - Jujur ya sobat Sahabatpoker, sebenarnya saya ingin menyimpan rahasia ini selama-lamanya namun apa daya saya juga butuh bacol (bahan coli) untuk saya baca sendiri, hehe. jujur saat ini sangat sulit saya menemukan cerita yang benar2 bisa jadi bacol disitus lainnya.

Ada beberapa sub judul yang menarik dan ketika saya baca awalnya cukup menarik dan setelah saya ikuti entah kenapa saya jadi kurang terangsang karena menurut saya ceritanya sudah tidak sesuai ekspektasi saya (berlebihan).

Saya adalah salah satu penggemar cerita panas sejak lama. saya lebih menyukai cerita yang natural tanpa dilebih-lebihkan walaupun itu cerita imajinasi, karena menurut saya hubungan incest.

itu adalah hubungan terlarang dan pasti keduanya memiliki perasaan bersalah dan berdosa kebanyakan dari hubungan seperti ini dirahasiakan seketat-ketatnya (ya ini menurut pendapat pribadi saya ya).

Oke, saya ingin mulai bercerita mengenai pengalaman nyata saya yang selama bertahun-tahun saya sembunyikan dari siapapun termasuk orang rumah (keluarga) dan hanya saya dan kakak perempuan saya yang memegang rahasia ini.

I. Awal mula nonton bokep dengan lasser disk judul film “The Body of Evidance” diperankan oleh Madonna:

Sekiranya umur saya waktu itu adalah 9 tahun atau masih kelas 4 SD (lupa sih jujur), saat itu bermain dengan seorang teman yang orang tuanya mengoleksi bokep dalam bentuk lasser disk (ukuran kasset cd yang sangat besar), saat itu player lasser disk sangat populer karena belum ada dvd player.

lanjut, teman saya ini selalu menceritakan film bokep yang dia tonton dan ketika rumahnya sepi kita semua menonton film tersebut sampai habis (tanpa diskip), dan setelah menonton film tersebut di rumah saya mulai belajar coli, karena teman saya bilang kalo titit udah tegang harus dikocok biar pejunya keluar dan setelah itu akan lega seperti abis kencing.

dan setelah mendengar itu mulailah saya coba saran teman saya ketika di kamar, awalnya sangat melelahkan dan cukup bikin tangan pegel untuk mengeluarkan sperma pertama akhirnya saya tunda dan tidak saya teruskan karena sangat sulit untuk dikeluarkan.

Malam harinya saya mengalami sulit tidur karena efek film bokep pertama yang saya tonton itu, dan akhirnya saya baru bisa tertidur jam 3 subuh, dan yang paling parahnya saya harus bangun pagi karena masih hari sekolah.

II. Teman sekelas yang memprovokasi imajinasi liar tentang kakak perempuan saya:

Nah, untuk yang satu ini gak boleh terlewatkan, karena kalian semua pasti pengen tau kan spek kakak perempuan saya itu seperti apa?

Kakak perempuan saya ini namanya adalah Nina, dia memiliki badan yang semok berisi tingginya minim (pendek standard cewek), namun yang mencolok darinya adalah buah dada yang diatas rata-rata anak seusianya, bayangkan saja ketika anak2 seusianya masih menggunakan miniset dia sudah menggunakan bh dengan cup C.

Wajahnya sih biasa aja tidak terlalu cantik, namun daya pikatnya adalah toket yang dia miliki itu, duh mengingatnya saja sudah bikin saya tegang loh, hehe

Oke lanjut, ketika jam istirahat saya baru selesai main bola bareng teman-teman di sekolah, oh iya saya dan kakak saya saat itu satu SD dan kami hanya berjarah 2 tahun dan 2 kelas, tiba-tiba ada teman sekelas kakak saya itu menghampiri saya dan menitipkan salam kepada kakak saya, dan saya bilang iya akan saya salamin, nah brengseknya saat itu teman saya ada disamping saya dan mendengar jelas percakapan kami berdua.

Setelah mendengar itu mulailah dia menghasut dan memprovokasi, kurang lebih perkataannya seperti ini:

Ian: eh itu si dino kan kontolnya gede

Me: maksudnya?

Ian: ya masa lu rela kakak lu sama dia, bisa2 memeknya robek nanti dimasukin kontolnya dia, apalagi mememk kakak lu kan kecil,, hahaha

Me: apaan sih lu yan! (padahal mah udah tegang)

ketika dikelas ian pun kembali memprovokasi saya:

Ian: ntar abis pulang sekolah kakak lu pasti diculik sama si dino

Me: culik kemana? ngaco lu yan

Ian: ya diculik ke gardu lah ntar kakak lu dipakek disana, memeknya disedot terus dimasukin kontolnya dino sampe bedarah

Me: bodo amat yan, udah ngaco lu asli

Ian: ntar kakak lu pasti ketagihan ngewek tiap hari dan tuh toketnya pasti bakal ngondoy

Me: (merasa tertarik) emang iya toket cewek bisa ngondoy?

Ian: ye, elu baru tau kalo cewek keseringan dipakek nanti bakalan ngondoy toketnya.

Me: ah tau ah, rusak otak lu njing (menyudahi percakapan)

Setibanya di rumah

Saya terus membayangi apa yang dikatakan ian tadi di sekolah, apalagi kemarinnya saya habis nonton film bokep, bayangan tentang kakak saya yang disetubuhi dino terus menghantui saya.

Oh iya belum saya kasih tau, saya dan kakak saya tidur satu kamar bersama, karena rumah orang tua kami saat itu masih kecil dan terpaksa saya dan kakak saya tidur sekamar.

Karena pikiran dan perasaan yang panas akhirnya saya memutuskan untuk mandi, selesai mandi ketika handukan dikamar pikiran jorok itu kembali menghantui dan membuat titit saya tegang, terbesit di pikiran saya untuk membuka lemari kakak saya dan mencari pakaian dalam kakak saya, dan kemudian saya ciumi sambil mengocok titit saya.

namun tak lama terdengar bunyi pagar terbuka dan ketika saya lirik ke luar jendela ternyata Nina sudah pulang, langsung saya masukin lagi pakaian dalamnya dan langsung pakai baju dan celana.

Saya tiduran di kasur sambil baca komik dragonball, kakak saya datang dan tanpa menegur lansung melempar tasnya dan mengambil handuk dan pergi mandi.

Setelah dia meluncur ke kamar mandi terbesitlah untuk mencium celana dalamnya yang habis dia pakai agar saya tau bau memek itu seperti apa. akhirnya saya ambil celana dalam dan BH nya dari keranjang baju kemudian saya bawa ke kamar.

di dalam kamar tepatnya di kasur saya menciumi celana dalam kakak saya yang bau memeknya menempel di sana (ah, ternyata seperti ini bau memek) sangat nikmat dan membuat titit tegang bro, dan tak lupa bawa toket yg menempel pada BH nya juga merupakan perpaduan yang sempurna.

kocokan pada titit pun terus saya lakukan dan ternyata masih sangat sulit untuk membuat si peju keluar dari pistolnya, kemudian saya menyerah dan akhirnya mengembalikan cd dan bh kakak pada tempatnya (keranjang baju) sebelum ketahuan.

Rasa penasaran saya masih besar dan ingin segera mengeluarkan pejuh yang dari tadi malam tidak berhasil keluar, akhirnya saya memutuskan untuk mengintip Nina telanjang saat hendak pakai baju.

Ting-tong, dapatlah ide dimana saya akan bersembunyi dan bisa melihat jelas tubuh Nina tanpa sehelai pakaian dimana tempat tersebut tidak akan disadari oleh Nina, sebelumnya saya teriak ke Nina yang masih di dalam kamar mandi “Na, gw main ke rumah ian dulu ya” dan Nina pun menjawab “iya, jangan lupa tutup pintu pagernya.

dan tempat persembunyian itu adalah (di kolong tempat tidur Nina, eh iya lupa lagi saya beritahu kalo tempat tidur saya dan Nina terpisah walaupun kami sekamar) dan kolong tempat tidur Nina itu mengarah ke cermin besar dan mulus tanpa ada kotoran di cermin.

saya pun bersembunyi di kolong tempat tidur sambil telentang, mata saya tertuju ke cermin yang sangat jelas las las plong.

Nina pun selesai mandi dan menuju kamar, mulailah dia mengaca dicermin dengan masih tertutup handuk ternyata dia sangat bangga terhadap kemolekan tubuhnya yang semok (karena dia berkata di depan cermin kalau tubuhnya ini dapat membuat laki-laki bertekuk lutut dihadapannya kelak) agak sedikit sombong sih (sebelum akhirnya sayalah orang paling beruntung, orang pertama yang memanen dan menikmati tubuh semoknya itu dan tak lupa toket yang nilainya 100++) hahaha

Mulailah Nina membuka handuknya dengan pelan dan pose seksi (entah dia belajar dari mana gaya seperti itu, mungkinkah dia udah nonton film bokep juga? jawabannya tidak tau dan saya tidak mau tau juga, hahaa). Kemudian nila bertolak pinggang dengan kedua tangannya di pinggang membuat segitiga pada lengan dan tubuhnya, sambil mendongakkan lehernya ke atas.

Saya pun menatap dari atas hingga kebawah, sehingga titit saya kembali tegang dan besar, sehingga saya keluarkan dari celana, aktifitas kocokanpun (coli) tidak bisa dihindari, kali ini tubuh saya benar-benar terasa meledak-ledak titit saya yang sudah tegang dan besar, terus membesar.

Ternyata Nina tidak segera memakai bajunya tapi masih asik mengecek toketnya di dekatkan ke cermin (mungkin takut ada goresan atau apa yang mengurangi keindahan buah dadanya) dan satu hal lagi yang perlu kalian tau dia punya punya lingkaran puting yang sangat besar (ini sih udah pasti kalo ada kontest toket ya toket kakak saya yang akan jadi juaranya, hehe).

Toket Nina yang bulat dan besar seperti melon itu bisa membuat titit saya ingin menyemburkan segera pejunya. Setelah Nina mengecek onderdilnya yang menggantung itu, dia melanjutkan mengecek onderdil utamanya yang bisa membuat laki-laki menyemburkan cairan kenikmatannya, apalagi kalau bukan Meki bin Memek,, hehe.

Nina mengambil bangku dan mengangkangkan kakinya kemudian mengusap memeknya itu, terlihat bulu-bulu jagung tumbuh subur di ladangnya, dan mulailah saya melihat garis memek yang masih tertutup rapat, dan kemudian Nina buka sedikit demi sedikit belahan tersebut,

Kemudian dia tersenyum dan berkata lagi di depan cermin “hai asset ku yang tembem dan berharga, kelak kamu akan dimasuki oleh senjata laki-laki, dan kamu akan membuat senjata tersebut menyerah dan lemah karena sudah berani memasuki kamu, hai kontol yang akan memasuki memekku kelak, kamu akan merasakan kenikmatan yang sempurna dengan jepitannya, aku menunggu mu jodohku yang belum aku ketahui siapa dirimu).

Setelah mendengar dia berkata seperti itu, dan melihat belahan memeknya yang rapat, akhirnya titit ini menyemburkan lahar panas untuk pertama kalinya dan dalam jumlah yang banyak, saya pun sedikit melenguh kenikmatan, dan membuat Nina kaget, BandarQ 

Saya melihat Nina yg kaget langsung tarik nafas, dan untungnya Nina tidak terlalu mengabaikannya (mungkin dia pikir suara itu hanya perasaanya saja), akhirnya saya selamat saudara-saudara, bisa2 tamat riwayat saya jika ketahuan kalau saya sedang bersembunyi di kolong tempat tidurnya,, hehe

Tahap pertama menanam (membuka kancing piyama), sebelum memanen dan menikmati tubuh semok dan toket sempurna

Usai makan malam bersama keluarga sayapun langsung tidur duluan, karena merasa lelah dengan percobaan mengeluarkan lahar panas yang akhirnya berhasil. Ngocoks.com

Malam hari sekiranya jam 2 subuh, saya terbangun dan ke kamar mandi untuk kencing, kembalinya dari kamar mandi ke kamar tidur, titit pun kembali tegang, dan pandangan mata tertuju ke Nina yang sedang tidur telentang dengan piyamanya yang sedikit terbuka dibagian perutnya.

Saya mendekati kasur Nina dengan jantung yang dagdigdug seperti mau copot, dalam posisi tidurnya Nina mengangkat tangannya seperti orang yang menyerah terhadap musuh, akupun berjalan dengan mindik2 tanpa suara. Aku terus terpesona menatapi tubuh indah, semok dan toket sempurna yang kelak akan aku panen dan nikmati sendiri tanpa kubagi dengan orang lain (dalam hati aku meyakinkan diri “harus bisa”).

Melihat kancing piamanya yang terbuka 1 di atas dan 1 dibawah (mungkin biar gak kegerahan kali ya). Melihat pemandangan tersebut, tangan ini serasa ingin sekali membuka sisa2 kancing yang masih merekatkan kedua belah sisi piyama tersebut, dan melihat bh yang membungkus buah dada yang sempurna itu.

Akhirnya aku beranikan diri untuk membukanya, satu demi satu kancingpun terlepas oleh perbuatan kedua tanganku, dan setelah semua kancing terlepas akhirnya pemandangan yang benar-benar ingin aku lihat terealisasi (thanks god, dalam hati) dengan langkah pertama ini aku semakin yakin bahwa kelak tubuh wanita semok ini akan aku nikmati sebagai orang pertama.

Senapan pemangsa yang dari tadi ingin keluar dari sarugnnya pun akhirnya aku keluarkan, elusan dan kocokan tidak terhindarkan, kurang puas melihat toket sempurna yang terbungkus dengan BH, ingin sekali aku melihat puting yang linkarannya sudah mengintip dipinggiran cup BH tersebut.

Akhirnya aku beranikan diri untuk menarik sedikit cup BH di dada kirinya, oh wow, pemandandangan yang membuat si carlitos semakin beringas, puting dengan lingkaran besar aku bisa melihatnya tepat di depan mataku tanpa melalui cermin, oh shitt kocokan tangan terhadap titit ini semakin cepat dengan RPM tinggi terjadi.

Tak puas melihat puting dari buah dada sempurna itu, matakupun mulai berpindah ke arah sarang kenikmatan yang masih terbungkus dan terkunci dengan rapat oleh celana panjangnya, dan akupun semakin berani dan tidak pikir panjang akhirnya tangan ini mulai mencoba menurunkan celana panjang tersebut.

Dalam rangka survey lokasi akhirnya jalanpun terbuka, mulai melewati perkebunan jagung, hingga pintu masuk goa kenikmatan bisa aku lihat, namun aku masih belum berani menyentuhnya (untuk langkah pertama ini sudah lebih dari cukup).

Carlitospun akhirnya tak kuasa menahan semburan kuat lahar kenikmatan dari dalam, ahh leguhku, tanganku kini penuh dengan pejuh, dan sebelum aku menutup kembali onderdil Nina, aku peperkan pejuh tersebut di kebun jagung dekat memek dan belahan toket sempurna itu, Nina pun nampak tidak terganggu dengan aktifitasku (mungkin sudah tidur nyenyak).

Akunpun kembali tidur dengan senyum2 sumringah. Pagi harinya aku terbangun dengan mata yang masih sepet dan melihat kearah Nina yang berada di depan cermin, terlihat dia sedang menggosok2 belahan toketnya tepat di tempat aku menaruhkan pejuh, namun dia tidak berbicara apapun (selamat dan aman dalam hatiku).

Kegiatan serupa terus aku lakukan setiap hari, mulai dari mengintip di kolong kasur, malam harinya aku bangun dan coli sambil melihat pemandangan dan ditutup dengan menaruh pejuh di toket dan memek yang akan aku panen pada waktunya nanti (ini seperti menanam sebelum memanen)


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Jumat, 26 September 2025

KISAH NYATA KEHIDUPAN, GURU NGAJI

Sahabat Poker - Selamat malam sobat Sahabatpoker. Perlu diingat untuk para pembaca Ngocokers yang setia bahwasanya tulisan ini hanyalah sebatas hiburan semata. Cerita ini tidak ada tujuan untuk menjelekkan salah satu agama manapun.

Saya harap para pembaca Sahabatpoker.  untuk bijak dalam cerita dewasa ini. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian ataupun cerita, maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan dari penulisnya.

“Bu aku mau pokoknya tua bangka itu pergi” kata Rania sambil melotot

“Huss gak boleh ngomong gitu, orangnya masih di depan” balas Dina

Pak rizieq adalah seorang guru ngaji panggilan. Seseorang yang baik dan ramah. Tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Dina. Sebagai keluarga terpandang, pendidikan agama dan pendidikan sekolah sangat ketat ditanamkan dina sekeluarga. Baik guru les privat setiap mata pelajaran dipanggil untuk kesuksesan pendidikan anak mereka.

“Habis kurang ajar orang itu bu, pas ibu bungkuk ngasih minum, matanya jelalatan, lihat celahan payudara dibalik daster ibu”

“Hahaha masih ada yang suka sama ibu ya, lah wong umur udah mau 50” kata dina sembari tertawa

“Pokokknya ibu hati hati aja, udah rani bilangin ryan diajar temen rani aja, atau jangan jangan orang itu pengen tidur sama ibu”

Seketika dina dan anaknya tertawa. Memang benar meskipun sudah berumur 47 tahun. Kecantikan dina semakin hari semakin memancar. Lekukan tubuh indah, kulit kencang kuning langsat, perut rata sedikit lemak.

Payudara ranum dimana semua itu dipercantik dengan jilbab yang ia kenakan ditambah sikapnya yang ramah, ceria dan murah senyum menambah sempuran kecantikan paripurnanya.

Anaknya rani juga sangat cantik dengan pipi tembem, kulit putih mulus dan kacamata yang dapat membius setiap laki laki yang memandanganya. Bagai apel jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Pria tua hitam berumur 62 tahun tersebut sedang kesal. Bagai kalah perang di setiap perjalanan menuju rumahmya ia menendang apapun yang berada di depannya. Wajahnya yang penuh keriput kini sedang cemberut kesal menambah buruk rupa dirinya.

Di balik kesan alimnya di depan keluarga Dina. Sebenarnya ia adalah orang yang paling tidak disukai di daerah pemukiman asalnya. Ia adalah sosok pemarah, peminum dan juga genit/cabul terutama kepada wanita wanita segar

Di kampung asalnya, ia sempat diusir karena dituduh sebagai ustadz cabul yang menghamili salah satu santri. Sempat dipenjara sekitar 5 tahun dan dikeluarkan lebih awal oleh keponakannya yang berprofesi sebagai pengacara.

Dina dan anak anaknya adalah wanita yang ia impikan. Semenjak Hendra dan Dina pindah ke kompleks perumahan ini, pak rizieq tidak henti hentinya memperhatikan kemolekan dari satu persatu anak ibu yang semlohai tersebut. Ryan anaknya memang lucu karena baru 5 tahun tapi ia lebih suka kepada mbak mbaknya apalagi ibunya yang matang dan cantik.

Pak rizieq selalu caper kepada keluarga dina dengan selalu membantu bila ada kesusahan. Sampai lah ia mendapat kepercayaan untuk mengajari ryan ngaji berbekal ilmu yang dipelajari rizieq di kampung

Saat berjalan ia geleng geleng kepala melihat foto foto syur yang ia ambil tanpa seizin empunya. Speeti saat dina berjalan ia shoot pantatnya dari belakang ataupun saat ia lengah karena kancing daster atasnya terbuka sehingga memperlihatkan dadanya yang sentosa

“Hmmm ckckck mamamu sekseh ryan” gumam pak riziq dalam hati

“Coba lihat susunya itu kayak pepaya enak pasti kalau digigit, uhh lihat aja goyangan pantatnya saat ngambil air itu bapak bisa tubruk pakai kontol tuh, kalau si molek rani jtu gak curiga sama aku. Pasti sudah kuentot kamu dina”  BandarQ 

“Kayaknya rani harus kukasih pelajaran juga deh, di kasur tapi hehe”

Karena tidak memperhatikan jalan, saat menyebrang pak rizieq tidak melihat ada motor di sebelah kiri dan

Bruakkk

Pak rizieq tertabrak.

Dina mematut dirinya di cermin. Ibu cantik tersebut telah melakukan banyak pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel dan mencuci baju. Apalagi di hari minggu ryan selalu minta jalan jalan ke taman sehingga ia juga harus menemaninya jalan. Suasana yang gerah dan tubuh yang capek membuat ia ingin mandi.

Saat membuka kancing atas dasternya, Hendra dengan cekatan memeluk tubuh molek istrinya dan dengan gerakan pelan memberi remasan lembut kepada payudara dina yang sudah terlihat.

“Ahhh mas jangan sekarang” desah dina

“Aku masih capek”

Hendra tidak menggubris lalu ia menciumi tengkuk istrinya sambil sedikit demi sedikit melucuti pakaian dina. Sambil terus meremasi susu dina perlahan, bibirnya bergerak dari tengkuk menuju ke telinga. Dengan sedikit gerakan, ia menggigit gigit telinga istrinya yang cantik jelita tersebut.

“Ayoo lah mas nanti saja habis aku mandi, aku masih bau” kata dina manja

Tidak enak juga menolak ajakan suami untuk bercinta. Apalagi suami yang tampan dan gagah seperti hendra. Dina sangat mencintai suaminya dan akan bersedia memberikan seluruh kenikmatan tubuhnya untuknya.

“Walau belum mandi keringatmu tetap wangi sayang”

Dina mulai rileks dan ikut ingin melayani suaminya. Hendra yang merasa mendapat lampu hijau mulai sedikit kasara. Ia sibakkan daster istrinya sampai kebawah. BH pink senada dengan warna kulit dina terpampang bersiap diterkam oleh pemilik sah tubuh tersebut yaitu hendra.

“Ckckck tubuh kamu masih indah sayang, kalau kamu jalan jalan sendirian di mall kamu pasti dikira abg”

“Abg sayang?? Aku sudah mau nenek nenek loh”

“Tubuh kamu tetep menggiurkan sayang, pantas saja pak riziq suka”

Kata hendra sambil ganas menjilat jilati leher istrinya untuk memberikan rangsang.

“Ihh istrinya dilihatin mesum kok seneng sayang?”

Hendra yang sudah konak maksimal akibat obrolan obrolan tersebut akhirnya menidurkan dina di kasur. Hendra lalu melucuti celana dalam dina dan membuka BH-nya. Kini Dina sudah telanjang bulat di depan hendra.

“Kalau nenek neneknya seksi kayak gini, aku yakin cowok muda pun mau nidurin kamu sayang” kata hendra mesum. Dina hanya tersenyum mendengar pujian dari suaminya tersebut. Yang ngomong gitu suaminya toh.

Hendra ambruk di tubuh dina, istri molek tersebut meregangkan kakinya memberi akses penuh kepada yang “berhak” menikmatinya. Dina mengaitkan kakinya lalu ia jepit dengan lembut. Beberapa sat kemudian ujung gundul kemaluan hendra akan masuk ke vagina dina. Hendra mungkin bukan orang yang ahli dalam urusan ranjang namun penisnya agak besar dan mampu memberikan kejutan baginya.

