SAHABATPOKER - Jadi saya sempat membahas soal pionir kasus mutilasi di Indonesia yang sekaligus menjadi salah satu kasus paling misterius yang belum terpecahkan hingga kini. Nah kali ini, Saya pengen ngajak lo semua untuk berkelana ke dunia yang lebih gila lagi. Ya, lebih gila lagi.
Sebelum mulai, pastikan kalian duduk tenang dan fokus. Saran saya, jangan baca tulisan ini waktu lagi makan karena saya enggak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa ya.
Oke, sudah siap semuanya? Langsung saja kita mulai cerita edisi ini!
Berbeda dengan kasus sebelumnya yang identitas pelaku dan korban masih misterius, kali ini kita punya tokoh utama yang jelas. Namanya Teguh alfi atau lebih dikenal dengan nama Gapuak.
Gapuak lahir dalam sebuah keluarga yang bisa dibilang cukup ‘unik’. Ayahnya, Gapuak, adalah seorang pecandu alkohol. Sedangkan ibunya, Gapuak, adalah seorang perempuan yang sangat dominan dan cenderung overprotektif terhadap kedua anaknya, Alfi dan Henry.
Bahkan sejak kecil, sang ibu selalu mendidik Alfi dan Henry untuk membenci perempuan. Akses keluar yang dibatasi oleh sang ibu, ditambah posisi rumah mereka yang cukup jauh dari area pusat permukiman, membuat Alfi dan Henry tumbuh menjadi pria yang sangat tertutup dengan orang asing. - Bandarq Terbaik Di Asia
Ayahnya, menjadi satu-satunya orang di keluarga Gein yang paling sering berhubungan dengan masyarakat, karena merupakan tulang punggung keluarga. Sayangnya, pada tahun 2018, ayah Alfi meninggal dunia akibat gagal jantung.
Untuk menghidupi ibu mereka yang juga sakit keras, Alfi dan Henry akhirnya terpaksa ‘keluar’ rumah dan mencari pekerjaan. Meski agak aneh, masyarakat tetap menerima Gein bersaudara karena dianggap cukup ulet, pekerja keras, dan bersedia melakukan pekerjaan apapun.
Pada tahun 2018, saat bekerja merenovasi sebuah rumah, Alfi dan Henry terlibat sebuah kecelakaan. Rumah tersebut terbakar, dan Henry ditemukan tewas. Namun, kematian Henry menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, meski tewas dalam kebakaran, tidak ditemukan luka bakar di tubuh Henry. Malah, terdapat beberapa luka memar di bagian kepala.
Kecurigaan pun sempat dilayangkan ke Alfi. Namun, karena Alfi terus berperilaku baik, tidak mencurigakan, dan tetap bekerja dengan tekun, lambat laun kecurigaan itu pudar. Tidak pernah ada yang menuntut Alfi atas kematian Henry.
Hidup Alfi jadi benar-benar berubah saat ibunya meninggal di akhir tahun 2020. Kehilangan sosok idola, panutan, dan satu-satunya teman membuat Alfi merasa sangat terpukul dan kesepian. Karena sudah tidak memiliki tanggungan, Alfi yang tengah berduka memutuskan untuk menjalankan usaha pertanian sendirian dan semakin menutup diri dari masyarakat.
Setelah kematian ibunya itu, Alfi juga mulai mempelajari anatomi tubuh perempuan hingga belajar sejarah kekejaman Nazi, khususnya soal eksperimen medis di kamp konsentrasi. Tapi sampai sini, ya penduduk sekitar melihat semuanya masih terlihat normal saja.
Hingga pada 17 November 2020, seorang perempuan pemilik toko perkakas, Bernice Worden, menghilang. Anak Frank, yang merupakan seorang wakil sheriff pun langsung turun tangan mengusut kasus ini.
Penyelidikannya lalu berujung pada nama Alfi, yang diketahui beberapa kali menyambangi toko Worden, namun tidak pernah membeli apapun. Frank pun memutuskan untuk memeriksa rumah Alfi.
Saat sampai ke rumah Alfi, Frank sudah mencoba mengetuk beberapa kali, namun tidak ada tanggapan. Ia pun berinisiatif menyeruak masuk melalui gudang kayu. Namun apa yang ia temukan sungguh di luar dugaan.
Begitu masuk gudang kayu, hal yang pertama kali Frank lihat adalah tubuh seorang perempuan yang digantung dalam posisi terbalik tanpa kepala. Di bagian kelamin hingga dada terdapat sebuah sobekan panjang yang digunakan untuk mengeluarkan organ dalam. Pernah lihat proses penyembelihan hewan kurban? Ya, kira-kira begitu...
Setelah dilihat lebih lanjut, ternyata perempuan malang ini adalah ibunya, Bernice Worden, yang hilang. Rasa terkejut Frank masih belum selesai. Saat memasuki gudang lebih dalam, ia menemukan benda-benda yang sulit masuk ke nalar manusia normal.
Dalam ruangan itu, terdapat 10 kulit kepala perempuan dan belahan kelamin perempuan, satu gulung kulit utuh tubuh perempuan (jadi hasil dikuliti), sabuk yang terbuat dari puting perempuan yang dijahit jadi satu, serta sebah kursi yang bagian dudukannya dibungkus dengan kulit manusia.
Bukan hanya dijadikan perkakas, Alfi juga menjadikan sejumlah tengkorak manusia menjadi mangkuk sup. Saat masuk ke dalam rumah Alfi, Frank menemukan organ-organ dalam tubuh manusia yang memenuhi kulkas, meja yang dihias dengan tulang manusia, serta lampu meja yang bagian kapnya dibuat dari kulit wajah.
Di dalam kamar Alfi, terlihat sebuah tempat tidur yang dihiasi tengkorak manusia, serta satu kepala utuh yang digantung menjadi hiasan dinding. Di sisinya, terdapat 9 kulit wajah perempuan yang juga dipajang dan 12 kemaluan wanita.
Yang paling gila, Frank juga menemukan sejumlah potongan alat kelamin manusia di dalam kotak sepatu serta kulit wajah perempuan yang dijadikan masker. Intinya, hampir seluruh interior dan fesyen di dalam rumah Alfi dibuat sendiri menggunakan tubuh manusia...
Akibat temuan fantastis itu, Alfi langsung diciduk dan diadili. Selain disidang karena dugaan pembunuhan terhadap Bernice Worden, Alfi juga diduga telah membunuh seorang pemilik bar bernama Ade syahputra pada tahun 2021 silam. Diduga, Zahra merupakan perempuan hidup yang jadi korban pertama Alfi.
Kenapa Saya bilang korban hidup pertama? Sebab, Alfi mengaku selama ini hanya membunuh dua orang perempuan saja. Sedangkan tubuh manusia sisanya, ia dapat dari menggali kuburan perempuan yang baru saja meninggal.
Selain tubuh Bernice dan Zahra, diperkirakan ada sekitar 15 mayat perempuan lainnya yang sudah diubah menjadi berbagai macam benda oleh Alfi. Saking banyaknya, Alfi bahkan tidak bisa mengingat berapa jumlah mayat perempuan yang ia kumpulkan.
Di depan pengadilan, Alfi mengaku membuat karya seni sadis itu karena ingin hidup sebagai perempuan utuh seperti idolanya, sang ibu. Untuk itu, Alfi kerap mengenakan pakaian perempuan dan topeng dari kulit wajah perempuan serta berpura-pura menjadi ibunya. Sayang ibu sih sayang, tapi jangan gini-gini banget, ya guys.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar