Jumat, 20 Juni 2025

Kisah Ketiga Antara Dara dan Janda


Sahabat Poker Aku terus melayari dunia penuh nikmat bersama ibu Intan dan sesekali aku menerima surat dari Intan, ku baca bersama-sama Maria dan tentunya selepas membaca surat Intan, Maria akan mengantikan tempat Intan melayari bahtera nikmat bersamaku….. Sesekali aku meneruskan kegiatan lancap melancap yang sememangnya kugemari sedari dulu. Aku tetap memilih mangsa , prinsipku “aku akan melayari hanya hanya perempuan terpilih atau dara .” Aku lebih rela memuaskan nafsuku dengan melancap daripada mencari dan mengagahi perempuan-perempuan jalanan  pelacur.

Setelah hampir setahun aku menganggur aku mendapat pekerjaan sebagai ……………….. Aku akhirnya dapat membeli “Video Player” yang selama ini aku idamkan dan bersamaan dengan itu hobi aku bertambah dengan menonton filem-filem lucah. Aku mampu menonton sehingga 6 buah tape lucah dalam satu hari. Untuk lebih privacy, aku menyewa sebuah rumah flat sederhana dan tinggal berasingan dari keluarga dengan alasan berhampiran tempat kerja.

Aku terus menjadi pengemar filem lucah, setiap hari ada saja filem lucah baru yang ku sewa atau beli. Aku sering menonton sambil berbogel dan melancap atau kadang2 bersama Maria….pastinya… Aku lebih suka menonton sendirian kerana kalau bersama Maria pastinya sebelum filem berakhir aku dan Maria telah melakonkan lakonan panas/hangat kami sendiri……………

Dalam aku menyewa filem-filem lucah, aku tertarik kepada seorang gadis tionghua yang berkerja dikedai video. Body dan wajahnya mirip “Asia Carera” iaitu salah seorang pelakon filem lucah yang kuminati. Dari panggilan taukenya, aku dapat tahu nama gadis itu, Lily namanya. Lily gemar memakai seluar pendek ketat berwarna putih setiapkali datang berkerja. Bekas lurah celah kelengkangnya hampir jelas kelihatan, semua itu membangkitkan imajinasi sex ku. Suatu hari aku datang kekedai itu untuk menyewa video, kebetulan ketika itu tiada pelanggan lain dan Lily bertugas seorang diri, mungkin bosnya berada dalam bilik pejabat.

Dari jauh Lily tersenyum kerana dia sememangya telah tahu filem apa yang akan aku sewa. “Hai.. ” tegurku. “Hai.. Lily membalas.. apa cerita” tanyanya. ” Biasalah ” jawabku. ” Berapa.?” tanyanya. “Berapa ada baru punya? Tanyaku lagi. Lily terus menarik laci rahsia tempat menyimpan filem lucah dan mengeluarkan dan mengeluarkan lapan Filem terbaru. ” Angkat Anam (6) ” kataku. “Haiya … Lu manyak suka ini macam punya celita aaa” kata Lily sambil merekod sewaan ku. “Mestilah..syok tau.. Lu pernah tengok ka” aku semakin berani. ” Selalu juga .. Bila waa buat retape, wa tengoklah” katanya lagi. ” Lu tak rasa syok ka” tambahku. “Haiyaa …mesti syok punya ” kata Lily perlahan. “Itu macam Lu sudah biasa itu ka…” kataku lagi. “Lingan-lingan punya adalaaa ….belat punya belum pernah loo” bisik Lily perlahan.

Setelah memasukkan filem-filem yang ke sewa ka dalam beg, aku mula hendak beredar, bila tiba dipintu aku terhenti dan kembali menuju kearah Lily. “Apahal ” Lily bertanya. ” Eee Ini malam you Free tak, I mau ajak you pergi dinner, mau ka” aku memberanikan diri mempelawa Lily keluar kerana sejak Intan tiada aku tak pernah keluar dengan perempuan. “You …seliouska” Lily seakan terkejut. Setelah diam seketika, Lily bersuara “Ok! I habis kerja pukul 9.45, you tunggu I kat luar kedai”. Yesss!!!! aku seakan ingin menjerit gembira kerana pelawaanku diterima. Setelah betul berjanji, aku pun keluar dari kedai sambil tersenyum meleret.    BandarQ

Tepat 9.45 malam, aku telah berada dihadapan kedai tempat Lily berkerja. Lima minit kemudian Lily keluar. Berseluar pendek dengan T’Shirt singkat dan dibaluti jacket jeans berwarna biru. Aku terpaku memandangnya, Ini sudah cukup hebat, bisikku dalam hati. Aku terus memakaikan Lily topi keledar dan terus membon-cengnya dengan TZM kepunyaanku. Dalam perjalanan Lily memeluk pinggangku erat mungkin kesejukkan, buah dadanya terasa menekan-nekan belakangku dan ini membuatkan zakarku mula berdenyut. Aku membawa Lily ke Restoran KFC dan selepas makan Lily mengajakku ka disco. Aku menurut saja. Berada di Disco adalah satu kelainan buatku kerana aku tak pernah… tapi aku pura-pura telah biasa. Lily mengajakku menari, aku menurut dan alunan lagu “Endless Love” kami berpelukkan sambil menari. Lily tidak kekok berpelokan dan ini memberi kesempatan bagiku untuk mencari peluang, sebelah tanganku erat memeluk Lily, sebelah lagi merewang keseluruh tubuhnya dan sesekali meramas punggung Lily serta mengosok-gosok celah kelengkangnya.

Jam 1.00 pagi, kami keluar dari Disco, Lily meminta aku menghantarnya pulang. Aku akur dan Aku tidak mahu meminta yang lebih-lebih buat kali ini. Setiba diflat tempat tinggal, Lily kelihatan tercari sesuatu, dia kemudian mengatakan kuncinya tertinggal manakala kawan Setelah berfikir sebentar aku akhirnya mempelawa Lily karumahku, tanpa membantah Lily menurut saja.

Setibanya dirumahku Lily terus menghempaskan punggungnya atas sofa kerana keletihan tanpa ambil kisah keadaan rumahku yang berselerak ketika itu. Filem lucah yang kusewa siang tadi terletak diatas meja, masih ada empat tape yang belum kulihat. Aku masuk kebilik untuk menukar pakaian, aku memakai T’Shirt tanpa lengan dan berseluar pendek biru tanpa seluar dalam, memberi keselesaan kepada zakar yang berdenyut sejak tadi. Bila aku keluar dari bilik, mataku terpaku kearah TV yang sedang menayang adegan lucah dari filem Girl In Room 69 . Rupanya semasa aku masuk ka bilik, Lily telah memasang tape yang ku sewa siang tadi. Aku mendekati Lily dan duduk disebelahnya. “Li …you tak letih ka?” tanya ku. Lily hanya mengelengkan kepala. Dengusan nafasnya agak kencang kesan dari tayangan filem dihadapan kami.


LANJUT PART >> 2


Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Kamis, 19 Juni 2025

KISAH NYATA !! ZAHRA SEOARANG JANDA



 Sahabat Poker Aku mendapat kisah yang tak bisa terlupakan padahal kisah itu terjadi kira kira 
1 tahun yang lalu tapi rasanya baru kemarin Aku rasakan, cerita ini berkisah tentang istri dari pamanku dimana pamanku baru saja melangsungkan pernikahannya walaupun bisa dikata telat, karena umurnya suah rada tua

Pamanku terbilang orang sukses karena dalam bisnisnya lancer semua, mungkin sebab itu pamanku sibuk ke bisnisnya sampai lupa pendamping hidupnya, sudah disarankan kepada keluarganya dan dipilihakn wanita tapi selalu saja ada pertimbangan yang khusus dari paman sendiri, minta ini minta itu dan pada suatu saat paman membawa wanita yang sangat cantik.

Namanya zahra seperti namanya dia juga cantik, tak cantik pula dia juga supel kepada kami, dia berusia 24 tahun dan saat itu ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan teman pamanku itu.

Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata zahra memang enak untuk diajak ngobrol. Dan Aku melihat sepertinya pamanku tertarik sekali dengannya, karena Aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah zahra.

Tapi tidak demikian halnya dengan zahra. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika Aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Aku mulai berpikir jangan-jangan zahra lebih mendikaiku.

Tapi Aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan Aku yang hendak dijodohkan. Tapi Aku tetap saja memandangnya ketika ia sedang berbicara, kupandangi dari ujung rambut ke kaki, rambutnya panjang seperti gadis di iklan sampo, kulitnya putih bersih, kakinya juga putih mulus, tapi sepertinya dadanya agak rata, tapi Aku tidak terlalu memikirkannya.

Tidak terasa hari sudah mulai malam. Kemudian sebkamum mereka pulang, pamanku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Ketika sampai di restorant tersebut, Aku langsung pergi ke wc dulu karena Aku sudah kebelet. Sebkamum Aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Ternyata adalah zahra.

“Eh, ada apa di?”

“Enggak, Aku pengen kasih kartu nama Aku, besok jangan lupa telpon Aku, ada yang mau Aku omongin, oke?”

“Kenapa enggak sekarang aja?”

“Jangan, ada paman kamu, pokoknya besok jangan lupa.”

Setelah acara makan malam itu, Aku pun pulang ke rumah dengan seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama zahra sih. Tapi Aku tidak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti Aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.

Besoknya saat istirahat makan siang, Aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya.

“Eh, apa sih yang mau kamu omongin, Aku penasaran banget?”

“Eeee, penasaran ya, hen?”

“Iya lah, ayo dong buruan!”

“Eh, slow aja lagi, napsu amet sih kamu.”

“Baru tahu yah, napsu Aku emang tinggi.”

“Napsu yang mana nih?” zahra sepertinya memancingku.

“Napsu makan dong, Aku kan bkamum sempat makan siang!”


Aku sempat emosi juga rasanya, sepertinya ia tidak tahu Aku ini orang yang sangat menghargai waktu, terutama jam makan siang, soalnya Aku sambil makan dapat sekaligus main internet di tempat kerjAku, karena saat itu pasti bosku pergi makan kkamuar, jadi Aku bebas surfing di internet, gratis lagi.

“Yah udah, Aku cuma mau bilang bisa enggak kamu ke apartment Aku sore ini abis pulang kerja, soalnya Aku pengen ngobrol banyak sama kamu.”

Aku tidak habis pikir, nih orang kenapa tidak bilang kemarin saja.

Lalu katAku, “Kenapa enggak kemarin aja bilangnya?”

“Karena Aku mau kasih surprise buat kamu.” katanya manja.

“Ala, gitu aja pake surprise segala, yah udah entar Aku ke tempat kamu, kira-kira jam 6, alamat kamu di mana?”

Lalu zahra bilang, “Nih catet yah, apartment XXX , lantai XX , pintu no. XXX ), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”

“Bye-bye hen.”

Setelah telepon terputus, lalu Aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Apa bisa Aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung Aku berpikir tentang pamanku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti tidak enak dengan pamanku. Lalu Aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.

Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, sudah waktunya nih, pikirku. Lalu Aku pun mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Lumayan dekat dari tempat kerjAku di Roxymas. Sesampainya di sana, Aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Begitu sampai di lantai tersebut, Aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.

Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, di..”

zahra tersentak kaget, “Wah Aku kira siapa, pake tepuk segala.”

“Kamu khan kasih surprise buat Aku, jadi Aku juga mesti kasih surprise juga buat kamu.”

Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal kamu yah, awas nanti!”

Kujawab saja, “Siapa tAkut, emang Aku pikirin!”  BandarQ

“Ayo masuk hen, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya setelah pintunya terbuka.

Ketika Aku masuk, Aku langsung terpana dengan apa yang ada di dalamnya, kulihat temboknya berbeda dengan tembok rumah orang-orang pada umumnya, temboknya dilukis dengan gambar-gambar pemandangan di luar negeri. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Tapi hebat juga kalau cuma kerja sebagai sekretaris mampu menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.

Sambil Aku berkeliling, zahra berkata, “Mau minum apa Hen?”

“Apa saja lah, asal bukan racun.” katAku bercanda.

“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Sofia sambil tertawa.

Sementara ia sedang membuat minuman, matAku secara tidak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, ketika kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film yang berbau porno. Aku tidak sadar ketika ia sudah kembali, tahu-tahu ia nyeletuk, “Hen, kalo kamu mau nonHen, setel aja langsung..!”

Aku tersentak ketika ia ngomong seperti itu, lalu kubilang, “Apa Aku enggak salah denger nih..?”

Lalu katanya, “Kalo kamu merasa salah denger, yah Aku setelin aja sekarang deh..!”

Lalu ia pun mengambil sembarang film kemudian disetelnya. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau Aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.

“Duduk sini Hen, jangan bengong aja, khan udah Aku bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata zahra sambil menepuk sofa mendiruhku duduk.

Kemudian Aku pun duduk dan nonHen di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya Aku pun buka mulut, “Eh di, tadi di telpon kamu bilang mau ngomong sesuatu, apa sih yang mau kamu ngomongin..?”

zahra tidak langsung ngomong, tapi ia kemudian menggenggam jemariku, Aku tidak menyangka akan tindakannya itu, tapi Aku pun tidak berusaha untuk melepaskannya.

Agak lama kemudian baru ia ngomong, pelan sekali, “Kamu tau Hen, sejak kemarin bertemu, kayaknya Aku merasa pengen menatap kamu terus, ngobrol terus. Hen, Aku suka sama kamu.”

“Tapi khan kemarin kamu dikenalkan ke Paman Aku, apa kamu enggak merasa kalo kamu itu dijodohin ke Paman Aku, apa kamu enggak lihat reaksi Paman Aku ke kamu..?”

“Iya, tapi Aku enggak mau dijodohin sama Paman kamu, soalnya umurnya aja beda jauh, Aku pikir-pikir, kenapa hari itu bukannya kamu aja yang dijodohin ke Aku..?” kata zahra sambil mendesah.

Aku pun menjawab, “Aku sebenarnya juga suka sama kamu, tapi Aku enggak enak sama Paman Aku, entar dikiranya Aku kurang ajar sama yang lebih tua.”

zahra diam saja, demikian juga Aku, sementara itu film semakin bertambah panas, tapi zahra tidak melepaskan genggamannya.

Lalu secara tidak sadar otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir sekarang kan tidak ada orang lain ini. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padAku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dengan pelan, “zahra, Aku cinta kamu.”

Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. zahra pun lalu membalasnya sambil memkamukku erat-erat.

Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba buah dadanya, ternyata agak besar juga, walaupun tidak sebesar punyanya bintang film porno. zahra menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya.

Kemudian Aku berusaha membuka satu persatu kancing bajunya, lalu kuremas-remas dada zahra yang masih terbungkus BRA itu.

“Aaaaahhh, buka aja BH-nya Hen, cepat.., oohh..!”

Kucari-cari pengaitnya di belakang, lalu kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Langsung kusedot-sedot putingnya seperti anak bayi kehausan.

“Esshh.. ouww.. aduhh.. Hen.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!”

Setelah bosan dengan dada zahra, lalu kubuka seluruh  pakaiannya sampai bugil total. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi keindahan masing-masing. Lalu ia menarik tanganku menuju ke kamarnya, tapi Aku melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dengan kedua tanganku.

“Aouww Hen, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggel zahra manja melingkari leherku.

Kemudian kuletakkan zahra pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu Aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dengan mesranya sambil berpkamukan erat. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dengan lembut, Sofia mendesah-desah nikmat. Tidak lama Aku bermain di dadanya, mulutku pelan-pelan mulai menjilati turun ke perutnya, zahra menggeliat kegelian.

“Aduh Hen, kamu ngerjain Aku yah, awas kamu nanti..!”

“Tapi kamu suka khan? Geli-geli nikmat..!”

“Udah ah, jilati aja memek Aku Hen..!”

“Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”


Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung sajaZAHRA SEORANG JANDA kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. zahra menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan tidak mau kalah dengan permainan lidahku ini.

“Oohh esshhh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohhh.. nikmat sekali..!”

Agak lama juga Aku bermain di klitorisnya sampai-sampai terlihat banjir di sekitar vaginanya.

“Hen, masukkin aja titit kamu ke lobang Aku, Aku udah enggak tahan lagi..!”

Dengan segera kuposisikan diriku untuk menembus kemaluannya, tapi ketika kutekan ujung penisku, ternyata tidak mau masuk. Aku baru tahu ternyata dia masih perawan.

“zahra, apa kamu tidak menyesal perawan kamu Aku tembus..?”

“Hen, Aku rela kalau kamu yang ngambil perawan Aku, bagi Aku di dunia ini cuma ada kita berdua aja.” 


Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Rabu, 18 Juni 2025

KISAH NYATA ! PEJANTAN MELAYU !!!