Ibu tersebut menahan nafas. Sang suami lalu melesakkan kontolnya ke dalam liang cinta istri. Dina bisa merasakan kontol tersebut hanya masuk beberapa centi karena kurangnya persiapan hendra. Sudah kepalang nafsu, hendra mendorong pinggulnya pelan agar penis tersebut bisa masuk seluruhnya. Dina melepas nafas dan mulai merasakan nikmatnya bercinta.

Tidak hanya dina, hendra juga melenguh keenakan vagina dina walau sudah punya anak 3 seperti tetap rapat dan memijat mijat nyaman penisnya. Dengan harmonis hendra menyetubuhi istrinya yang cantik jelita. Dina mendesah desah manja seperti menikmati padahal belum. Agar menjemput ambisi suaminya, ia mengikuti tempo gerakan penis hendra agar penis tersebut segera memuaskannya, namun dina lagi lagi harus sedikit kecewa.

Saat melihat cermin, hendra bisa melihat istrinya begitu binal mengikuti temponya. Karena sudah hampir sampai, hendra mempercepat gerakannya. Beberapa saat kemudian hendra pun orgasme. Dan ambruk di samping tubuh bugil dina.

Dina yang pengertian menciumi suaminya sambil tersenyum puas. Sebenarnya hendra adalah orang yang fluktuatif dalam bercinta. Terkadang bisa membuat dina puas terkadang juga tidak.

“Kamu binal banget sayang” kata hendra sambil tersenyum puas

“Yang binal kamu sayang kalau gak binal, ryan gak mungkin lahir, o ya ngomong ngomong kapan ya kita menjenguk anak pertama kita Risa, ia kan udah hamil 7 bulan?”

Risa adalah anak pertama dari dina, berumur 26 tahun berprofesi sebagai teller sebuah bank Bila difikir umur risa 26 tahun dan ryan 5 tahun terpaut jauh karena saat bersetubuh hendra dan dina gak nyangka bisa hamil lagi.

“Aku mandi dulu ya sayang bersihin peju kamu ini” kata dina tersenyum genit lalu mencium bibir hendra.

Saat menuju ke kamar mandi ia membuka pesan WA dari pak riziq

“Astagfirullah pak riziq kecelakaan”

Hari mengaji adalah hari yang ditunggu tunggu ryan. Dengan bersiul siul ia menyiapkan buku iqra 4 nya. Tak lupa ia menyiapkan kotak pensil bergambar superhero kesukannya. Semua sudah tertata rapi dan ryan siap mengaji. Beberapa kemudian dina ibunya memanggil.

“Ryann apa ngajinya gak libur dulu, pak izik masih sakit loh”

“Gak mau mamaa, kemaren ryan udah nggak ngaji loh”

“Sayang pak riziknya kasihan loh kalau disuruh jalan” tatap dina penuh keibuan

“Pokoknya gak mau mama, ryan maunya ngaji sekarang” kata ryan

Dina akhirnya mendesah pasrah dan menuruti keinginan Ryan memang anak yang rewel bila sudah ada kemauannya pasti tidak akan berhenti untuk mendapatkannya. Toh rewelnya ryan adalah rewel dalam hal kebaikan bukan rewel aneh aneh seperti anak zaman sekarang.

Suaraa bel berbunyi

Dina membukakan pintu

Pak rizieq tersenyum seram.

Sudah 30 menit pak rizieq mengajar ryan ngaji. Pria tua itu gusar dan dilanda kebosanan. Bukan karena mengajar ryan yang lucu dan banyak Oceh. Ryan memang anak yang lucu dan menggemaskan. Namun ia lebih tertarik lagi dengan ibunya yang seksi dan menggiurkan.

Dina sebenarnya berpakaian kebaya putih dan berjilbab saat bertemu pak riziq karena akan kondangan ke rumah koleganya. Hanya dengan begitu saja dina sudah dan terlihat menarik dan menggiurkan di mata pak rizieq

“Uhhh tetekmu loh” kata pak rizieq sambil mengawasi jelita tersebut dari ruang depan.

Setan memang pandai membisikkan nafsu kepada anak adam. Pak riziq sudah ngaceng berat. Di rumah hanya ada ryan dan dina. Kesempatan seperti ini tentunya akan dimanfaatkan dengan baik oleh pak rizieq untuk menikmati tubuh sang dara.

“Heehheheh tunggu saja nduk” tawa

Dina membenarkan lipstiknya dan membenarkan jilbabnya yang sedikit tidak rapi. Ia beruntung dalam hatinya punya keluarga alim dan bahagia seperti yang dimiliki saat ini. Meskipun tidak kaya kaya amat ia sangat bersyukur semuanya aman dan terkendali.

Saat melihat cermin, ia kaget karena pak rizieq telah masuk ke kamarnya sambil menatapnya lekat lekat seakan seperti akan menerkamnya.

“Pak rizieq ada apa?”

“Kaki saya sakit bu, ada minyak kayu putih”

Kata kata pak rizieq sambil terpincang pincang masuk ke dalam kamar dina.

Dina sebenarnya kesal karena orang ini sudah lancang masuk ke kamar pribadi hendra dan dina. Dengan berusaha sopan ia membopong pak rizieq dan ia dudukkan di kasurnya. Dina lalu mengambil kayu putih di lemari

“Yang mana yang sakit pak”

“itu ndukk di daerah kaki”

Dina lalu memberi kayu putih pada kaki pak rizieq. Pak rizieq hanya bersiul siul saja senang karena merasa dilayani oleh bidadari seperti dina. Tak terasa celana pak rizieq mengembung karena isinya sedang ngaceng. Dina mendengus kesal karena orang seperti pak rizieq ternyata mesum. Namun ia tahan takut tidak sopan

“Udah pak?”

“Udah ndukk”

Belum sempat mengembalikan botol minyak kayu putih, pak rizieq dengan sigap memeluk dina dan menjatuhkannya di kasur. Dina reflek memutar badan dan mencoba lari tetapi tangannya sudah ditangkap pak rizieq. Dina berusaha meronta ronta dan bersuara namun mulutnya sudah ditahan oleh tangan kasar pak rizieq.

Dengan nakalnya dada dina diraba raba dan di remas remas keras sampai dina kesakitan. Dina berusaha melarikan diri namun usahanya sia sia ia telah dikunci sepenuhnya oleh tubuh kuat pak rizieq. Karena kesal dengan perlawanan dina pak rizieq mengeluarkan pisau lipatnya dan menempelkannya ke leher dina.

“Aku lelah dengan perlawananmu manis” kata pak rizieq sambil melepaskan tangannya dari mulut dina

“Jangann pak kumohon jangan, nanti saya akan teriak minta tolong”

“Aku yakin kamu tidak akan melakukan itu nduk, karena aku yakin kamu butuh tidur dengan lelaki sejati”

“Bapak gilaa, bejat”

“Aku belum gila nduk, saat aku gila nanti bila kamu tidak menuruti keinginanku lalu kubunuh anak anak beserta suamimu. Tapi anak anakkmu kuperkosa dulu hehe”

Dina sangat ketakutan akan ancaman pak rizieq. Ancamannya begitu serius dan mengintimidasi. Tak terasa air mata meleleh melalui pipi dina yang mulus dan dengan tidak tahu dirinya, pak rizieq menyeka air matanya.

“Kenapa kamu menangis nduk, kamu gak suka tidur dengan gelandangan pincang seperti aku. Aku yakin sebentar lagi tangismu akan berganti dengam jerit nikmat yang akan mengantuimu setiap hari” kata pak rizieq penuh percaya diri.

Merasa rontaan dina melemah pak rizieq lalu menidurkan dina, ia lalu lekas nyosor ke seluruh tubuh wangi sang bidadari yang terbungkus indah dibalik jilbab dam kebaya. Tak ia sia siakan menciumi menguliti tubuh indah yang selalu menjadi mimpi indahnya saat tidur. Dina hanya bisa memejamkan mata setengah berharap mimpi buruk ini segera berakhir.

