SAHABATPOKER_Malamnya Zahra bercinta dengan suaminya sambil membayangkan teman-teman Farhan berdiri di seputar tempat tidur, menonton. Itu membuat dia orgasme duluan sebelum suaminya.
Besok-besoknya, dia sempat menceletuk kepada teman-teman Farhan, terutama Aldo, bahwa dia sudah menganggap mereka adik-adiknya sendiri dan mereka “boleh mampir kapan saja” dan dia senang “bisa menghibur mereka”. Kata-kata bersayap, jaring yang ditebar. Mereka semua menyambut baik keramahan Zahra itu.
Tapi yang menanggapi serius hanya satu.
Aldo.
Kejadiannya dimulai pada suatu siang, ketika Aldo datang sendirian membawa sepeda motor ke rumah Farhan. Kebetulan Farhan pergi bersama teman-teman lain, tapi Aldo tidak tahu. Jadi dia hanya bertemu Zahra.
“Farhan barusan jalan main futsal sama yang lain,” kata Zahra. “Mau nyusul?”
“Nggak ah Kak, lagi males,” kata Aldo. “Yaudah, aku mau pulang aja ya.”
“Eeeh tunggu, Aldo,”Zahra menahan Aldo. “Kamu bawa motor kan? Kakak mau minta tolong boleh?”
“Boleh Kak. Ada perlu apa nih?” Aldo sumringah.
“Kakak sebenarnya mau ke salon, mau facial, tapi malas nyetir ke sana. Gimana kalau kamu yang nganterin Kakak ke sana pake motor?”
“Apa sih yang ga bisa buat Kakak,” Aldo menggombal.
“Kalau gitu tunggu sebentar ya.” Zahra masuk kamar sebentar untuk bersiap, lalu keluar lagi. Dia mengenakan tanktop gombrong hitam dan celana pendek, lalu memakai jaket. Wajahnya tak dirias dan rambutnya digerai biasa. Lalu dia naik ke boncengan motor Aldo dan mereka berangkat.
Sepanjang jalan Aldo tidak konsentrasi karena hidungnya diserang wangi tubuh dan parfum Zahra yang terus merapat ke tubuhnya. Apalagi Zahra tak segan-segan merangkul Aldo. Zahra bilang Farhan baru mau pulang sore. Masih lama. Main futsal minimal 2 jam, belum istirahat makan-minum dan nongkrongnya. Dan Aldo terbuai nada suara Zahra yang genit menggoda.
Sampai di salon, Zahra kemudian bertanya ke Aldo.
“Mau pulang… apa kamu mau nungguin Kakak?”
“…Aku tungguin aja deh kak, ga ada acara juga siang ini.”
“Kamu baik deh. Nanti Kakak kasih hadiah~!” celetuk Zahra genit sambil memasuki salon.
Saat itu juga Aldo memperhatikan gelang kaki yang bergemerincing di pergelangan Zahra.
Salon yang didatangi Zahra itu bukan salon kecil murahan. Menengah atas. Mungkin perawatan di sana bernilai ratusan ribu rupiah, pikir Aldo. Tidak heran, keluarga Farhan dan Zahra tergolong mampu.
Satu jam kemudian Zahra keluar dari salon. Wajahnya kemerahan, bekas facial.
“Lama ya nunggunya? Ayo kita pulang,” ajak Zahra.
Sepanjang perjalanan pulang, Aldo kembali merasa Zahra merangkul erat tubuhnya. Dan rangkulannya… di perut. Seiring berjalannya motor, makin lama makin turun. Aldo terangsang dan ereksi. Mungkin Zahra juga menyadari itu.
Sesampainya di rumah, Zahra meminta Aldo jangan langsung pergi. Farhan dan teman-teman yang lain belum muncul.
“Ada yang mau Kakak tanya, tapi tunggu sebentar ya? Duduk aja dulu.”Bandarq Terbaik Di Asia
Aldo kemudian duduk sendirian di ruang tengah rumah besar itu, sementara Zahra menghilang ke kamarnya. Tak lama kemudian Zahra kembali lagi membawa beberapa barang tipis.
“Kamu tahu ini apa kan?” Zahra duduk di sebelah Aldo dan menunjukkan beberapa DVD yang sampulnya bergambar perempuan seksi.
“Ehm… iya?” Aldo bingung.