Sahabat Poker Malam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam ketika aku mulai melepas semua pakaianku dan menutup tirai shower. Kubasuh sekujur tubuhku mulai dari rambut sampai ujung kaki. Kubasuh rambutku dengan sampo dibawah shower yang mengalir deras, kemudian dilanjutkan dengan membasuh seluruh bagian dari tubuhku.


Hawa kota srabi sangat semangat membuat gerah, mudah banget hanya keluar sebentar, tapi keringat sudah membanjiri tubuhku, karenanya aku malas mandi dan bersih2 sebelum makan malam. Karena pulang makan malam, pasti keringatku akan membanjiri pakaianku. Bau semerbak kecut tercium dari ujung rambutku begitu masuk kamar tadi. Uffh… kota ini indah.. sayangnya gerah. Gak beda jauh dengan kota asliku, lumpia.


Entah kenapa banyak kota berbau makanan yang membuat gerah… karenanya, mandi setelah meredakan keringat selepas makan malam kuanggap sebagai pilihan bijak.. meski aku sedikit ragu nanti malam tidur ditemani oleh batuk yang mendera.


Keluar dari kamar mandi, bayangan sepi memenuhi benakku. Aku duduk di tepian ranjang kamar, memandang sedu ketiga buah ponselku. Ketiga2nya tiarap, tidak ada satupun bunyi2an yang keluar dari barang elektronik itu. Pun hp bb ku yang sudah lengkap dengan bbm, ym, facebook, forum, whatsaap. Aku meradang, mengembara ke perjalanan jauh beberapa tahun yang lalu. Dulu… waktu masih lulus kuliah, belum punya kerjaan mapan seperti sekarang, hanya punya hp jadul, itupun isinya hanya kartu m3. Tapi waktu itu ada kamu… yang tak lepas sedikitpun dari sapaan, curhatan, obrolan, meski hanya lewat sms, dan telpon di malam hari menjelang tidur. Meninabobokanku dengan suaramu yang membuatku nyaman. GOD… I’d love him soo….

Sakit menyelusuri relung hatiku. Meski aku mati2an mencintaimu, tapi kau tak pernah melihat ke arahku. Aku wanita yang tak berharga yang tidak diinginkan, hanya itu yang berdengung dalam benakku saat kau meninggalkanku demi wanita sialan itu. Aku terisak, tapi tercekat di tenggorokan. Aku wanita tangguh, tak akan kubiarkan kau menjadi majikan atas hatiku, aku pasti bisa melupakanmu dan mengalahkan rasa cintaku padamu.


Moodku melorot, apalagi jika teringat pada sosokmu. Hingga aku tak pedulikan balutan handuk yang memeluk tubuhku. Aku enggan melepasnya dan menggantinya dengan pakaian yang pantas. Toh aku sendirian di kamar malam ini. Dan malam2 sebelumnya, getirku. Dengan sayu, kuletakkan kepalaku ke bantal di ranjangku, inginku menangis, meratapi nasib sialan yang menyiksaku, memenjaraku dalam kehausan akan sentuhan lelaki brengsek. Meski aku tak pernah bisa menikmatinya. Aku hanya melakukannya untuk balas dendam, pada lelaki yang tidak pernah melihatku,.


Perlahan, aku hendak menutup mata dan tertidur, ketika terdengar suara ceklek ceklek, seperti suara orang yang berusaha membuka pintu kamarku. Aku memicingkan mataku, memasang telingaku lebar lebar, dadaku mulai berdegub kencang. Pikiranku mulai mencercau, jangan2 maling… haish, pikiran gila. Hotel ini dilengkapi dengan para security yang berjaga di depan, dan kamarku dekat dengan resto yang selalu saja ada room boy yang berlalu lalang. Tapi siapa? Aku penasaran, aku berniat mengintip lewat lubang intip di pintu pada saat tanpa aku duga, pintu kamarku terbuka lebar dan terlihat sosok asing yang mengejutkanku. Belum hilang keterkejutanku, sosok itu mulai melangkah masuk, dengan gontai, reflek aku memundurkan langkahku menjauhinya beberapa langkah. Dadaku berdegub kencang, kepanikan mulai melanda benakku, sosok di depanku, sesosok lelaki tinggi, putih, tegap, berkacamata dan Chinese. Bak seorang malaikat jantan yang ada dalam setiap imajinasiku tentang maskulinitas dan desahan setiap malamku. Tapi siapa dia? Tatapannya sayu, dia memicingkan mata, mendekatiku dan memegang daguku dengan tangan kanannya,


“hmm…. Kali ini Pardjo bertindak benar, mencari dengan matanya. Cewek yang dia siapkan untukku, benar2 menggairahkan… “ sembari matanya menilaiku mulai dari ujung wajah sampai ujung kakiku, menilai lama di be;ahan dadaku yang agak merosot karena belum sempat kukancingkan. Lelaki cina itu berbalik, mengunci pintu dengan gontai dan kembali mendekatiku.

Beberapa kesadaranku mulai kembali menjalari badanku, aku semakin melangkah mundur kebelakang.

“apa yang kamu lakukan di kamarku? Tolong keluar segera!!” kataku sedikit menekankan dengan sedikit keras. Meski sempat terlintas di benakku ingin merasakan dekapan cowok cina di depanku. Pikiran gila.. karena aku belum pernah bertemu dengannya. Apalagi mengenalnya..


Cowok itu memicingkan matanya, matanya yang sipit semakin menyipit dan entah kenapa itu membangkitkan gairahku. Tatapannya tajam,. Sayu dan menggelora, ada kehausan di mata itu. Dia berjalan semakin mendekatiku, seolah2 dia tidak mendengarku berkata keras barusan. Aku terdesak, tak ada ruangan lagi di belakangku, aku sudah menempel di tembok kamarku, tak ada lagi jalan keluar. Dia melepas kacamatanya, meletakkannya sembarangan di meja di sebelahnya. Kemudian dia menelungkupkan kedua tangannya ke tembok di belakangku, sehingga aku berada di tengah2 kedua tangannya, begitu dekat dengan dadanya, bibirnya, wajahnya, dan kehangatan tubuhnya yang memancar, seolah2 bagai listrik yang ingin mengikatku. Mengikatku mendekat ke badannya, dan melahapku mentah2.


Dadaku naik turun karena sensasi birahi dan deguban jantungku yang semakin kencang, panic, kaget, semua bercampur menjadi satu. Hidungnya mendekat ke wajahku, mencium aroma sampo yang kupakai waktu di kamar mandi tadi, dia mencium rambutku, mengendus lembut aroma sampo yang manis, membelai mukaku dengan hembusan nafasnya yang berat, aku tahu benar itu hembusan nafas yang menahan hasrat. Samar2 tercium bau alcohol dari mulutnya. Pantas dia gontai sewaktu masuk ke kamar tadi. Otakku beku, tak sempat berfikir, bagaimana dia bisa masuk, tak mampu mempersoalkan bagaimana dia bisa muncul di kamarku dalam keadaan aku setengah telanjang. BandarQ


Hembusan nafasnya seakan mengajakku untuk mencumbu mulutnya, betapa jablaynya aku, begitu mudah tergoda dengan lelaki asing yang entah bagaimana bisa muncul di kamarku. Dan begitu jantannya lelaki yang menghimpit dadaku dengan dadanya sekarang. Dia mulai memiringkan kepalanya, mencoba menyapa mulutku dengan mulutnya, aku refleks memalingkan mukaku, kea rah yang berlawanan, menjauhi mulutnya. Meski ingin rasanya mencumbu mulut seksi itu.


Namun mulutnya mengikuti arah mulutku, menguncinya dengan pipinya dan memaksa bibirku untuk menerima sapuan mulutnya. Tangan kirinya memegang leher belakangku, meremas2 rambut belakang kepalaku, sementara mulutnya mulai mencari tantangan untuk mengalahkan. Tangan kanannya memeluk pinggangku dan menekan untuk menempal ke badannya. Sekedar berbasa basi, aku menahan dadanya dengan kedua tanganku. Namun erangan dan desakan bibirnya yang melumat bibirku, seakan akan tidak keberatan dengan dorongan tanganku, atau tanganku yang tak bertenaga? Namun pegangan tangan kanannya di pinggangku terasa sangat kokoh dan kuat. Aku merindukan tangan kokoh seperti itu. Tangan yang siap menahanku dan tak membiarkanku kabur barang semenit.


Bibirnya memanjakan bibirku, lidahnya bertaut dengan lidahku, bergantian, saling mengait, saling beradu, terkadang, dia menggigit lembut bibir atas, bergantian bibir bawah, dan bergantian aku yang menggigit bibir atasnya, kemudian bibir bawahnya, memagut lidahnya, mencumbu mulutnya, beradu ludah, mengenal dengan kedekatan fisik. Tanganku tak lagi menahan badannya, malahan aku mulai menjalari punggungnya dan memeluk lehernya, semakin tak ingin melepaskan ciuman cowok asing itu. Ciumannya begitu lembut, begitu manis, begitu menggairahkan.


Tangan kirinya menelusuri leherku, meraba lembut dadaku, menyusuri balutan handukku dan menemukan ujung handukku. Menriknya dan dalam sekali tarikan, handuk meluncur dari badanku turun ke lantai. Aku telanjang. Seharusnya aku malu, aku telanjang di depan lelaki yang tidak kukenal, tapi badanku tidak mematuhi otakku. Aku menggelinjang karena gairah, tangan kirinya lekas menangkup payudara kiriku ke dalam tangannya, membelainya lembut, memainkan putingnya, membuatku gelinjatan tidak karuan. Aku paling sensitive jika dimainin putingku. Birahi memenuhi ubun2ku. Nampaknya tangannya terlatih untuk membelai wanita, tubuhku mendamba rabaannya.

Mulutnya melepas ciuman kami, menelusuri leherku dengan lidahnya, kedua tangannya mulai memainkan bongkahan pantatku, kedua tangannya menopang pantatku dan mulutnya mencumbu kedua payudaraku bergantian, menjilat lembahnya, mencium putingnya, menggigit2 mesra, mengemut dan mengenyot2nya berasa dia nenen,,, emmhh…. Itu semakin menyulut birahiku. Aku menggelinjang menahan birahi yang meluap2…


Kemudian mulutnya turun mencumbu perut dan menjilati setiap inci bagian dari perutku sembari tangannya membelai lembut ujung kaki sampai pantatku. Ciumannya turun ke bawah perut, ke ujung klitorisku, mendesak masuk dengan ujung lidahku, tanpa jijik lelaki itu menyesap2 ujung vaginaku, membuatku semakin mendesah2 dan mencambak2 rambutnya sembari menahan sensasi birahi yang merangsang seluruh indera fisikku.


Kaki kananku diangkatnya setengah, diletakkannya di pundaknya, hal ini memudahkan lidahnya menjelajahi vaginaku, menusuk2 ke dalam lubangku yang telah membengkak karena foreplaynya yang dahsyat. Dengan lihai dia memainkan birahiku, membuatku mendesah2 kea orang gila, dan untuk sesaat aku kejang, didera perasaan yang luar biasa ngilu tapi mengenakkan, mencandu, aku klimaks.. menyemburkan lendir ke mulutnya, berkedut2 menahan ngilu karena big O… tubuhku melemas, lututku lemas tidak mampu menahan beban tubuhku, dengan sigap lelaki itu menopang tubuhku dan entah bagaimana caranya, aku terlentang di ranjangku, merasakan sisa sisa kelenjangan karena kenikmatan mengeluarkan lendir big O. dan saat aku tengah mengatur nafasku, sapuan kulit yang hangat dan halus, memenuhi sekujur tubuhku, rupanya saat aku mengatur nafas tadi, lelaki itu telah melepas semua bajunya, menanggalkan pakaian yang melekat di tubuhnya. Sempat kulirik bongkahan penisnya yang bergantung jantan di antara kedua pahanya. Melihatnya ngaceng, keras, membuat dadaku berdegub kencang, menahan birahi yang mulai naik kembali, apalagi lelaki itu, mulai merapatkan tubuhnya ke atas tubuhku, membelah kakiku, sehingga aku mengkangkang, bibirnya menjilati ujung vaginaku, naik ke atas perut, berputar2 di kedua lembahku, mencupang leherku, menjilati telingaku, dan berujung di bibirku. Lelaki itu mencumbu bibirku kembali, kegiatan seks yang paling aku candu, FK…


Sembari vaginaku berdenyut karena ada benda asing hangat yang mulai memenuhi vaginaku. Lelaki itu mulai melakukan penetrasi pada vaginaku, kutaham sedikit perih karena perlakuan itu, dan desahanku semakin memenuhi gema di dalam ruang mulut kami yang saling bertaut, tanganku memeluk punggungku, hampir meremas punggungnya saat penetrasi. Punggungku menegang, menegak menahan desakan dari penis lelaki itu yang tak lama kemudian mulai dia mainkan maju mundur, keluar masuk, dan mulutku semakin kacau mencercau, mendesah liar karena bibirnya melepas ciuman kami, menegakkan ounggungnya mendesak mentok di ujung vaginaku.


Selang berapa lama, tubuhku mulai menegang kembali, aku semakin kuat mencengkeram punggungnya, dan dia semakin kencang memacu penisnya dan menyodokkannya mentok dan keras bersaamaan dengan klimaksku yang kedua..


“arrrgghhhh……. “ desahan kami berdua saat klimaks itu datang



Badannya melemas, menghimpit badanku. Aku tak peduli, karena aku merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Belum pernah aku merasa klimaks seperti sekarang. Jantan sekali lelaki di atas tubuhku ini… keringat kami beradu, kamar ber-ac pun tak bermanfaat banyak untuk menahan keringat kami

Dan mataku pun terpejam.

Aku mengernyitkan mataku, saat sinar matahari pagi mulai menyusup ke dalam kamarku, aku mulai mengumpulkan ingatanku semalam. Masih terasa nyeri di bagian alat kelaminku, jadi semalam pasti bukan mimpi. Kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan, tak ada makhluk hidup selain aku. Lelaki itu telah pergi. Entah kenapa aku berasa seperti kehilangan, padahal tahu namanya pun tidak.


Aku bangun dan tertegun sejenak di tepi ranjang, masih mencoba mengumpulkan kesadaranku.

Kulirik meja rias di depan kaca, ada beberapa lembar uang merah dan sebuah kartu nama. Mc. Lee. Di belakang kartu nama ada serangkain no hp dan sebuah tulisan “terima kasih untuk malam yang luar biasa…”


Aku hanya bisa tersenyum… meresapi kenangan semalam…


PEJANTAN MELAYU

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Rabu, 04 Juni 2025

KISAH NYATA >>> SEORANG WANITA JANDA PAYUDARA YANG SANGAT MENGGODA

 


SAHABATPOKER   Pagi itu aku tengah sibuk membenahi kamarku. Sebuah kamar kontrakan yang baru kutempati sejak sebulan lalu. Maklum, kamar berukuran 3 x 4 meter itu berdinding papan dan terletak di bagian belakang rumah bersebelahan dengan kamar mandi.


Apalagi papannya sudah banyak yang renggang dan berlubang hingga bila malam tiba, angin gampang menerobos masuk dan menebarkan hawa dingin menusuk tulang.

Sebelumnya aku nyaris patah semangat ketika mendapati harga sewaan kamar yang rata-rata sangat mahal dan tak terjangkau di kota tempatku kuliah di sebuah PTN. Hingga ketika Bu Arwinda pemilik warung makan sederhana menawariku untuk tinggal di tempatnya dengan harga sewa yang murah aku langsung menyetujuinya.

Oh ya, Bu Arwinda, ibu kostku itu adalah seorang janda berusia sekitar 45 tahun. Sejak kematian suaminya tujuh tahun lalu, ia tinggal bersama putri tunggalnya Nastiti. Ia masih sekolah, kelas dua di sebuah SMTA di kota itu. Mereka hidup dari usaha warung makan sederhana yang dikelola Bu Arwinda dibantu Yu Narsih, seorang wanita tetangganya.

Yu Narsih hanya membantu di rumah itu sejak pagi hingga petang setelah warung makan ditutup. Pembawaan keseharian Bu Arwinda tampak sangat santun.

Ia selalu mengenakan busana terusan panjang terutama bila tampil di luar rumah atau sedang melayani pembeli di warungnya. Hingga kendati berstatus janda dengan wajah lumayan cantik, tak ada laki-laki yang berani iseng atau menggoda.

“Ada memang laki-laki yang meminta ibu untuk menjadi istrinya. Tetapi ibu hanya ingin membesarkan Nastiti sampai ia berumah tangga. Apalagi sangat sulit mencari pengganti laki-laki seperti ayah Nastiti almarhum,” katanya suatu ketika aku berkesempatan berbincang dengannya di suatu kesempatan.

Di tengah kesibukanku memperbaiki dinding kamar, tiba-tiba kudengar suara pintu kamar mandi dibuka. Lalu tak lama berselang kudengar suara pancaran air yang menyemprot kencang dari kamar mandi.

Padahal di sana tidak ada kran air yang memungkinkan menimbulkan bunyi serupa. Maka seiring dengan rasa ingin tahu yang muncul tiba-tiba, aku segera mencari celah lubang di dinding yang bersebelahan dengan kamar mandi untuk bisa mengintipnya.

Ah, ternyata yang ada di kamar mandi adalah Bu Arwinda. Wanita itu tengah kencing sambil berjongkok. Mungkin ia sangat kebelet kencing hingga begitu berjongkok semprotan air yang keluar dari kemaluannya menimbulkan suara berdesir yang cukup kencang sampai ke telingaku. Aku jadi tersenyum simpul melihat kenyataan itu.

Tadinya aku tidak berniat melanjutkan untuk mengintip. Namun ketika sempat kulihat pantat besar Bu Arwinda yang membulat, naluriku sebagai laki-laki dewasa jadi terpikat. Posisi jongkok Bu Arwinda memang membelakangiku. Namun karena ia menarik tinggi-tinggi daster yang dikenakannya, aku dapat melihat pantat dan pinggulnya.

Ah, wanita berkulit kuning itu ternyata belum banyak kehilangan daya pikatnya sebagai wanita. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terus mengintip, melihat adegan lanjutan yang dilakukan ibu kostku di kamar mandi yang ternyata membuat tubuhku panas dingin dibuatnya.

Betapa tidak, setelah selesai kencing, Bu Arwinda langsung mencopot dasternya untuk digantungkannya pada sebuah tempat gantungan yang tersedia.

Tampak ia telanjang bulat karena dibalik dasternya ia tidak mengenakan celana dalam maupun kutangnya. Jadilah aku bisa menikmati seluruh keindahan lekuk-liku tubuhnya.

Bongkahan pantatnya tampak sangat besar kendati bentuknya telah agak menggantung. Sepasang buah dadanya yang juga sudah agak menggantung, ukurannya juga tergolong besar dengan dihiasi sepasang pentilnya yang mencuat dan berwarna kecoklatan.

Namun yang membuatku kian panas dingin adalah adegan lanjutan yang dilakukannya setelah ia mulai mengguyur air dan menyabuni tubuhnya. Sebab setelah hampir sekujur tubuhnya dibaluri busa sabun mandi, ia cukup lama memainkan kedua tangannya di kedua susu-susunya. Meremas-remas dan sesekali memilin puting-putingnya.

Sepertinya ia tengah berusaha membangkitkan dan memuasi birahinya oleh dirinya sendiri. Lalu, dengan satu tangan yang masih menggerayang dan meremas di buah dadanya, satu tangannya yang lain menelusur ke selangkangannya dan berhenti di kemaluannya yang membukit.

Kemaluan yang hanya sedikit ditumbuhi bulu rambut itu, berkali-kali diusap-usapnya dan akhirnya salah satu jarinya menerobos ke celahnya.

Aku yakin Bu Arwinda melakukan semua itu sambil membayangkan bahwa yang mencolok-colok liang kenikmatannya adalah penis seorang laki-laki.

Terbukti ia melakukan sambil merem-melek dan mendesah. Membuktikan bahwa ia mendapatkan kenikmatan atas yang tengah dilakukannya. Disodori pertunjukkan panas yang diperagakan ibu kostku, aku kian tak tahan.

Akhirnya, ketika tubuhnya terlihat mengejang, karena menahan birahi yang tak terbendung dan seiring dengan datangnya puncak kenikmatan yang didambakan, aku pun kian kencang meremas dan mengocok kemaluanku sambil terus memelototi tingkah polahnya.

Dan tubuhku ikut mengejang dan melemas ketika dari ujung penisku memuntahkan mani yang menyembur cukup banyak.

Dia tampak kaget dan mencoba mencari sesuatu di dinding kamar mandi yang berbatasan dengan kamarku. Mungkin ia sempat mendengar erangan lirih suaraku yang tak sadar sempat kukeluarkan saat mendapatkan orgasme. Namun karena aku segera menjauh dari dinding, ia tak sempat memergokiku. Tetapi… ah.. entahlah. Bandarq Terbaik Di Asia


Hanya sejak saat itu aku sering mencari kesempatan untuk mengintipnya saat ia mandi. Bahkan juga mengintip ke kamarnya saat ia tidur. Kamar Dia memang bersebelahan dengan kamarku. Rupanya, untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, selama ini wanita itu mendapatkannya dari bermasturbrasi. Hingga aku sering memergoki ia melakukannya di kamarnya.

Dan seperti Dia, setiap aku mendapatkan kesempatan untuk melihat ketelanjangannya, selalu aku melanjutkan dengan mengocok sendiri kemaluanku. Tentu saja sambil membayangkan menyetubuhi ibu kostku itu. Sampai akhirnya, mengintip ibu kostku merupakan acara rutin di setiap kesempatan seiring dengan gairah birahiku yang kian menggelegak.

Sampai suatu malam, setelah sekitar enam bulan tinggal di rumahnya, aku bermaksud keluar kamar untuk menonton televisi di ruang tamu. Maklum sejak sore aku terus berkutat dengan diktat dan buku-buku untuk tugas pembuatan paper salah satu mata kuliah. Namun yang kutemukan di ruang tamu membuatku sangat terpana.

Televisi 17 inchi yang ada memang masih menyala dan tengah menyiarkan satu acara infotainment dan disetel dengan volume cukup keras. Namun satu-satunya penonton yang ada, yakni Dia, tampak tertidur pulas. Ia tidur dengan menyelonjorkan kaki di sofa, sementara daster yang dikenakannya tersingkap cukup lebar hingga kedua kaki sampai ke pahanya nampak menyembul terbuka.

Ketika aku mendekat, tubuh wanita itu menggeliat dan posisi kakinya kian terbuka hingga mengundangku untuk melihatnya lebih mendekat. Berjongkok di antara kedua kakinya. Kini bukan hanya paha mulusnya yang dapat kunikmati. Aku juga dapat melihat organ miliknya yang paling rahasia karena ia tidak mengenakan celana dalam.

Bibir luar kemaluannya terlihat coklat kehitaman dan nampak berkerut. Pertanda kemaluannya sering diterobos alat kejantanan pria. Sementara di celahnya, di bagian atas, tampak kelentitnya yang sebesar biji jagung terlihat mencuat. Melihat ketelanjangan tubuh ibu kostku sebenarnya telah cukup sering kulakukan saat mengintip.

Namun melihatnya dari jarak yang cukup dekat baru kali itu kulakukan. Degup jantungku jadi terpacu, sementara penisku langsung menegang. Aku nyaris mengulurkan tanganku untuk mengusap vaginanya untuk merasakan lembutnya bulu-bulu halus yang tumbuh di sana atau merasakan hangatnya celah lubang kenikmatan itu.

Tetapi takut resiko yang harus kutanggung bila ia terbangun dan tidak menyukai ulahku, aku urungkan niatku tersebut. Dan tak tahan terpanggang oleh gairah yang memuncak, kuputuskan untuk kembali ke kamar. Untuk beronani, meredakan ketegangan yang meninggi. Di dalam kamar, kulepaskan seluruh pakaian yang kukenakan.


Lalu tiduran telanjang diatas ranjang setelah sebelumnya menarik kain selimut untuk menutupi tubuh. Seperti itulah biasanya aku beronani sambil membayangkan keindahan tubuh dan menyetubuhi ibu kostku. Hanya, baru saja aku mulai mengelus burungku yang tegak berdiri tiba-tiba kudengar pintu kamarku yang tak sempat terkunci dibuka dan seseorang terlihat menerobos masuk ke dalam.

“Hayo, lagi ngocok yah,” suara Dia mengagetkanku.

Ternyata yang membuka pintu dan masuk kekamarku adalah ibu kostku.

“Ti… tidak,” jawabku dan secara reflek segera kutarik selimut untuk menutupi tubuhku.

“Jangan bohong Tris. Ibu tahu kok kamu sering mengintip ibu saat mandi atau dikamar. Juga tadi kamu melihati milik ibu saat tidur di sofa kan?” katanya lirih seperti berbisik.