Kemudian tangan pak rizieq bergerilya hebat menyusuri lekukan indah tubuh sang bidadari. Merasa terganggu maka ia copoti baju kebaya dina dari kancing atas nya, payudara bulat dina langsung saja dihisap hisap kuat oleh pak rizieq yang sudah kesetanan

“Astagfirullah” desis dina tertahan sambil mendorong kepala pak rizieq menjauh. Belum pernah dina mendapat foreplay pada payudaranya seenak ini. Dikuasai perasaan bersalah dina mencoba sebisanya mendorong pak rizieq.

Pak rizieq sangat senang karena mangsanya sudah jatuh dalam pusaran birahinya sendiri. Ia lalu bergerak lebih intens meremas remas payudara dan menjilat jilat sekujur tubuh dina yang sudah setengah telanjang di depan lelaki non mahramnya.

Ingin segera mendapat hidangan utama, pak rizieq lalu mulai melepas rok kebaya dina lalu celana celdam dina. Ia sangat takjub dengan memek terawat yang sedikit ditumbuhi bulu.

Dengan kesetanan pak rizieq menjilat jilat memek dina dengan intens. Dina menggigil keenakan karena belum pernah merasakan ini sebelumnya. Sebagai seorang dokter ia tahu vagina adalah tempat kotor dan tidak boleh dijilati atau di oral karena bisa kena kanker mulut atau HIV. Namun rasa enak yang ia rasakan menghancurkan itu semua.

“Ugghhh pakk uhh pakk” desis dina sambil mencoba mendorong kepala pak rizieq menjauhi kepalanya

Slurpp

Slurrphh

Uhh

Ohhh

Slurpp

Suara itu memenuhi ruangan beruntung ryan fokus pada mainannya. Dengan kecepatan maksimum, pak rizieq mengeluarkan penis hitam kebanggannya dan menunjukkannya ke dina

Dina yang saat itu melihat begitu kaget dengan benda besar beruratt tersebut. Lebih besar dari hendra tentunya. Saat dina ketahuan tertegun melihat penis pak rizieq mukanya memerah dan malu. Ia lalu buang muka.

Dengan cengengesan pak rizieq mengarahkan ujung kontolnya ke vagina dina. Lalu bless penis tersebut hanya masuk setengahnya

“Ahhh uoohhhh” dina merasakan nikmat luar biasa

Walau setengah penis tersebut berdenyut denyut dan merajai seluruh ruang ruang rahim dina. Tanpa menyia nyiakan kesempatan pak rizieq mulai mendorong dorong penisnya agar masuk seutuhnya. Lalu ia genjot dina pelan pelan.

Tak hanya dina, pak rizieq mendapat sensasi luar biasa dari jepitan memek dina yang bagai memek perawan tersebut. Maklum selain rajin olahraga kegel dina juga rajin minum jamu.

“Uohhhh ahhh enak sekali bu dina memekmuu ohhh”

Pak rizieq benar benar sumringah dan sangat puas bisa ngentor dengan wanita impiannya dengan semangat ia benar benar memaju mundurukan penisnya agar mendapat kepuasan optimal.

“Uohhhh ahhh iya pakhh teruss” desah dina

Entah tubuh dina benar benar mengkhianati nuraninya, kaki dina menjepit pinggul pak rizieq agar penisnya benar benar menumbuk tepat di vaginanya.

“Uhhhh ahhhh ahh mau keluar bu hendra” kata pak rizieq menggoda

Karena malu mendengar nama hendra suaminya. Ia membuang muka lagi dan melihat di cermin kamarnya. Seorang istri yang cantik semlohai dan alim ditiduri oleh seorang ustadz cabul yang pincang

Beberapa saat kemudian pak rizieq orgasme dan menyemprotkan maninya ke vagina dina. Tak ingin ketinggalan mengambil bonus, ia kecup pelan bibir dina sebelum akhirnya ambruk ke samping. 

“Terimakasih ibu dina, saya benar benar puas, ibu benar benar enak dan cantik”

Tak ingin mendengar gombalan dari tetangga yang bejat tersebut. Dina memberanikan diri untuk berkata

“Sudah ya pak ini yang pertama dan terakhir kali, aku tidak akan melaporkannya tapi jangan sentuh aku lagi”

“Hahaha enak saja kamu nduk, aku akan terus kesini dan menidurimu sampai aku bosan. Saat aku datang ke rumah ini, aku harap kamu melebarkan kakimu selebar lebarnya agar mudah kugauli”

Dina mulai menangis ternyata penderitannya belum usai


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Kamis, 25 September 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN SEHARI-HARI, OTAK MESUM MERADANG

 

Sahabat Poker - Demi mengembangkan usaha, aku membuka cabang usaha baru di Jogyakarta. Daerah ini menurut analisaku cukup berpeluang besar. Usaha seperti yang kujalankan di Jakarta, sepertinya belum dikembangkan di Jogya.

Itulah ringkasan cerita mengapa aku sekarang mondar-mandir, Jakarta – Jogyakarta. Usahaku di Jakarta sudah berjalan baik, bahkan dapat kuibaratkan sudah bisa auto pilot, sehingga tanpa kehadiranku setiap hari, usaha berjalan normal.

Perhatian lebih besar ku curahkan di cabang Jogya, sehingga waktu ku lebih banyak kuhabiskan di Jogya. Keluarga ku di Jakarta tidak terlalu bermasalah, anak-anak ada 2 orang sudah kuliah semua. Istri mempunyai usaha salon.

Setelah 6 bulan usahaku di Jogya mulai berjalan normal, tetapi belum bisa dilakukan autopilot. Memang benar potensi di Jogya ternyata cukup besar, sehingga aku pun bergairah menggarapnya.

Selama ini aku menyewa kamar kost di daerah yang tidak jauh dari tempat usahaku. Pikiranku jadi berubah ketika aku melihat ada peluang untuk juga bermain properti di Jogyakarta. Aku mengakusisi sebidang lahan yang menurutku cukup strategis untuk dikembangkan menjadi bangunan ruko-ruko.

Benar dugaanku, 30 ruko yang aku bangun dalam waktu singkat sudah sold out, padahal, belum satu bangunan pun berdiri. Mereka sudah tertarik melihat gambar saja. Dari sejumlah ruko yang aku bangun ada 3 ruko yang tidak aku jual. Aku memilih untuk menunda dulu. Bangunan ketiga ruko itu dua berjajar dan satu ruko bertolak belakang.

Satu ruko itu kemudian setelah selesai dibangun, aku siapkan untuk tempat tinggalku selama di jogya. Ruko berlantai 3. Kamarku di lantai paling atas dan lantai kedua untuk ruang makan, ruang tamu dan kamar pembantu. Jadi aku desain seperti penthouse.

Aku memerlukan seorang pembantu, tetapi mencari pembantu yang cocok dengan seleraku, tentu persoalan yang tidak mudah. Akhirnya aku mencoba memasang iklan di kolom lowongan kerja, yang bunyinya kira-kira : dicari pembantu perempuan usia 25 – 35 tahun tinggal di dalam, gaji sesuai dengan UMP (Upah Minimum Provinsi),

Aku pasang di koran lokal selama seminggu. Ternyata peminatnya banyak sekali, aku tidak mengira, begitu banyak orang ingin jadi pembantu, padahal yang melamar sebagian besar bukan tampang-tampang pembantu, malah ada yang S-1.

Mulanya aku bingung memilih, karena semuanya mantap-mantap. Akhirnya aku menemukan kriteria yakni berwajah khas Indonesia, badannya sekel, wajahnya manis, kelihatan jujur, berbadan sehat, single, agak genit, susunya besar, bokongnya besar, pokoknya njawani banget.

Dengan kriteria itu masih ada 4 orang yang memenuhi syarat. Ini makin membingungkan. Akhirnya satu persatu aku interview lagi dengan cara ngobrol. Alhasil terpilih satu orang. Dia bukan yang paling ayu, tetapi aku rasa sesuai dengan keinginanku.