“Ini Kakak sita dari Farhan. Tapi dia bilang ini punya temannya. Punya kamu bukan?”
“Bukan… Ga tau punya siapa. Punya Putra atau Endi kali’?” kata Aldo. “Yang paling suka beginian tuh anak dua.”
“Udah mulai nakal ya kalian… Emangnya apa sih yang ditonton dari filem kayak gini? Kakak pengen tau. Ayo kita lihat.”
“Hah? Eh tapi Kak Zahra…”
Sebelum Aldo bereaksi, Zahra sudah menyalakan DVD player dan memasukkan salah satu DVD porno itu. Sebenarnya DVD itu bukan diambil dari Farhan, melainkan koleksi Zahra dan suaminya. Zahra memang mau mengerjai Aldo.
Aldo mau bangun untuk pergi, tapi Zahra memegangi lengannya. Jadilah dia terpaksa ikut menyaksikan. Irzan sendiri belum pernah melihat film porno yang sedang tayang di layar TV itu, walaupun dia sudah familiar dengan materi pornografi.
“Waah, ternyata kalian sukanya yang kayak gini yaa… Yang ceweknya lebih tua?” Film yang ditayangkan memang berskenario seperti itu, aktris pornonya berperan sebagai ibu rumah tangga yang menggoda teman anaknya. Meski tidak muda, si aktris tetap tampak glamor dan seksi dengan rambut pirang, kalung mutiara, bra berenda, dan lipstik pink tebal. Dan Aldo baru memperhatikan bahwa bibir Zahra sudah bersaput lipstik pink juga. Di TV, bibir berwarna sama sedang mengulum penis.
Aldo merasa kemaluannya sendiri mengeras dan… digerayangi.
“Hmmm…” gumam Zahra. “Kok ini jadi keras…? Gara-gara nonton itu ya?”
“Uhhh… Kak…” Aldo tidak berani berbuat apa-apa ketika Zahra membuka resleting celananya. Tangan Zahra terus beraksi menurunkan celana dalamnya dan akhirnya kulit bertemu kulit, tangan bertemu batang. Aldo seperti kesetrum ketika merasakan itu. Elusan tangan Zahra menggodanya.
“Dasar cowok… Aldo, kamu pernah coli nggak~?” tanya Zahra nakal.
“Ngh… per… nah…” Aldo menjawab sambil menahan nafsu. Zahra terus menggodanya.
“Kalau dicoli’in?”
“Be… bel… lum…”
Tayangan film porno menampilkan si aktris menerima ejakulasi lawan mainnya di wajah.
“Kamu lihat kan… tuh dia dicoli’in sama ibunya temennya… Tante-tante aja bisa bikin ngaceng kayak gitu… Kamu ngaceng juga ngelihat dia?…”
Aldo sudah meracau tak jelas.
“Kamu ngaceng ngelihat aku?”
“NGHHH!!” Jawabannya adalah semburan mani yang hebat dari kejantanan Aldo.
Aldo jelas merasa keenakan dengan orgasme itu. Sekaligus bingung dan sedikit takut.
Tapi yang terlihat lebih puas adalah Zahra.
“Iihh. Banyak dan kentel peju kamu. Pasti udah lama gak crot.”Aldo cuma melongo bego. Zahra memain-mainkan cairan kental yang mengotori jarinya itu, bahkan menjilatnya.
“Enak?” tanya Zahra.
“Iiyah,” jawab Aldo pendek.
“Mau lagi?”
“…”Aldo tidak berani menjawab yang itu.
“Kalau kamu mau lagi, mulai sekarang kamu harus ikut apa kata Kakak ya. Sekarang… cepat pulang. Farhan pasti sebentar lagi datang. Ayo sana!”
Aldo buru-buru membetulkan pakaiannya dan bergegas keluar. Zahra mengantarnya keluar dengan senyum nakal.
Sesudah itu, Aldo dan Zahra beberapa kali lagi bertemu berduaan saja, paling sering di rumah Zahra sendiri, kalau sedang tak ada orang. Aldo sendiri tetap nongkrong bareng Farhan dan Zahra tetap kadang tampil di depan mereka, tapi tidak ada yang tahu hubungan mereka.
LANJUT PART >> 4
Sahabatpoker Agen Domino99 Poker Online Bandarq Terbaik Di Asia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar