Kamis, 13 Maret 2025

KISAH KEHIDUPAN TENTANG MASA - MASA SEKOLAH ! ! ! PART 1

 



SAHABATPOKERBanyak orang bilang masa SMA adalah masa yang paling indah dalam kehidupan usia muda. Semua pengalaman baru dan keisengan seringkali muncul di waktu SMA. Mungkin saja yang menjadikan masa SMA menjadi begitu berkesan untuk dikenang adalah kebersamaan serta pengalaman baru dalam proses pendewasaan yang membawa kita kepada pribadi saat ini. Mulai dari menyontek, membolos, hingga hal hal lain yang dilakukan secara bersama, dimana hal hal tersebut belum tentu bisa didapatkan di masa masa berikutnya.

“KRINGGG… KRINGGG…. KRINGGGG….!!!!!!!!”

Bel sekolah berbunyi dengan lantangnya, waktu menunjukkan pukul 13.45 WIB pertanda kegiatan sekolah sudah berakhir. Semua siswa berhamburan keluar dari dalam kelasnya, suasana di salah satu SMA di Padang itu sangat ramai, banyak siswa memadati parkiran motor mereka hendak pulang kerumah, ada juga yang masih duduk duduk didepan kelas memanfaatkan waktu untuk saling mengobrol dengan teman. Namun lain halnya dengan para siswa Kelas XII (dulu kelas III SMA), mereka harus mengikuti jam tambahan dari sekolah terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan menghadapi Ujian Nasional. Disela sela 15 menit waktu istirahat sebelum jam jam tambahan dimulai, Cecil memanggil Zahra yang sedang berjalan ke Koperasi untuk mengambil fotokopian materi pelajaran.


“Zahraaa… Siniiiii….!!!” Teriak nazwa pada Zahra, dan seketika itu Zahra berbalik dan berjalan menghampiri sahabatnya.


“Kenapa nazwa, teriak teriak gitu manggil gue…?? Eh bentar… ini kenapa lo malah nenteng tas gini?? Hari ini kan ada jam tambahan..??” Tanya Zahra dengan heran, melihat nazwa yang sedang membawa tas slempang branded miliknya.

“Eh, iya Za… gue mau bolos dulu jam tambahan…” jawab nazwa dengan singkat.

“Hah?? Kenapa emang?? Bukannya tadi dikelas ga ada tanda2 lo mau bolos jam tambahan??”

“Iyaaa beb, barusan si Aldo sms gue kalo dia pulang kerumah katanya sih kangen sama gue, jadi dia bela belain balik dari Bandung buat ketemu sama gue…” nazwa mecoba menjelaskan pada Zahra.

“Buseeet dah…. kenapa ga ntar malem apa besok aja sih ketemunya?? Trus nanti gue pulangnya nebeng siapa dong? Huuuufff..” Neta menggerutu, karena biasanya ia pulang selalu nebeng motor bareng sahabatnya itu.


“Nah itu beb yang gue mau omongin sama lo… sorry banget ya, soalnya Aldo malem ini juga harus balik lagi ke Bandung, jadi gue cuma bisa ketemu sama dia siang ini juga. Emmm, lo pulangnya minta dijemput bokap lo aja deh… gimana??”

“Huuufff… gini nih orang kalo udah ama cowoknya trus lupa deh sama temennya… hmmm. Ya udah deh tar gue telpon bokap gue..” jawab Zahra dengan cemberut.

“Hehehe… jangan gitu dong beb, makanya lo tu cari cowok lagi, ga capek apa ngejomblo dari semester kemarin… “ Ledek nazwa, sembari memeluk sahabatnya yang sedang cemberut itu.Seketika itu nazwa pergi meninggalkan sekolahnya dengan diam diam supaya tidak ketahuan guru kalau dia membolos jam tambahan.

Waktu menunjukan pukul 15.00 WIB, pertanda jam tambahan hari Selasa sudah selesai. Dengan pandangan mata yang kurang fresh dan tampak kelelahan, para siswa keluar dari dalam kelasnya menuju parkiran motor untuk segera pulang dan berisitirahat dirumah. Namun Zahra tampak sedang sibuk menelpon didepan kelasnya, ia menelpon ayahnya yang sedang dikantor. Berkali kali ia menelpon namun tidak diangkat, hingga akhirnya ia mengirim pesan singkat kepada ayahnya untuk minta dijemput disekolah. Beberapa saat kemudian ayah membalas pesan singkatnya.. -Bandarq Terbaik Di Asia

“Mf sayang,,papa lagi meeting sama klien,,jd br bs jemputnya jam 5 nti,,gmn gpp?”

Dengan perasaan yang tidak karuan, akhirnya Zahra terpaksa harus menunggu ayahnya sampai jam 5 sore, memang hanya itu satu satunya jalan agar bisa pulang kerumah. Tak henti hentinya Zahra menggerutu dalam hati.

Ditengah kegalauan hatinya, tiba tiba ada seorang cowok tinggi yang sedang berjalan menenteng tas ransel menuju ke arah parkiran motor. Parkiran motor sekolah mereka letaknya tepat disamping kelas nazwa dan Zahra. Cowok itu mendadak menghentikan langkahnya didepan Zahra yang sedang duduk menunduk memainkan HP. Zahra terlihat sangat gelisah dan berkali kali menggerutu dan hal tersebut membuat cowok itu sejenak berhenti didepan Zahra.