Namanya Suniarti, janda tanpa anak sudah 3 tahun, karena ditinggal suaminya, hidup bersama orang tuanya di luar Jogyakarta. Umurnya 26 tahun lulus SMA tidak lama kemudian kawin. Suaminya dulu bekerja sebagai supir bus malam. Kelihatannya orangnya ramah, cekatan dan mau bekerja berat untuk menghidupi orang tuanya.

“Mbak Sun sampeyan saya terima dan besok mulai bekerja, bawa semua pakaian dan perlengkapan langsung ke alamat rumah saya jam 5 sore, “ begitu perintah saya kepadanya. Dia kelihatan sangat senang langsung menyalami tangan saya dan menciumnya.

Jangan senang dahulu, saya coba dulu 3 bulan, kalau cocok bisa terus, tetapi kalau nggak cocok ya terpaksa tidak bisa lanjut, kata saya. Dia lalu berjanji akan bekerja sungguh-sungguh.

Keesokan harinya HP saya berdering, saya lihat no nya Mbak Suniarti. Saya bergegas turun ke bawah dan membuka rolling door dan mempersilakan dia masuk. Dia membawa sebuah tas pakaian yang tidak terlalu besar dan sebuah tas tangan.

Saya menunjukkan kamarnya tempat dia tinggal, sebuah kamar berukuran 2,5 x 3 m lengkap dengan spring bed dan AC serta sebuah lemari dan meja yang bisa digunakan untuk merias atau menulis.

Selanjutnya aku mengajak keliling rumahku untuk menunjukkan semua fasilitas yang ada. Dia manggut-manggut saja mendengar penjelasanku.

Pekerjaan pertama adalah membereskan rumah ku yang agak berantakan. Sambil dia bekerja aku mengajaknya ngobrol, mengenai latar belakang kehidupannya.

Sampai 1 bulan bekerja kami sudah akrab. Dia bahkan sudah terbiasa memijat badanku manakala pulang dari kantor. Sebetulnya itu bukan permintaanku, tetapi maunya dia sendiri yang menawari mau memijat.

Awalnya ya memijat di ruang bawah sambil aku duduk dan menonton televisi. Sambil ngobrol, dia memijat pundakku. Pijatannya lumayan enak juga.

Lama kelamaan dia menawarkan untuk memijatku seluruh badan. Aku mulanya telungkup di sofa. Tetapi karena memijatnya kurang leluasa akhirnya pindah ke tempat tidurku. Suasana di kamar terasa berbeda, otak mesumku meradang jadinya.

Aku meski sudah mendekati usia 50 tahun, tetapi nafsu sexku masih tinggi. Dalam keadaan telungkup dengan hanya mengenakan celana dalam dan sarung dan bagian atas tidak mengenakan apa-apa, senjataku tidakmau diatur.

Dia tegak dengan kemauannya sendiri. Pada posisi telungkup aku bisa menyembunyikannya, meskipun sarungku sudan dilorot.

Mbak Sun agak nakal juga dia, tangannya sengaja menyenggol-nyenggol kantong menyan, sehingga makin membuat senjataku keras sempurna.

Ketika berbalik, aku tidak bisa lagi menyembunyikan ketegangan itu, Malah kepalanya agak mencuat keluar sedikit dari balik karet kolor celana, sehingga setengah kepalanya jadi seperti mengintip.

Aku tidak mungkin menutupi kemaluanku dengan tangan, karena akan kelihatan norak, jadi aku pasrah saja membiarkan apa adanya. “Wah pak adiknya marah ya, itu mau keluar dari celana,” kata Mbak Sun.

“Ah marah kenapa, yang mana,” kataku pura-pura tidak mengerti. “ Ini ,” katanya sambil menyubit pelan. Aku terjingkat juga ketika tangannya menyentuh ujung penisku. “Geli ya,” katanya. “Bukan geli, tapi enak” kataku.

“Ih bapak genit,” katanya.

“Mbak rasanya sakit kesingset sama celana, boleh nggak dibuka saja,” kataku.

“Sapa takut,” katanya genit sambil menarik kebawah celanaku.  BandarQ 

Aku jadi bugil dengan senjata kaliber 15 cm mengeras sempurna sehingga posisinya 45 derajat ke arah perut.

“Mantap juga pak kelihatannya,” kata Mbak Sun sambil menggenggam tangannya ke batang penisku. Pikiranku sudah terbang kemana-mana. Sentuhan tangannya membuat aku makin terangsang, apalagi dia mulai mengocoknya perlahan-lahan. Aku sudah kehilangan akal sehatku dan hanya rangsangan birahi yang memenuhi kalbuku.

Aku mendesis nikmat. Mbak Sun malah menambahkan cream body lotion untuk memperlicin gerakan mengocok tangannya. Cukup lama dia mengocok batang penisku. Aku memang sulit mencapai ejakulasi melalui kocokan, rasanya malah ngilu di sekitar kepala penis. Topi baja penisku memang melebar jadi kalau dikocok pakai tangan jadi agak ngilu mengurangi rangsangan.

“Bapak kok nggak keluar-keluar ya sampai tangan saya pegal,” katanya.

“Iya memang agak susah keluar kalau dikocok,” kataku.

Tiba tiba dikulumnya batang penisku dan Mbak Sun berusaha menghisap sekuat-kuatnya, mungkin dia ingin menarik spermaku agar cepat keluar. Dia mengulum dan hampir semua batang penisku masuk kemulutnya. Kulumannya nikmat tetapi aku masih bisa bertahan tidak muncrat hanya dengan kuluman.

Aku pasif saja dipelakukan begitu, tidak berusaha merambah ke tubuhnya. Aku memejamkan mata.bahkan aku menutup mataku dengan handuk sehingga aku tidak melihat bagaimana dia melakukannya.

Cukup lama Mbak Sun mengoral penisku, “Pak mulutku pegel pak lama-lama, “ katanya mnyudai aksi oralnya. Aku diam saja seperti orang tidur dan tetap menutup mataku. Aku hanya mendengar suara seperti dia sedang membuka baju. Aku tetap pasif dan mematung membujur.

Dari gerakan kasur, aku merasa dia berdiri di kasur dan terasa dia mengangkangi tubuhku. Tidak lama kemudian tangannya meraih batang penisku dan diarahkan ke lubang surganya.

Lalu dia menekan perlahan-lahan sampai akhirnya penisku masuk penuh ke dalam liang vaginanya. Mbak Sun melakukan gerakan maju munur, sepertinya dia berusaha menggesekkan clitorisnya ke batang penisku.

Gerakannya makin lama makin cepat dan dia sendiri pun mengerang sendiri. Mungkin hanya 2 menit dia sudah ambruk menimpa tubuhku dan terasa liang vaginanya berkontraksi memijat penisku.

“Pak maaf ya saya nggak kuat, jadi saya masukkan saja bapak punya ke punya saya, habis kepala saya lama-lama jadi mumet nahan nafsu,” katanya.

“Sekarang gimana,” tanya saya.

“Wah plong banget rasanya pak, anu e bapak enak banget, keras, jadi rasanya turuk saya penuh banget,” kata Mbak Sun.

Posisi aku dibawah memang membuat aku mampu bertahan agar tidak ejakulasi. Sehingga Mbak Sun akhir mendahului mencapai orgasme.

Aku membalikkan posisi dan aku berada di atas sambil mengarahkan batangku memasuki liang surgawinya. Perlahan-lahan aku tekan, Mbak Sun kelihatan meringis. Aku tanya kenapa meringis, dia kata ngrasai enaknya batangku masuk ke lubangnya.

Mungkin karena lebar topi bajanya sehingga ketika aku menarik batangku membuat vaginanya seperti divakum. Ini membuat vaginanya terasa mencekat meskipun sudah dibanjiri cairan orgasme dan pelicin. Aku melakukannya dengan ritme pelan, sambil membayangkan letak G Spot si Mbak Sun agar kesundul topi baja ku.