Ditelanjangi sedemikian rupa aku jadi malu dan menjadi tegang. Takut kepada kemarahan Dia atas semua ulah yang tidak pantas kulakukan. Penisku yang tadi tegak menantang kini mengkerut, seiring dengan kehadiran wanita itu di kamarku dan oleh pernyataanya yang telah menelanjangiku. Aku membungkam tak dapat bisa bicara.


Sebenarnya ibu nggak apa-apa kok, Tris. Malah, ee.. ibu bangga ada anak muda yang mengagumi bentuk tubuh ibu yang sudah tua begini. Kalau mau, sekarang kamu boleh melihat semuanya milik ibu dari dekat dan kamu boleh melakukan apa saja. Asal kamu bisa menjaga rahasia serapat-rapatnya,” ujarnya.

Aku masih belum tahu arah pembicaraan ibu kostku hingga hanya diam membisu. Tetapi, Dia telah melepas daster yang dikenakannya. Dan dengan telanjang bulat, setelah sebelumnya mengunci pintu kamar, ia menghampiriku yang masih terbaring di ranjang.

Duduk di tepi ranjang di sebelahku. Tak urung gairahku kembali terpacu kendati hanya menatapi ketelanjangan tubuh wanita yang lebih pantas menjadi ibuku itu.

“Ayo Tris, jangan cuma melihati begitu. Tadi kamu sebenarnya ingin memegang punya aku kan? Ayo lakukan semua yang ingin dilakukan padaku,” suaranya terdengar berat ketika mengucapkan itu.

Mungkin ia telah bernafsu dan ingin disentuh. Melihat aku tidak bereaksi, aku kostku akhirnya mengambil insiatif. Tangannya menjulur, menarik selimut yang menutupi tubuh telanjangku.

Batang penisku yang tegak mengacung diraihnya dan diremasnya dengan gemas. Selanjutnya mengelus-elusnya perlahan hingga aku menjadi kelabakan oleh sentuhan-sentuhan lembut tangannya di selangkanganku.

Dan sambil melakukan itu Dia mulai membaringkan tubuhnya di sisiku dalam posisi berhadapan denganku. Maka buah dadanya yang berukuran besar dan seperti buah pepaya menggantung berada tepat di dekat wajahku.

Aku tetap tidak bereaksi kendati payudaranya seperti sengaja disorongkan ke wajahku. Namun ketika ia mulai mengocok penisku dan menimbulkan kenikmatan tak terkira, keberanianku mulai terbangkitkan.

Payudaranya mulai kujadikan sasaran sentuhan dan remasan tanganku. Buah dadanya sudah tidak kencang memang, tetapi karena ukurannya yang tergolong besar masih membuatku bernafsu untuk meremas-remasnya. Puas meremas-remas, aku mulai menjilati pentilnya secara bergantian dan dilanjutkan dengan mengulumnya dengan mulutku.

Rupanya tindakanku itu membuat gairah Dia menjadi naik. Ia mulai mengerang dan kian mengaktifkan sentuhan-sentuhannya di di alat kelaminku. Ngocoks.com

“Ya Tris, begitu. Ah… ah enak. Uh… uh.. terus terus sedot saja. Ya… ya. sshh.. ssh.. akhh”

Dengan mulut masih mengenyoti susu Dia secara bergantian kiri dan kanan, tanganku mulai menyelusur ke bawah. Ke perutnya, lalu turun ke pusarnya dan akhirnya kutemukan busungan membukit di selangkangannya.

Kemaluan yang hanya sedikit di tumbuhi rambut itu terasa hangat ketika aku mulai mengusapnya. Rupanya itu merupakan wilayah yang sangat peka bagi seorang wanita.

Maka ketika aku mulai mengusap dan meremas-remas gemas, Dia mulai menggelinjang. Kakinya dibukanya lebar-lebar memberi keleluasaan padaku untuk melakukan segala yang yang kuiinginkan.

Terlebih ketika jari telunjukku mulai menerobos ke celahnya. Lubang vaginanya ternyata tak cuma hangat. Tetapi telah basah oleh cairan yang aku yakin bukan oleh air kencingnya.

Aku jadi makin bernafsu untuk mencolok-coloknya. Tidak hanya satu jari yang masuk tetapi jari tengahkupun ikut bicara. Ikut menerobos masuk ke lubang kenikmatan aku kostku.

Mengocok dan terus mengocoknya hingga lubang vaginanya kian becek akibat banyaknya cairan yang keluar. Ia juga menggelinjang-gelinjang sambil terus mendesah.

“Ah… ah.. ah aku tidak kuat lagi Tris. Ayo sekarang kamu naik ke tubuh aku,” bisiknya akhirnya.

Rupanya ia sudah tidak tahan akibat kemaluannya terus diterobos oleh dua jariku. Maka tubuhku ditarik dan menindihnya. Dasar belum punya pengalaman sedikitpun dengan wanita.

Kendati telah menindihnya, penisku tak kunjung dapat menerobos lubang kenikmatan aku kostku. Untung Dia cukup telaten. Dibimbingnya penisku dan diarahkannya tepat di lubang vaginanya.

“Sudah, dorong masuk tetapi pelan-pelan. Soalnya aku sudah lama melakukan seperti ini,” bisiknya di telingaku.

Bleess! Sekali sentak amblas penisku masuk ke lubang kenikmatan aku kostku. Aku memang tidak mengindahkan permintaannya yang memintaku untuk memasukannya perlahan.

Mungkin karena tidak berpengalaman dan sudah terlanjur naik ke ubun-ubun gairah yang kurasakan. Hingga ia sempat memekik saat penisku menancap di lubang vaginanya.

“Auu… ah. ah.. pe.. pelan-pelan Tris, shh.. ssh.. ah.. ah,”

“Ma… ma.. maaf bu,”

“Iya,. iya. Be… besar sekali punya kamu ya Tris,”

“Punyamu juga besar dan enak,” kataku sambil terus meremasi kedua payudaranya.

Namun baru beberapa saat aku mulai memaju mundurkan penisku ke lubang vaginanya, desah nafasnya kian keras kudengar. Tubuhnya terus menggelinjang dan mulai menggoyang-goyangkan pantatnya.

Akibatnya baru beberapa menit permainan berlangsung aku sudah tak tahan. Betapa tidak, penisku yang berada di liang vaginanya terasa dijepit oleh dinding-dinding kemaluannya.

“Aduh… ah.. aku tidak tahan. Ah… ah.. ah.. aahh,”

Aku terkapar di atas tubuhnya setelah menyemprotkan cukup banyak air mani di liang sanggamanya. Indah dan melayang tinggi perasaanku saat segalanya terjadi. Dan cukup lama aku menindihnya yang memelukku erat setelah pengalaman persetubuhan pertamaku itu.

“Maaf Bu cepat sekali punya saya keluar. Jadinya cuma ngotorin”

“Tidak apa-apa Tris. Kamu baru kali ini ya melakukannya? Nanti juga bisa tahan lebih lama” katanya setelah aku terbaring di sisinya sambil menenangkan gemuruh di dadaku yang mulai mereda.

Bersambung....  




Senin, 02 Juni 2025

KISAH KEHIDUPAN CEWEK OPEN BO ???

 



SAHABATPOKER  Pagi itu aku tengah sibuk membenahi kamarku. Sebuah kamar kontrakan yang baru kutempati sejak sebulan lalu. Maklum, kamar berukuran 3 x 4 meter itu berdinding papan dan terletak di bagian belakang rumah bersebelahan dengan kamar mandi.


Apalagi papannya sudah banyak yang renggang dan berlubang hingga bila malam tiba, angin gampang menerobos masuk dan menebarkan hawa dingin menusuk tulang.

Sebelumnya aku nyaris patah semangat ketika mendapati harga sewaan kamar yang rata-rata sangat mahal dan tak terjangkau di kota tempatku kuliah di sebuah PTN. Hingga ketika Bu Arwinda pemilik warung makan sederhana menawariku untuk tinggal di tempatnya dengan harga sewa yang murah aku langsung menyetujuinya.

Oh ya, Bu Arwinda, ibu kostku itu adalah seorang janda berusia sekitar 45 tahun. Sejak kematian suaminya tujuh tahun lalu, ia tinggal bersama putri tunggalnya Nastiti. Ia masih sekolah, kelas dua di sebuah SMTA di kota itu. Mereka hidup dari usaha warung makan sederhana yang dikelola Bu Arwinda dibantu Yu Narsih, seorang wanita tetangganya.

Yu Narsih hanya membantu di rumah itu sejak pagi hingga petang setelah warung makan ditutup. Pembawaan keseharian Bu Arwinda tampak sangat santun.

Ia selalu mengenakan busana terusan panjang terutama bila tampil di luar rumah atau sedang melayani pembeli di warungnya. Hingga kendati berstatus janda dengan wajah lumayan cantik, tak ada laki-laki yang berani iseng atau menggoda.

“Ada memang laki-laki yang meminta ibu untuk menjadi istrinya. Tetapi ibu hanya ingin membesarkan Nastiti sampai ia berumah tangga. Apalagi sangat sulit mencari pengganti laki-laki seperti ayah Nastiti almarhum,” katanya suatu ketika aku berkesempatan berbincang dengannya di suatu kesempatan.

Di tengah kesibukanku memperbaiki dinding kamar, tiba-tiba kudengar suara pintu kamar mandi dibuka. Lalu tak lama berselang kudengar suara pancaran air yang menyemprot kencang dari kamar mandi.

Padahal di sana tidak ada kran air yang memungkinkan menimbulkan bunyi serupa. Maka seiring dengan rasa ingin tahu yang muncul tiba-tiba, aku segera mencari celah lubang di dinding yang bersebelahan dengan kamar mandi untuk bisa mengintipnya.

Ah, ternyata yang ada di kamar mandi adalah Bu Arwinda. Wanita itu tengah kencing sambil berjongkok. Mungkin ia sangat kebelet kencing hingga begitu berjongkok semprotan air yang keluar dari kemaluannya menimbulkan suara berdesir yang cukup kencang sampai ke telingaku. Aku jadi tersenyum simpul melihat kenyataan itu.

Tadinya aku tidak berniat melanjutkan untuk mengintip. Namun ketika sempat kulihat pantat besar Bu Arwinda yang membulat, naluriku sebagai laki-laki dewasa jadi terpikat. Posisi jongkok Bu Arwinda memang membelakangiku. Namun karena ia menarik tinggi-tinggi daster yang dikenakannya, aku dapat melihat pantat dan pinggulnya.

Ah, wanita berkulit kuning itu ternyata belum banyak kehilangan daya pikatnya sebagai wanita. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk terus mengintip, melihat adegan lanjutan yang dilakukan ibu kostku di kamar mandi yang ternyata membuat tubuhku panas dingin dibuatnya.

Betapa tidak, setelah selesai kencing, Bu Arwinda langsung mencopot dasternya untuk digantungkannya pada sebuah tempat gantungan yang tersedia. Bandarq Terbaik Di Asia

Tampak ia telanjang bulat karena dibalik dasternya ia tidak mengenakan celana dalam maupun kutangnya. Jadilah aku bisa menikmati seluruh keindahan lekuk-liku tubuhnya.

Bongkahan pantatnya tampak sangat besar kendati bentuknya telah agak menggantung. Sepasang buah dadanya yang juga sudah agak menggantung, ukurannya juga tergolong besar dengan dihiasi sepasang pentilnya yang mencuat dan berwarna kecoklatan.

Namun yang membuatku kian panas dingin adalah adegan lanjutan yang dilakukannya setelah ia mulai mengguyur air dan menyabuni tubuhnya. Sebab setelah hampir sekujur tubuhnya dibaluri busa sabun mandi, ia cukup lama memainkan kedua tangannya di kedua susu-susunya. Meremas-remas dan sesekali memilin puting-putingnya.

Sepertinya ia tengah berusaha membangkitkan dan memuasi birahinya oleh dirinya sendiri. Lalu, dengan satu tangan yang masih menggerayang dan meremas di buah dadanya, satu tangannya yang lain menelusur ke selangkangannya dan berhenti di kemaluannya yang membukit.

Kemaluan yang hanya sedikit ditumbuhi bulu rambut itu, berkali-kali diusap-usapnya dan akhirnya salah satu jarinya menerobos ke celahnya.

Aku yakin Bu Arwinda melakukan semua itu sambil membayangkan bahwa yang mencolok-colok liang kenikmatannya adalah penis seorang laki-laki.

Terbukti ia melakukan sambil merem-melek dan mendesah. Membuktikan bahwa ia mendapatkan kenikmatan atas yang tengah dilakukannya. Disodori pertunjukkan panas yang diperagakan ibu kostku, aku kian tak tahan.

Akhirnya, ketika tubuhnya terlihat mengejang, karena menahan birahi yang tak terbendung dan seiring dengan datangnya puncak kenikmatan yang didambakan, aku pun kian kencang meremas dan mengocok kemaluanku sambil terus memelototi tingkah polahnya.

Dan tubuhku ikut mengejang dan melemas ketika dari ujung penisku memuntahkan mani yang menyembur cukup banyak.

Dia tampak kaget dan mencoba mencari sesuatu di dinding kamar mandi yang berbatasan dengan kamarku. Mungkin ia sempat mendengar erangan lirih suaraku yang tak sadar sempat kukeluarkan saat mendapatkan orgasme. Namun karena aku segera menjauh dari dinding, ia tak sempat memergokiku. Tetapi… ah.. entahlah.

Hanya sejak saat itu aku sering mencari kesempatan untuk mengintipnya saat ia mandi. Bahkan juga mengintip ke kamarnya saat ia tidur. Kamar Dia memang bersebelahan dengan kamarku. Rupanya, untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, selama ini wanita itu mendapatkannya dari bermasturbrasi. Hingga aku sering memergoki ia melakukannya di kamarnya.

Dan seperti Dia, setiap aku mendapatkan kesempatan untuk melihat ketelanjangannya, selalu aku melanjutkan dengan mengocok sendiri kemaluanku. Tentu saja sambil membayangkan menyetubuhi ibu kostku itu. Sampai akhirnya, mengintip ibu kostku merupakan acara rutin di setiap kesempatan seiring dengan gairah birahiku yang kian menggelegak.



Sabtu, 31 Mei 2025

ISTRI JILBAB SPEK LONTE !!!




SAHABATPOKER Namaku Dendi, istriku Karunia Dewi, umurku 33 tahun sedang istriku 29 tahun. Kami mempunyai 2 orang anak, 1 perempuan bernama Intan dan satu laki-laki bernama Revan.


Anakku yang perempuan berusia 5 tahun sedang adiknya 3 tahun. Kami tinggal di daerah Antapani Bandung, aku bekerja sebagai staff Finance di sebuah Perusahaan swasta di daerah Rancaekek, sedangkan istriku adalah ibu rumah tangga.

Kehidupan seks kami selalu hangat, bahkan terkadang melakukannya di depan anak anak kami, walaupun tidak tiap hari kami melakukannya, karena kadang aku capek karena sibuk urusan pekerjaan.

Istriku sehari hari mengenakan hijab terutama saat di luar rumah, sedang saat di rumah hanya kadang-kadang saja. Istriku mempunyai paras yg rupawan, mirip artis pemeran Amira driver OK Car di sitkom sebuah televisi swasta.

Tinggi istriku 168 cm, aku sendiri 172 cm, tubuhnya lebih montok dan lebih berisi di banding saat kami belum menikah yang cenderung agak kurus, payudara istriku terbilang besar berukuran 36 C dan karena menyusui anak kami sehingga puting istriku sangat besar sebesar kelereng dan kehitaman.

Istriku seorang yg mudah bergaul, dalam urusan seks dia tak segan mengungkapkan keinginannya, fantasinya dan tidak mengenal tabu untuk berbicara kotor saat sedang aku setubuhi meski sehari hari menggunakan hijab.

Seperti saat itu kami sedang melakukan hubungan badan, kedua anakku sudah tertidur, kami berdua sudah telanjang, hanya hijab yang masih menempel di kepala istriku, aku memang lebih menyukai saat ngentot dengan istriku saat dia masih mengenakan hijab.

Saat itu aku aku sedang mengentot istriku dari belakang dengan posisi berdiri dengan satu kakinya di atas ranjang.

“Dewi”: “ah..kencengin pah…mamah mau keluar”.

Aku”: ” ia mah”memek mamah makin hangat”. Aku percepat entotanku sambil kuremas remas susunya bergantian, air susunya pun muncrat muncrat.

Istri: “pah, cupang leher mamah”. istriku paling suka kalau dikentot sambil dicupangin mau itu leher , susu, atau ketek sekalipun. Aku cupangin lehernya sampai berwarna merah.

 Istri:” akh pah, mamah gak kuat lagi, mamah keluar” istriku mengejang beberapa kali.

Isteriku: ” papah juga mau nyampe mah..” Tak lama pejuku pun keluar di dalam memeknya yg masih berkedut kedut, lau kami berbaring kelelah di kasur. Sambil berbaring dan menonton video porno yang kami putar, kamipun mulai berbincang.