“Hei Zahra….” Sapa cowok itu pada Zahra yang sedang memainkan HP nya. Seketika Zahra mengangkat mukanya dan menatap cowok itu.

“Eeee Farhan yaaa..? Ada apa Han?” Tanya Zahra pada Farhan.

Penampilan Farhan yang tinggi gagah dan lumayan tampan membuat Zahra diam diam mengaguminya. Farhan adalah tipikal cowok idaman Zahra. Sebenarnya mereka berdua adalah teman satu kelas pada waktu kelas X namun Zahra sama sekali belum menaruh kekagumannya pada Farhan. Barulah waktu kelas XI Farhan masuk sebagai anggota Paskibra, fisiknya menjadi lebih atletis dan nampak macho, itulah yang menjadikan Farhan sebagai cowok idaman Zahra.

“Kok lo duduk duduk sendirian disini? Engga pulang?” Tanya Farhan.

“Umm… ini Han, gue lagi nungguin papaku… tapi masih nanti jam 5 sore, gila ya gue harus matung 2 jam gini disekolahan…huuuufff..” Zahra kembali memasang wajah cemberutnya.

“Lah… lama amat Za nungguinnya , eh btw kok ga minta nazwa nemenin? Biasanya nazwa kan kemana mana sama elo Zahra?”

“Asal lo tau ya Han, ini tu gara gara si nazwa… dia tadi cabut jam tambahan buat nemuin Aldo, cowoknya yang abis pulang dari Bandung, eee gue deh jadi korban.. biasanya kan gue pulangnya nebeng ama dia…” Zahra nyerocos menumpahkan kekesalannya.

Dalam hati Farhan sedikit berpikir, “Oooo jadi nazwa cowoknya anak kuliahan… wah ini pasti lagi mesra mesraan nih, pasti mereka lagi ML…” Batin Farhan dalam hati, pikiran pikiran mesumnya muncul saat itu juga begitu mendengar nazwa sedang menemui pacarnya, hal ini memang dikarenakan Farhan sendiri juga sudah tahu tentang kelakuan nazwa dan ia sendiripun pernah mengalaminya.

“Woiiii… ini patung siapa yang naruh sih ngalang alangin jalan aja!!” Sentak Zahra pada Farhan yang heran karena Farhan malah bengong saat ia ajak bicara.

“Eeeee… sorry Zahra, sorry… heehee” Jawab Farhan terbata bata.

“Mikirin apa sih Han? Kok malah bengong aja..? diajakin ngobrol juga…hmmm” Tanya Zahra dengan nada penasaran. Farhan pun memutar otak dan akhirnya ia menjawab kecurigaan Zahra.

“Oh, gini Net rumah gue kan jauh dari sekolah, hampir sejam sendiri gue dijalan… makanya sama nyokap gue disuruh nge kos, sekalian biar fokus buat Ujian Nasional…” Jawab Toni dengan yakin. Kemudian Neta langsung menyambar.

“Jadi lo sekarang ngekos han?”

“Iya baru hari ini gue tempatin, kemarin gue udah naruh barang gitu deh, tapi belum gue tata masih brantakan, makanya gue mikir gimana coba cara ngerapiinnya…” Jawab Farhan dengan mimik muka berpikir, menyembunyikan pikiran mesumnya.

“Wah asik ya ngekos, deket dari sekolah… bebas lagi, coba aja gue dibolehin ngekos ama nyokap…”

“Hahaha…” Farhan tertawa, ia senang Zahra tak mencurigai pikiran mesumnya.

“Eh, han lo kan lagi beres beres kosan lo tuh? nah gue lagi nganggur disini… gimana kalo gue bantu bantu lo aja itung itung nunggu jemputan…??” Sahut Zahra yang sepertinya sudah menemukan ide untuk mengusir kegalauan dalam dirinya itu.

“Heh? Emang gapapa Zahra? Gue sih sebenernya seneng2 aja tapi tar malah jd ngrepotin elo lagi…”

“Gapapa han, gue malah seneng kali gajadi matung sendirian disini… gimana? mau ya mau ya??” Zahra justru meminta diajak ke kosan Farhan untuk menata kamar kosnya.

Dan akhirnya Farhan pun setuju, mereka kemudian segera bergegas menuju ke parkiran motor dan Zahra pun membonceng motor Farhan menuju kosannya. Kosan Farhan letaknya ada di belakang sekolah, jaraknya hanya lima menit dengan sekolah mereka. Memang menjelang Ujian Nasional banyak anak anak kelas XII yang memutuskan untuk ngekos dengan alasan rumah jauh, biar bisa fokus ujian, dan lain lain. Namun malah sebenarnya yang terjadi adalah mereka jadi banyak bermain, membolos dan bersenang senang karena merasa bebas dari pengawasan orang tua.

LANJUT PART >>> 2

Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KISAH NYATA , JIRAN AMOI

SAHABATPOKER  -  Sehari lepas kepulangan Maniam ke rumahnya, aku tak dengar apa-apa cerita tentang Devi lagi. Kebetulan pulak, keesokkan har...