Mungkin G Spotnya berkali-kali tergerus oleh topi bajaku, sehingga dia merintih-rintih tak terkendali, jika aku percepat, ritme rintihannya juga menjadi ikut cepat, lama-lama rintihannya seperti dia akan mendapat orgasme, mendengar reaksi itu rangsanganku jadi makin memuncak dan aku merasa sebentar lai aku akan melekedak, akhirnya aku mempercepat gerakanku dan mengabaikan rintihannya.

Menjelang aku orgasme dia sudah menjerit mencapai O-nya dan berusaha merangkulkan kakinya ke pinggangku agar tubuhku merapat, terutama kemaluan ku menekan kemaluannya.

Kuhunjam dalam-dalam-dalam batang penisku dan terasa kedutan yang sangat mencekat membuat aku tak mampu lagi bertahan dan tumpahlah semua spermaku ke dalam liang vaginanya. Kelamin kami saling beradu kontraksi sampai akhirnya kami berdua lemas.

“Uedan pak, enak banget rasa ne sampai aku lemes banget, Pak maaf ya pak aku nggak kuat berdiri, mataku ngantuk banget, aku numpang tidur sebentar ya, badanku lemes banget pak,” katanya sesaat selesai orgasmenya.

Mungkin dia mendapat orgasme G Spot yang mengakibatkan badannya lemas dan memebuat ngantuk.

Aku bangkit dan memperhatikan tubuh telanjangnya. Teteknya cukup besar, akhirnya aku tahu BH nya ukuran 38 C, berpinggang dan bagian pinggulnya melebar, pahanya tebal dan bulu jembutnya tidak terlalu lebat, tetapi bentuknya menggunung.

Orang setempat menyebutnya menthul. Warna kulitnya kuning langsat, bagian dalam yang sering tertutup pakaian lebih terang daripada bagian luarnya.

Kutaksir tinggi Mbak Sun sekitar 160 cm, cukup tinggi bagi rata-rata perempuan Jawa. Rambutnya lurus sebahu dan lumayan lebat, bibirnya agak tebal, hidungnya normal tidak termasuk pesek. Meski pahanya tebal, tetapi tumitnya kecil dan dekok (sorry susah menerjemahkan).

Aku kekamar mandi membersihkan senjataku dan membawa handuk lembab untuk membersihkan sisa maniku yang berada dan meleleh di sela-sela vaginya. Beberapa tetes sempat membasahi sprei, tetapi tidak terlalu banyak. Setelah itu kami tidur berselimut dan telanjang ei bawah selimut.

Aku jatuh tertidur mungkin sekitar 3 jam. Karena kulihat jam di dinding menunjukkan jam 1 malam ketika aku terbangun. Kantong kemiku terasa penuh sehingga aku bangkit menuju kamar mandi sambil tetap telanjang dan melepaskan hasrat kecilku.

Tidak lama kemudian Mbak Sun nyusul dan dia langsung duduk dan berdesir suara tekanan kencingnya. Mak Sun juga telanjang bulat ke kamar mandi. Aku membersihkan senjataku, tetapi kemudian diraih oleh Mbak Sun dan disabuninya senjataku lalu diguyur shower dengan air hangat. Dia pun lalu menyabuni memeknya sendiri sambil jongkok.

Setelah mengeringkan diri dia menyeretku kembali masuk ke bawah selimut. “Bapak main e pinter banget sampai aku semaput,” katanya. Di tidur bagaikan kami suami istri.

Tanpa rasa sungkan lagi dia memelukku sambil meremas-remas batangku di bawah selimut. Mendapat perlakuan begitu, perlahan-lahan senjataku jadi mengeras, meskipun tidak sampai 100%.

Tanganku juga ikut meremas dan memelintir putingnya, Putingnya masih termasuk kecil, karena dia belum pernah hamil. Pada kesempatan itu kutanyakan dia apakan sekarang dia sedang masa subur.

Dia menjawab, bahwa dia tidak bisa punya anak. Menurut dokter, indung telurnya tidak sempurna memproduksi telur.

Teteknya yang tebal terasa mantap di telapak tanganku, Aku bangkit lalu menghisap kedua putingnya, sampai kedua nya makin keras. Melalui jilatan di kedua putingnya saja Mbak sun sudah mereintih nikmat.

Tanganku meraba belahan memeknya terasa berlendir. Menandakan dia sudah terangsang dan siap di tusuk kembali. Aku tidak mau terburu-buru, Aku menciumi perutnya dan menjilat di sekitar pusarnya. Mbak Sun menggeliat kegelian .

Kurengangkan kedua kakinya dan mulutku turun terus menciumi gundukan atas memeknya yang ditumbuhi bulu agak jarang. Mbak Sun sungkan dan berusaha menarik kepalaku.

Pak jangan diciumi anuku pak aku, sungkan pak, jijik pak. Aku tidak peduli dengan rintihannya lidahku mulai menyapu belahan memeknya. Kubuka belahan memeknya dengan kedua tanganku terlihat bentuk vaginanya sempurna.

Clitorisnya merah mengkilat menonjol di atas, sehinggan mudah menemukannya, bibir dalamnya tidak bergelambir, meski berwarna ungu tua, di dalamnya berwarna merah muda dan basah.

Mbak Sun berkali-kali berusaha menarik kepalaku ke atas, karena katanya dia malu dilihatin begitu. Tetapi tidak kupedulikan malah aku mulai menjilati clitorisnya. Bagian clitoris yang menonjol menjadi mudah bagiku mencucupnya dan menjilaitnya.

Mbak Sun sudah kelojotan gak karuan, sehingga aku terpaksa menekan kedua lenganku menahan pahanya agar memudahkanku menjilati clitorisnya.

Dia menjerit-jerit nikmat sambil menekan-nekan kepalaku sampai akhirnya menjerit panjang manakala orgasmenya sampai. Terasa seluruh permukaan memeknya berkedut dan celah vaginanya membanjir cairan kental.

Aku bertahan beberapa saat sampai dia menuntaskan orgasmenya baru mulutku kuangkat dari memekunya. Aku lalu duduk bersimpuh dan perlahan-lahan meencolokkan jari manis dan jari tengah ke dalam lubang memeknya sampai ambles semua.

Perlahan-lahan aku kocok. Mulanya tidak ada reaksi dari tubuhnya, t3etapi lama-lama mulutnya merintih nikmat lagi. Makin lama makin keras dan akhirnya aku menandai bahwa dia segera mancapai orgasmenya.

Menjelang orgasmenya cepat-cepat aku tarik jariku dari lubang memek dan membuka lebar belahan memeknya sampai terlihat lubang kencingnya. Tak lama berselang muncrat cairan kental berkali-kali sehingga mengenai mukaku.

“Pak maaf ya pak aku nggak bisa nahan ngompol, sampai kena muka bapak ya,” ‘ katanya sambil mengelap muka ku yang belepotan cairan ejakulasinya.

“Pak sumpah, saya seumur hidup belum pernah ngrasai sampai gini enaknya, kalau sampai saya ketagihan nanti jangan salah in saya Pak,” sambil matanya sayu. Dia mengaku lemas sekali. Tetapi senjataku yang sudah mengacung keras memerlukan penuntasan.

Aku langsung menerjang dan menggenjotnya. Cukup lama juga karena ronde kedua ku biasanya biasanya lama sekali. Sudah setengah jam aku genjot dia sudah berkali-kali mendapat orgasme sampai katanya badannya kayak tidak ada tulangnya.

Dia sudah mohon-mohon untuk menyudahi permainan karena badannya sudah tidak kuat berkali-kali orgasme. Aku tidak perduli dan terus berkosentrasi untuk mendapatkan orgasmeku.

Ketika aku sampai di puncak, Mbak Sun juga menyertai. Aku merasakan kontraksi bersamaan dan Mbak Sun kemudian terdiam dan tak lama keudian dia sudah mendengkur. Aku pun langsung tertidur.