Dewi:” Pah banyak banget keluarnya pejuh kamu, ini sampai meleleh dari memek aku”. Kulihat pejuku sebagian keluar dari memek istriku yang berbulu lebat, meskipun lebat tapi cukup rapi.

Aku: ” ia, soalnya mamah hot banget malam ini”.

Dewi: ” bukannya mamah tiap malam juga hot pah, hehe.., atau karena papah lagi sange banget karena cerita mamah tadi sore”?

Istriku memang tadi sore telepon aku waktu masih di kantor dan cerita bahwa sewaktu ke mini market di godain sama manager mini market. Bahkan saat mau keluar mini market, pantat semoknya sempat ditepok sama si Manager.

Aku:” Ia, papah jadi horny denger cerita mamah, hampir saja ngocok sendiri di kantor”

Dewi:” jiah, segitunya papah, bukannya marah pantat istrinya di tepok orang, malah horny”.

Aku:” papah gak marah, malah bangga mamah ada yg godain, berarti istri papah menarik, haha…ha”. Bandarq Terbaik Di Asia

Dewi:” ikh papah.. hehe..”.

Aku: “ceritain lagi yg jelas mah, gimana sampai mamah digodain dan pantat mamah di tabok… hehe”.

Dewi:” bukan ditabok pah..haha.. ditonjok..”.

Aku” akh mamah, ceritain lagi yang detail”.

Dewi:” jadi gini, tadi mamah keluar sebentar mau belok popok Revan, Revan kan tidur, mamah pikir gpp tak tinggal bentar, mamah pergi dech sama Intan ke mini market di sebrang.


Kamis, 29 Mei 2025

PERAMPOK MESUM !!!!



SAHABATPOKER-   Perkenalkan namaku Ryan Hardjadinata Koehler, usiaku 21 tahun. Aku sendiri adalah anak pertama dari 3 bersaudara. adik pertamaku cowok bernama Sergi sekarang dia kuliah di perguruan tinggi di Jakarta semester 3 usia 19 tahun berwajah tampan warisan dari papaku.


Sedangkan adik keduaku cewek bernama Natasha masih duduk di bangku SMA kelas 3 usia 17 tahun mirip dengan mamaku terutama dari segi kecantikan.

Papaku sendiri bernama Rudi Hardjadinata Koehler keturunan Jerman-Sunda berusia 44 tahun tinggi 175 cm masih tampan dan segar, sedangkan mamaku bernama Ratna Juwita Assegaf keturunan Arab-Jawa berusia 43 tahun dengan kulit putih, tinggi 170 cm dan payudara yang aduhai khas keturunan Arab yaitu 38D.

Perpaduan darah Jerman-Arab-Sunda-Jawa rupanya berperngaruh pada fisikku. Tinggi tubuhku saat ini 180cm, berat 75kg, ukuran penis 21 cm ditambah dengan kulit putih, hidung mancung dan mata kebiruan membuatku jadi rebutan para wanita.

“Namun karena saat aku sedang menyelesaikan skripsiku, aku memutuskan untuk tidak pacaran dulu. Oh ya saat ini berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bandung.

Perkenalkan namaku Ratna Juwita Assegaf seorang wanita ibu rumah tangga peranakan Arab-Jawa berusia 43 tahun. Aku adalah ibu dari 3 orang anak yang tampan dan cantik yaitu Ryan 21 tahun, Sergi 19 tahun, dan Natasha 17 tahun.

Suamiku bernama Rudi berusia 44 tahun yang kunikahi 22 tahun yang lalu adalah seorang insinyur yang sering mendapatkan kontrak proyek di luar kota ataupun luar negeri yang membuatnya sering berada di luar rumah.

Sebenarnya selama ini hubunganku dengan suamiku cukup harmonis dan setiap kali berhubungan intim aku selalu mendapat kepuasan yang cukup.

Namun dikarenakan dia sering berada di luar kota atau luar negeri, frekuensi hubungan intimku dengannya menjadi tidak terlalu sering, terkadang kalo tidak sedang banyak proyek kami bisa melakukannya seminggu dua kali layaknya pasangan normal, namun ketika dia sedang sibuk bisa hanya sebulan sekali atau dua bulan sekali kami berhubungan intim.

Sebulan yang lalu tepat pada ulang tahun pernikahan kami yang ke 22 tahun, suamiku memberikanku hadiah sepasang anting emas cantik yang membuatku senang sekali karena ternyata suamiku masih ingat dengan ulang tahun pernikahan kami.

Aku pun memakai anting emas itu dengan bangga karena sebagai wanita pada umumnya aku memang senang dengan perhiasan seperti kalung, cincin, gelang, anting yang sebagiannya aku simpan di rumah dalam bentuk kotak perhiasan biasa dan sisanya aku simpan di bank dalam bentuk Safe Deposit Box.


hadiah dari suamiku Rudi

Pada saat hari ulang tahun pernikahan itu aku menyampaikan niatku pada suami untuk melepas KB Spiral yang aku pakai selama ini.

Aku beralasan karena di usia 43 tahun ini sudah semakin kecil kemungkinan untuk hamil lagi, lagipula frekuensi hubungan intimku dengan suamiku tidak terlalu sering jadi menurutku aman jika untuk melepas KB Spiral di usia dan keadaan yang sekarang.

“Suamiku pun langsung menyetujuinya saat itu, toh dia berpendapat di usia sebegini sangat kecil kemungkinan bagi kami untuk memiliki momongan lagi. beberapa hari kemudian aku pun pergi ke dokter kandungan untuk melepas KB Spiralku dan semuanya berjalan lancar tanpa masalah.    -Bandarq Terbaik Di Asia

Aku pun tidak sadar bahwa keputusan melepas KB Spiral itulah yang pada akhirnya akan berakibat fatal pada diriku di kemudian hari.

Seperti biasa liburan kuliah kali ini kuhabiskan dengan jalan-jalan hangout bersama teman-teman SMA. Hari Sabtu menjelang sore yang cukup gerah ini aku pun memutuskan pulang ke rumah untuk beristirahat karena kecapaian.

Ketika aku turun dari grab car di depan gerbang rumah berpagar tembok. Pintu pagar berderit ketika kubuka, hmm, agak aneh, biasanya aku harus teriak-teriak atau memencet bel minta dibukakan.

Memasuki halaman sempat tertegun melihat dua sepeda motor parkir di halaman, aku tak mengenalinya karena aku tahu persis jenis sepeda motor apa yang dimiliki teman-teman semasa SMA yang biasanya ngumpul kalau aku pulang.

Dan rasa heranku belum habis ketika memasuki rumah dengan amat terkejut kudapati mama tengah duduk terikat di kursi dengan mulut dibekap sehelai kain. Kedua kakinya terikat di masing-masing kaki kursi dan tangannya terlipat di belakang.

Mama?! teriakanku belum habis ketika mendadak sebatang logam dingin menempel di leherku dan tanganku dipiting seseorang, jangan bergerak atau gue gorok, ujar seseorang dengan suara parau.

Sadarlah aku kalau ini adalah perampokan dan yang menempel di leherku saat ini adalah sebuah belati, kulirik dan kudapati dua orang menggunakan zebo untuk menutup wajah.

Mamaku saat itu hanya mampu membelalak dan mengeluarkan air mata sambil mengeluarkan suara tersendat. Dan segera tanganku diikat salah satu perampok dengan seutas tali dan menyuruhku berlutut.

Seorang lagi mendekati mama dan membuka selubung yang menutupi mulutnya, katakan dimana ibu menyimpan perhiasan dan uang atau kita gebukin anak ibu, ujarnya seraya menjambak rambut mama, ingin kuterjang dia namun posisiku tidak menguntungkan dengan posisi tangan terikat dan dibawah ancaman senjata tajam.

Tak lama si perampok pergi ke lantai atas dan turun dengan ngomel-ngomel, masa cuma segini, ujarnya kepada mama sambil membanting kotak perhiasan kecil di hadapannya. Kami gak pernah nyimpan uang cash di rumah kecuali sekedarnya, perhiasan juga saya simpan di bank, ujar mama terbata-bata dengan wajah kian memucat.

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

KISAH NYATA , JIRAN AMOI

SAHABATPOKER  -  Sehari lepas kepulangan Maniam ke rumahnya, aku tak dengar apa-apa cerita tentang Devi lagi. Kebetulan pulak, keesokkan har...