* * *

Sejak saat itu kami hampir setiap hari selalu berhubungan kelamin. Kadang-kadang ketika aku sedang nonton TV, Mbah Sun memelorotkan celanaku lalu duduk dipangkuanku dan menancapkan senjataku ke vaginanya.

Kami duduk berhadapan, aku diam saja, dia yang aktif memainkan peran sampai akhirnya mencapai orgasme. Sering aku tidak sampai orgasme dia sudah lelah, sehingga aku membiarkan pertandingan usai meski aku belum game.

Permainan disambung lagi di tempat tidur sampai tuntas. Mbak Sun ternyata nafsunya besar sekali. Lebih sering dia yang meminta dari pada aku yang memulai. Dia selalu menggoda untuk menjurus pada hubungan sex.

Oleh karena itu selama dirumah kami jarang mengenakan baju. Kami telanjang saja sambil makan, sambil nonton TV, atau kadang-kadang aku bekerja di komputer, barangku di bawah dikulum dan diisap-isap. Jadi kami di rumah ini sudah menerapkan kehidupan nudist.

Aku memang tidak selamanya berada di Jogya, karena beberapa hari aku berada di Jakarta untuk mengawasi jalannya perusahaan di sasana dan berada di rumah . Jika aku tidak di Jogya, Mbak Sun pulang ke rumah orang tuanya, begitu selalu.

Tidak terasa sudah 6 bulan aku hidup bersama Mbak Sun, gajinya sudah kunaikkan menjadi dua kali lipat. Dia senang sekali karena selain gajinya utuh, dia juga sering mendapat uang tips dari aku.


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Rabu, 24 September 2025

KISAH NYATA TENTANG KEHIDUPAN, KAKAK KANDUNGKU

Sahabat Poker - Patricia adalah perempuan yang berusia 25 tahun dan saat ini sedang kuliah di fakultas kedokteran. Cantik? Jangan ditanya lagi. Aku, Lawrence berusia 18 tahun. Baru saja kelas 3 sma. Patricia adalah kakak kandung aku.

Orang tua kami jarang di rumah sehingga aku dan kakak aku selalu berdua setiap hari. Patricia sendiri juga sudah mau menyelesaikan kuliah nya. Dia memang sangat pintar dan kepintarannya jauh di atas rata rata. Bukan tak mungkin dia sendiri bahkan lebih hebat daripada dosen nya sendiri.

Hubungan aku dan kakak memang sangat dekat. Dia sendiri juga sangat menyayangi aku seperti pacarnya sendiri. Patricia juga tipikal perempuan yang mandiri. Dia pandai mengatur waktu dan sangat rajin dan tidak suka menghabiskan waktu untuk omong kosong tidak jelas dengan teman teman nya.

Di rumah, Patricia sering berpakaian terbuka. Tak jarang dia tidak memakai bra sehingga aku bisa melihat puting susu nya itu. “Napa Gak telanjang sekalian aja sih? Menyiksa lahir batin aja lu!” Kataku dalam hati. Tak jarang juga kakakku ini sering menggandeng tanganku kalau kami berdua sedang keluar rumah seperti ke mall etc.

Tak sedikit yang mengira kalau kami ini adalah sepasang kekasih. Tinggi tubuh kami juga… ya hampir sama.. cuma Aku lebih tinggi sedikit. 177cm. Kakakku 173 cm. Sangat tinggi untuk ukuran wanita. Pernah sekali dia ditawarkan menjadi model tapi karena dia fokus dengan kuliah nya, dia menolak.

Kami berdua keturuan Chinese. Papa mama kami selalu di luar kota dan belum tentu sebulan 1x mereka pulang. Kalaupun pulang, 3 hari lagi juga menghilang tanpa memberikan kabar. Biasa. Bisnis. Kami ada seorang pembantu yang datang di pagi hari dan pulang di sore hari.

Sejak dulu, kedua orang tua kami sudah sering bepergian dan jarang pulang. Alhasil kakakku lah yang datang mewakili kedua orang tuaku. Saat pengambilan rapor, semua teman temanku naik yang cowok atau cewek senantiasa terpukau oleh kecantikannya. BandarQ   

Banyak yang mengira dia adalah pacarku karena kami selalu bergandengan tangan. Teman teman perempuanku banyak yang cemburu dan yang laki laki banyak yang iri. Patricia juga bisa mengendarai motor besar seperti nsr.

Kakakku kalau baru pulang kuliah selalu saja memeluk diriku dan mencium aku. Awalnya aku agak risih tapi lama lama terbiasa dan mulai muncul nafsu terhadap dirinya. Dia meski sudah 20 tahun lebih, masih suka bermanja manja dengan diriku.

Kadang kami nonton bersama sambil tiduran bersebelahan dan kadang dia minta dipangku juga sampai tertidur. Kami sering tidur berdua dan dia selalu memakai kaos ku kalau tidur dan selalu melepas bra nya.

Aku sendiri lama lama semakin nafsu dan Aku memberanikan diri untuk mencium kening dan pipi kakakku saat dia sedang tidur. Ternyata dia belum tidur dan dia tahu Tapi pura pura saja.

Suatu malam saat dia sudah tertidur, aku mencium kening dan kopi nya. Entah mengapa kali ini aku penasaran dan mencoba mencium bibirnya. Patricia sungguh sangat cantik sekali malam itu dan aku juga semakin tergoda.

Dasar dia emang iseng. Saat aku selesai mencium bibirnya, matanya langsung terbuka lebar dan mengagetkan aku. “Baaaaaaaaa. Nakal ya Dedek.,” katanya sambil tertawa dan mencubit pipiku.

Aku kaget dan ketakutan juga mau jari tapi tangan kakakku langsung menahan tubuhku dan memeluknya dari belakang. Dia sama sekali tidak marah dan malah tertawa sambil meledek aku.

“Dedek nakal ya. Hehehe. Dikira cece gak tahu dedek sudah ngapain aja? Sini cece cium dulu. Muaachh. Dedek dah gede sekarang. Cece makin sayang sama dedek. Hmmmm” katanya sambil memeluk dan mencium pipiku.

“Ce. Maafin dedek. Soalnya dedek lihat cece cantik banget malam ini. Maaf ya ce” kataku dengan penuh ketakutan.

“Maaf apaan sih dek. Cece senang tau. Cece cuma mau punya pacar seperti dedek. Makannya cece gak mau pacaran dulu sampai sekarang.. mau cari cowok seperti dedek mah susah” kata dia.

Aku pun melepaskan pelukan itu dan memeluknya kembali juga mencium keningnya. “Ce. Dedek juga mau punya pacar cantik seperti cece tapi gak akan ada. Aku cuma sayang cece saja” kataku kepadanya yang membuat dia tersenyum genit serta memegang dagu ku.

P: dek. Hmmmm.. emang dedek Gak bisa menemukan perempuan yang lebih baik dari cece? Hehehe.

L: belum ketemu sih ce. Ada juga belum tentu senyaman sama cece.

P: nanti juga ketemu kok dedek sayang. Dek. Dah malam. Dedek bobo yuk. Cece mau dipeluk ama dedek malam ini. Boleh kan dek? Hehehe..

L: ok ce. Sini aku peluk ce. Hiya hiya. Hehehe

Kami berdua pun tertidur dengan lelap sampai besok pagi. Kami berdua bangun dan bersiap siap untuk pergi. Patricia akan ke kampus dan dia akan mengantar aku ke sekolahan ku. Aku masih di kelas 3 sma saat ini dan bersekolah di salah 1 sekolah international di ibu kota.


Bersambung…

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

KISAH NYATA , JIRAN AMOI

SAHABATPOKER  -  Sehari lepas kepulangan Maniam ke rumahnya, aku tak dengar apa-apa cerita tentang Devi lagi. Kebetulan pulak, keesokkan har...